Bagaimana jika kita memasang bearing “rolling”

Posted on May 16, 2008
Filed Under Bearing |

Umur pakai sebuah bearing sudah menjadi batas alami pemakaian. Sebaiknya gantilah bearing sebelum habis umurnya, agar tidak menyebabkan kerusakan bagian lain dari mesin tsb.
Tip2 sederhana, jika kita akann memasang bearing
-jangan membukasebelum dipasang, kecuali sangat penting
- Beri alas kertas pada bangku kerja, letakan tools dan bearing diatas kertas yang bersih
- Cuci tangan. Bersihkan kotoran, grease dll pada tools
- Tutuplah bearing, housing, shaft dengan tutup yang bersih, jangan buka sebelum akan mengerjakan
- Jangan membuka bearing baru s/d siap akan memasangnya.
- Bersihkan shaft dan housing dengan solvent sebelum memasang  bearing.
- Pakailah sleeve atau puller yang ditumpukan/ contact dengan inner race.
- Jangan sekali-kali menekan/press pada balls atau ball cages, hanya pada race
- Jangan mengeluarkan/memasang secara miring, pakailah sleeve/ puller yang square
- Atau dengan Cara lain yang tidak merusak.

Jika akan memasang
- Periksalah dengan teliti. apakah ada flat spot, nicks, pits, pada ball atau races. Jika cacat buang saja.

- Bearing baru, tidak dibenarkan di putar2 sebelum dipasang, jangan tersentuh tangan.
- Utk bearing bekas,putar bearing dengan tangan pelan2. Seharusnya smoot dan tak bersuara.
- Bila ragu. Buang dan ganti bearing baru, akan mencegah kerugian yang lebih serios.
- Untuk mesin2 critical bahkan setiap overhaul bearing lebih baik diganti baru .
- Check kondisi shaft. Bearing seat harus smoot dan halus.Shaft shoulder harus squre dan tidak longgar.
- Pakailah tool yang sesuai.

Comments

4 Responses to “Bagaimana jika kita memasang bearing “rolling””

  1. danang on December 20th, 2008 4:14 am

    Pak, saya selalu tertarik dengan artikel artikel dari bapak, saya yakin akan berguna bagi kami.
    Pak, selama ini kami sedang menganalisa kemungkinan memperpanjang jeda waktu penggantian bearing pada mesin kami. yang kami lakukan adalah memantau secara periodik (mingguan) vibrasi dan temperatur dari bearing. yang mau saya tanyakan bagaimana menentukan batasan toleransi (waktu) kapan harus mengganti bearing jika ternyata hasil tren menunjukkan kenaikan vibrasi dan temperatur.
    Jawaban lihat di : Diagram PF-I

  2. soemarno on December 23rd, 2008 7:00 am

    P Danang , jawaban lihat di Diagram PF-I

  3. yahri on April 19th, 2009 2:53 am

    pak, saya mahasiswa tingkat 3 poltiteknik negri d bandung. saya sekarang sedang menyusun ta, nah yang saya ingin tanyakan adalah bearing apakah yang cocok pada poros dengan diameter sekitar 20cm yang memiliki gaya aksial dari atas dan bawah.tolong kirim ke email saya, karena saya juga ingin chatting dengan anda kalau anda online.. thanks atas perhatiannya.

  4. soemarno on April 21st, 2009 3:30 am

    Yahri.daiameter20cm itucukupbesar.faktor berat rotor,putaran dan posisi rotor (vertical/horizontal)hrs diperhatikan.kalau rotor vertical hrs memasang salah satunya .type thrust/axial bearing yg cukup kuat menahan beban rotor.

Leave a Reply




  • Soemarno Adibroto
    Lahir di Blora 20 September 1947

    Dulu pada th 1972 ketika saya mulai bekerja pada umur muda 24 th di bagian maintenance sebagai supervisor, sulit bagi saya untuk melakukan pekerjaan dengan baik. karena sangat langka bahkan tidak ada buku atau referensi. Sehingga kadang kita tidak tahu berbuat apa yang seharusnya. Maka mulailah mencari sendiri2 pengalaman2 baru berdasar logika dan naluri untuk memperbaiki kebiasaan2 lama. Sejalan dengan waktu maka berkembanglah system atau, Tatacara Maintenance (Maintenance Mangement). Mengingat kesulitan saat itu menjadi pemula bekerja sebagai orang maintenance, maka saya ingin menuliskan apa yang bisa saya tulis terutama untuk para pemula, bagi yang ingin menulis juga sangat di harapkan bergabung, bagi yang ingin diskusi/tanya-jawab yang monggo.
    Semoga bermanfaat.