Frequency 50 Hz atau 60 Hz.

Di negara kita Indonesia jaringan listrik PLN memilih frequency 50 Hz seperti juga di negara Asia al: Jepang dan Eropa. Padahal motor listrik yang dibeli atau dibawa Pabrik di Indonesia dari Amerika bertuliskan F=60Hz.
Bagaimana ini?
Frekwensi merupakan salah satu spesikasi sumber tenaga listrik, mesin listrik, motor listrik,alat listrik. Spesifkasi lain yalah tegangan atau voltage. Pemilihan ditentukan oleh standard apa yang dianut negara tsb.    Perbedaan yang dianut kedua standard tsb. Jika NEMA memakai 60 Hz maka IEC memalai 50 Hz. Pemakaian motor 60Hz ke supply listrik 50 Hz tentu ada pengaruh demikian pula sebaliknya. Frekwensi paling berpengaruh pada putaran motor yang disupply tenaga listrik tsb. Kita perlu tahu seberapa besar pegaruh tsb, apa pengaruhnya terhadap faktor daya guna, umur motor dan baik atau buruknya.


NEMA dan IEC
Standard NEMA dipakai di Amerika bagian utara, terutama Amerika Serikat tentunya ditambah negara yang yang memakai tehnologi atau membeli pabriknya dari Amerika Serikat. Sedangkan IEC dianut oleh sebagian negara di dunia selain di Amerika. Disamping standard lain seperti negara Inggris BS2613, Jerman VDE 0530 dan Jepang JIS. Biasanya standard lain mengadopsi IEC yang bersifat metrik.
NEMA singkatan dari National Electrical Manufacturers Association berkantor di Amerika .
IEC , International Electrotechnical Commission berpusat di Eropa.

Spesifikasi Motor
Dibawah ini contoh spesifikasi listrik dari sebuah motor sebagai contoh untuk pembahasan sehubungan dengan pemakaian frekwemsi. Yang sulit dihindari ialah kita membeli motor standard NEMA untuk dipasang dinegara yang memakai standard IEC atau sebaliknya. Sehingga diperlukan pengetahuan tentang spesikasi listril dan spesifikasi mekanis dari kedua standard tsb.

Contoh : Motor 100HP, 230/460 V, 60 Hz,
Pengertian dari spesifikasi tsb, sbb :
· NEMA menuliskan kapasitas dengan horse power, 100 HP sebagai kapasitas atau kemampuan motor menggerakan beban sebesar 100 horse power. Biasanya IEC menyatakan kapasitas dengan KW,  (100 HP = 74,57 KW)
· 230V , winding motor terdiri dari dua set setiap phase dan dihubungkan secara parallel
· 460V, winding motor terdiri dari dua set setiap phase dan dihubungkan secara serie.
· 60Hz, adalah frequency jaringan listrik yang seharusnya tersedia untuk motor tsb.

Effek pada Motor 230/460 V, 60 Hz, jika di pasang pada frekwensi 50 Hz

Frekwensi 50.60 hz
( table tsb. Disalin dari Catalog Leeson Motor)

Memasang motor 60 Hz di Freq 50 Hz
Power-grid di Eropa dan dihampir semua negara lain menggunakan system freq 50Hz, kecuali Amerika bagian Utara menggunakan 60Hz.
Apa efek performance, memasang motor 60Hz pada freq. 50Hz? Apakah cukup aman ?
Jawabnya meragukan “ya” atau mungkin “ya”.

Motor 3 phase 60Hz  dapat dioperasikan cukup memuaskan (sesuai dengan nameplate) pada power supply freq 50Hz jika tegangan/voltage di turunkan sama dengan rasio penurunan frequency.
· Jadi motor 60Hz,460V jika dipasang pada 50Hz,380V akan menghasilkan performance yang memuaskan sesuai nameplate horsepower, dan putaran poros hanya 50/60 dari putaran yang tertera di nameplate. Jadi jika 60Hz ke 50Hz, berarti seharusnya Voltage   5/6x460V=383V
· Motor 60Hz 230V jika dipasang di 50Hz 230V, mungkin tidak memuaskan tanpa menurunkan horsepower sebesar faktor 0,80-0,85. Jadi HP rated beban yang digerakan harus diturunkan, ini hubungannya dengan efek panas yang timbul di winding.

Dengan panduan table tsb, dapat disimpulkan
Motor 100HP, 230V/460V, 60 Hz, 1800Rpm motor winding terkoneksi 230V dipasang pada 220V / 50 Hz akan terjadi sbb:
· Torsi full load diperlukan 120%
· Putaran sinkron stator turun menjadi 5/6 atau 83,3% yaitu 0.833×1800 Rpm = 1500 Rpm
· Arus full load menjadi 115%
· Efisiensi saat full load turun 2%
· Power faktor turun 3-4%
· Locked rotor torque naik dari rated menjadi 130 – 135%
· Breakdown torque, naik dari rated menjadi 120 – 125%
· Arus locked rotor naik dari rated menjadi 106%
· Panas di motor naik menjadi 153%
· Magnetic noise bertambah.
Kesimpulan dari kasus ini bahwa umur motor berkurang karena bertambahnya arus yang berarti bertambah panas.

Motor satu phase
Untuk motor satu phase 60Hz disarankan untuk tidak memasang pada 50Hz. Karena pada umumnya motor satu phase mempunyai sistem starting yang sangat sensitive terhadap frekqensi.
Tetapi memang ada pabrikan yang membuat motor satu maupun tiga phase yang menjamin untuk dapat diaplikasikan pada frekwensi 60Hz/50Hz. Yang terbaik yalah pilihlah motor sesuai dengan spesifikasi aplikasi.

(bersambung dan dalam editing…….)

4 Responses to Frequency 50 Hz atau 60 Hz.

  1. Purnomo says:

    Tambah pengetahuan

  2. You’re really a excellent web marketer. The web page filling swiftness is unbelievable. It appears that you do virtually any exceptional technique. Moreover, The articles will be masterwork. you will have completed an exquisite task for this make a difference!

  3. sukarmo says:

    seiring dengan kemajuan ilmu pengetahuan spt yang bapak sampaikan saat ini memang banyak motor yang dibuat multi connection & multi voltage serta frequency bisa 50/60 hz,kami punya mtr tsb dan sekarang running kontinyu
    Petanyaan saya: 1.dari mana bapak mengambil rumus kesimpulan yang bapak sampaikan dalam penjelasan diatas?
    2.Untuk motor listrik kelas F,berapa temperature maksimum yang diijinkan untuk running kontinyu tanpa mempengaruhi usia belitan motor? (standart man yang dipakai terimakasih atas penjelasannya
    salam,sukarmo bontang
    JAWAB : bisa di cari di artikel EPRI

  4. Walter Freddy Aritonang says:

    Terima kasih pak untuk Infonya,.. Sangat membantu sekali.
    jawab: silahkan jika ingin menambah2 artikel utk semua.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>