Kerusakan Bearing pada Motor Listrik
Posted on May 21, 2008
Filed Under Bearing |
Kerusakan bearing merupakan peristiwa yang biasa terjadi dari sejak manusia mengenal mesin sampai saat kini, tetapi kadang kita lupa mencari sebab mengapa kerusakan itu lebih cepat dari yang kita perkirakan. Mencari sebab itu yang seharusnya kita kerjakan, kemudian bagaimana cara mencegahnya.
Pelumasan
Kerusakan bearing sangat erat hubungannya dengan pelumasan. Pelumasan saat ini sangat banyak jenis, grade, merk , sintetis, non sintetis. dan cara atau system pelumasan merupakan pengetahuan tersendiri yang harus di kuasai.
Apa sebetulnya fungsi pelumas ? Kita dapat menyimpulkan sbb:
· Membuat lapisan tipis ( oil film ) antara permukaan bagian bearing yang sliding dan rolling
· Menyebar ratakan panas dan juga mendinginkan
· Mencegah pengkaratan permukaan bearing dan poros
· Mencegah masuknya kotoran/benda kedalam sistem. Kita mengenal pelumas oil dan grease (gemok). Kapan atau bagaimana kita harus memakainya?
Kita memakai grease bila:
1. Pelumas harus bertahan diposisinya (tidak berpindah)
2. Bila kesempatan untuk relubrikasi terbatas atau terlalu mahal.
3. Pelumas tidak perlu berfungsi sebagai pendingin atau untuk membersihkan sistem
4. Temperatur tidak lebih dari 200F
5. Putaran/speed rendah (dibawah 5000rpm)
6. Tidak memerlukan proteksi atau seal .
7. Cukup memerlukan bearing tertutup / sealed bearing
8. Mesin / motor yang harus beroperasi dalam waktu yang lama tanpa memerlukan perhatian kusus.
Kapan kita menggunakan oil? Memakai oil jika :
1. Speed/ putaran cukup tinggi
2. Temperature cukup tinggi
3. Terpasang lipseal/ seal oil secara baik
4. Type bearing tidak sesuai untuk pelumasan grease
5. Bearing dilumasi dengan sistem sentral, yang juga untuk pelumasan bagian2 mesin lain.
Penyebab dan Perbaikanya.
Kerusakan atau penurunan performance mesin2 merupakan masalah penting yang selalu harus dicegah di setiap pabrik dimanapun. Dari riset maupun histori pemeliharaan menyimpulkan bahwa lebih dari 50 persen kerusakan mesin2 rotasi yang terutama memakai ball-bearing disebabkan oleh kerusakan bearing. Kerusakan bearing jika tidak segera diatasi dapat menimbulkan kerusakan bagian lain yang lebih besar dan bahkan berakibat fatal yang harus dibayar mahal.
Maka upaya mempelajari sebab2 kerusakan, mengapa terjadi kerusakan premature, meneliti ciri kerusakan, mencari sebab kerusakan, sehingga mampu mentukan cara perbaikan dan pencegahannya.
Klasifikasi Sebab Kerusakan sbb ;
1. Terlalu berat beban Overload
2. Terlalu panas Overheating
3. Pukulan setempat False brinelling
4. Pukulan True brinelling
5. Kelelahan normal Normal Fatigue Failure
6. Pembebanan terbalik Reverse loading
7. Kontaminasi lubrikasi Contamination
8. Kerusakan lubrikan Lubricant failure
9. Korrosi Corrosion
10. Misaligment Misalignment
11. Kendor Loose fits
12. Kekencangan Tight fits
bersambung ke bab lain al: regreasing motor listri, kerusakan akibat…….
Comments
15 Responses to “Kerusakan Bearing pada Motor Listrik”
Leave a Reply
Soemarno Adibroto
Wah ternyata banyak juga ya, best practice yang saya laukukan selama ini belum bener.
Bagus sekali tutorialnya pak, mohon lebih banyak lagi ya
wah,..bagus2 sharing maintenance nya, kita jadi mengerti. mohon ditambah lagi ya pak
Kita sekedar saling bagi pengetahuan dan pengalaman. tentunya masih banyak orang yang lebih perpengalaman tapi belim sempat nulis2. trima kasih
maaf pak sebelumnya saya ingin bertanya sambungan nya tentang kerusakan bering pada motor litrik masih ada ga pak.
JawaB; Coba baca di regreasing motor.
Mas Andi. Kalau anda cari di tulisan/judul2 lain di web ini,sebetulnya sambung-sinambung. bahkan dpt dibuat buku. coba cari di kategori bearing.
dear,pak marno di plant kami pernah kejadian bearing jamp pada motor induksi kompressor 250 kw analisa sampai cekarang blm di dapatkan..tentang greasing motor kami lubang untuk grease standarnya ada di mana?? soalnya waktu greasing bekas grease yang lama keluar dari samping saft motor.
P Andika. mungkin agak jelas jikabaca dibab regreasing motorlistrik. utk sementara ini dari keter.diatas,mungkin perlu dianalisakembali sbb:
1.Bearing jamp,dpt disebabkan oleh.al:grease kering, misalignment,motor tidak dlm center-magnit,dll
2.lubang grease masuk ada diatas dan lub.keluar ada dibagian bawah bearing housing.
3.greasebekas keluar dari samping,saat regreasing, itu sudah gawat. berarti grease sudah masuk ke dalam winding motor harus sgra dibuka, bersihkangrease, dikeringkan.oven,dimegger.
Saya baru bekerja pada perusahaan Bearing dan Seals, tulisan Bapak membantu pengetahuan saya dengan Bearing. Thanks ya Pak marno
Pak, bantu saya mendapatkan pengetahuan lebih jelas apa itu Bearing, manfaat, dan jenis-jenisnya, thanks ya pak.
terima kasih pak??tapi untuk membongkar motor sebesar itu butuh waktu lama pak??sedangkan produksi harus terus berjalan adakah solusi yang lain untuk pencegahan?untuk merger standartnya berapa yaaa?? untuk motor 250kw 4 pole 50hz.380V
SdrAndika.Betulsebelum diputuskan membongkar,hrs diadakan pengukuran/test/pemeriksaan ringan.saat online,ukurtemp.windingbearing,vibrasi,arus&voltage setiapphase,saatstop:megger(lihat tulisan test isolasi)mungkin diteruskan buka kopling->putar rotor dgn tangan->ringan atau berat, kalau berat diteruskan buka bearing.housing sebelah dan intip apa ada grease.ke.dalam winding.
Ohya, kok lupatanya:motor type TEFC(tertutup) atau ODP(terbuka)? yg terbuka, mudah melihat kedalam winding, ada grease atau kotoran2. Berapa lama sudah operasi?
There..Kalau saya tulis disini tentu berlembar2, coba cari di internet dgn kata kunci al: Sliding bearing(sleeve,bushing), rolling bearing(ballbearing,rollerbearing,spericalbearing,nedlebearing dll),tiltingbearing. menurut fungsi:radial,axial.thrust. selamat mencoba
Salam kenal Pak, saya Budi mahasiswa ITS, mohon dijelaskan seputar bearing babbit, berapa nilai clearence yang dijinkan dan standardnya. terimaksih
M.Galatama.Brg babbit dlm teknik juga disebut sliding bearing.lapisan yg memikul shaft terbuat dari lapisan babbit. biasanya utk beban berat. clearence baiasany ditentukan oleh pembuat bearing atau mesin, karena dipertimbangkan putaranya,bebany pelumasanya.tapi bila(manual tdk ada)dlm pengalaman dpt diambil 0.002″ setiap 1″diameter shaft.
Pak Sumarno saya mau nanya mengenai RTD 7 dan RTD 8 yang ada di motor saya bila di tukar apakah ada indikasi temperature atau nilai R/ Resisitornya ? karena ada masalah mengenai batang RTD 8 bengkok sedikit akibat kesalahan pemasangan.
Jawab:
maafsaya tdk bisa menjawab secara exact, krn tdk melihat gbr diagram. suggest sy: periksa gbr dan notasi, apakah RTD7&8 sama fungsi/besaran resistor. jika sama tentunya dpt di tukar. juga misal tandem.