Kerusakan Karena Kendor

Ada dua kasus al:
Inner bearing longgar terhadap poros, inner-race mudah dimasukan keporos (interference fits longgar ),
Outer bearing longgar terhadap rumah bearing.
keduanya mengakibatkan hal yang  buruk sekali.

Akibatnya yang terjadi yalah
· inner bisa berputar relative terhadap shaft,
· timbul karat / fretting diarea antara  shaft dan inner race.
· Freeting bersifat abrasive mengakibatkan memperbesar gap, sehingga memperbesar kelonggaran secara terus-menerus
· Jika longgar sudah besar mengakibatkan: inner berputar di shaft, posisi bearing sudah berubah, timbul aus, panas noise dan vibrasi.
Sama akibat jika outer longgar

Tanda2 kerusakan seperti gambar dibawah, lintasan ball di inner race sangat lebar. Lintasan di outer tidak sejajar seperti misalignment.
Kendor
Gambar diatas longgar pada poros.

 Loose fit
Gambar diatas jika outer longgar terhadap temapt bearing

Perbaikannya.
Shaft harus di ganti atau direkondisi sehingga antara bearing dan shaft sligtly fit. Lihatlah clearence yang tepat pada tabel interference fits / clearence bearing , karena besar bearing menentukan harga tsb
Rumah /temapt bearin harus di rekondisi agar cukup persisi sebagai temapt dudukan bearing.
Misal : bore inner sama dengan diameter shaft, maka cara memasangnya harus memanaskan bearing

19 Responses to Kerusakan Karena Kendor

  1. Sadoro says:

    Yth Pak Soemarno,
    Saya punya problem vibrasi pada mesin Blower/ID Fan.
    Diameter Impeller : 3100 mm
    Speed : 1000 Rpm (16,6 Hz)
    Penumpu : Spherical Roller Bearing 22240CC/W33
    Motor : 3700 KW
    Kronologinya sebagai berikut : Selama 5 th pertama alat ini relatip aman dengan vibrasi 0,5 – 1,2 mm/s RMS, karena posisi bearingnya yg terbuka bearing ini sering mengalami Overheating karena pelumasnya terkontaminasi oleh air hujan sehingga bearingnya pun sudah beberapa kali diganti. Setelah bearing diganti muncul masalah baru yaitu Amplitudo Vibrasi yang cukup tinggi (sekitar 9 mm/s pada pengukuran Axial, arah Radial relatif lebih rendah, <3mm/s)
    Berdasar data dari spectrum vibrasi dominan muncul pada 135,5 Hz atau BPFO dari bearing 22240, saya tidak yakin kalau Outer race nya yang cacat karena sudah beberapa kali bearing diganti, spectrum vibrasinya tetap seperti itu. yang ingin saya tanyakan : Selain cacat pada Outer Race kemungkinan kerusakan apa yang menyebabkan amplitudo sangat tinggi muncul pada arah Axial dan pada Frekuensi BPFO?? atas bantuanya saya ucapkan banyak terimakasih…….maturnuwun sanget…

  2. soemarno says:

    MasSadoro.
    sebetulnya yg pertama hrs dilakukan,mengupayakan jangan kena air hujan (diakali/redesign)coba karim foto/drwg mngkn bs berisaran.Investivigasi:impeler apakah sdh bersih,dibalance.bearing, housing apkh masih fit, run out impeller apakh masih center.apakh coupling masih mengakomodasi axial clearence bearing. axial clerance bearing besar?

  3. Mirza Aminudin says:

    bp. soemarno saya ingin menambahkan sedikit untuk bp. sadoro.
    maaf pak sadoro, sebaiknya bapak coba periksa spectrum dari motor sebelum di coupling, karena lemungkinan axial tertinggi unuk blower mengunakan sperical bearing adalah center magnetic rotor motor tidak rata, sehingga rotor mengalami gaya tarik axial menuju center magnetnya. karena motor sebesar itu mayoritas menggunakan bearing type NU untuk radia dan ball bearing untuk axial (bearing axial biasanya bebas dari radial housing). untuk beberapa hal saya pernah menemukan kejadian seperti ini di BOSOWA Plant. ( Motor ABB 11KV. 2500 KW ).
    Untuk beberpa hal bagian blower perlu juga di periksa center dari turbulensinya, kadang kala blower jika mengalami axial yang besar membuat center blower tergeser dari separasi inletnya (Timbul suara siulan pada blower saat berputar)turbulensi dominan menghasilkan gaya axial besar karena center blower separasi tidak berada pada posisinya. jika bapak ingin saya memeriksa kirimkan data spektum ke email saya (mirza_slash@yahoo.co.id) saya akan mencoba membantu pak.

  4. Mohammad Hasan says:

    Bp Sumarno yang terhormat. Salam kenal. Saya ada sharing sedikit, mungkin bapak bisa membantu. Saya ada masalah seperti hal diatas.
    Spesifikasi Compressor kami :
    - Kapasitas 250 KW
    - Type bearing DE NU 322 C3 (Roller Bearing)
    - Type bearing NDE 6322 C3 (Ball Bearing)
    Saat ini running hournya masih 10250-an
    Awalnya ada indikasi noise pada motor DE compressor kami. Pengecekan secara vibrasi,temperatur,voltage (tiap 2 minggu) kami lakukan dan hasilnya masih dalam kondisi yang standard. Setelah dilakukan investigasi ternyata inner bearing berputar relatif pada shaft.Kondisi sekarang shaftnya juga berkurang secara dimensinya, dan pada inner bearing terdapat crack.
    Yang saya tanyakan :
    1. Apa penyebab inner bearing berputar relative pada shaft?apa bisa disebabkan karena proses alignment yang tidak presisi atau memang kondisi diameter shaftnya out of tolerance sejak awal, jika iya, mengapa bisa terjadi?Bagaimana cara supaya tidak terulang lagi,preventive/predictive maintenance-nya?
    2. Apakah penyebab dari inner bearing yang crack?
    3. Jika shaft perlu rekondisi (metal spray), adakah referensi berapa standard hardness yang direkomendasikan supaya bisa dipastikan material shaft dalam kondisi yang baik dan layak operasi normal?
    4. Apa maksud C3 pada type bearing?
    5. Apakah harus sama ataukah boleh berbeda antara bearing DE (Roller bearing) dan bearing NDE (Ball Bearing) dalam satu motor kompressor
    Mohon bantuannya bapak, semoga amal bapak dianggap sebagai ibadah oleh Allah SWT
    Best Regard,
    Mohammad Hasan
    Jawab:
    1.bearti iner longgar, shaft daerah bearing mengalami freeting/karat. mungkin sejak awal. sebab lain mungkin oil ada air.
    2.iner bearing crack, mungkin tidak crack tapi karat/freeting
    3.recondisi , setidaknya sama dengan aslinya.
    4. C1 Bearing internal clearance smaller than C2
    C2 Bearing internal clearance smaller than Normal
    C3 Bearing internal clearance greater than Normal
    C4 Bearing internal clearance greater than C3
    C5 Bearing internal clearance greater than C4
    5. pemilihan rooler atapun ball, berhubungan dgn jenis beban, shg jngn diganti tipe.

  5. rifian sjarief says:

    Pak Soemarno, saya ingin menanyakan bagaimana cara mengatasi rumah bearing yang longgar. Dari hasil pengukuran didapatkan perbedaan antara outer bearing dengan rumah bearing sebesar 0,04 mm. Bearing yang dipakai adalah 6309 ZZ/C3. Terlebih dahulu terima kasih atas petunjuk Bapak.
    Jawab: apakah rumah bearing belahan atau bentuk bore?

  6. rifian sjarief says:

    pak Soemarno, tambahan informasi tentang rumah bearing, rumah bearing-nya berbentuk bore. Saya sangat menantikan petunjuk dari pak Marno, terlebih dahulu saya ucapkan terima kasih.
    jawab: berapa diameter dlm? apakah bisa di build up atau rebushing? tapi memang hrs dikerjakan dgn acurasi tinggi.

  7. rifian sjarief says:

    Pak Marno, terima kasih atas petunjuk pak Marno mengenai cara mengatasi rumah bearing yang longgar. Saya lebih cenderung untuk di rebushing, karena takut pecah kalau diisi las dulu. Saya hanya perlu mencari bengkel bubut yang bisa bekerja dengan akurasi tinggi/presisi. Sekali lagi terima kasih pak.
    Baru saja saya men-transfer ke rekening Bapak yang di BCA Rp. 50.000,00. Maksud saya, saya ingin membeli buku “name plate” dari Pak Marno.Yang men-transfer beli buku tsb. anak saya : Fithria Wiraksini dari Mandiri Cab.Padang.
    Kalau bapak sulit mengirim file dengan Yahoo, bisa bapak kirim ke : sjarief.rifian@gmail.com.
    Salam saya untuk keluarga pak Marno.

  8. h. mulyadi says:

    Terimakasih pak Soemarno, sehingga sy bisa sharing dengan bp, semoga bp sehat selaloe.
    jawab: alhamdulillah, amin, trima kasih atas doanya.

  9. Mujiburrahman says:

    Mohon maaf, numpang nanya, apa ada yg punya literatur untuk analisa spektrum vibrasi untk menentukan gejala kerusakan yang mungkin,.. salam.

  10. Septi Indriyani says:

    Ass ..Salam kenal pak sebelumnnya . Saya mahasiswa pak . Sehabis saya melihat coment yang masuk saya sangat tertarik dengan usaha bapak berbagi ilmu kepada orang bang . Ada 2 hal yang saya ingin tanyakan pak . 1) Pada proses pemasangan bearing apa penyebab yang paling dominan yang menyebabkan bearing tersebut bisa kendor pak ?
    jawab: mungkin pemakaian alat pemasangan bearing dgn alat yg tidak tepat.
    2) Apa yang menyebabkan bearing noise pak ? Dan adakan alat pengecekan bearing noise pak . Sebelum rotor di gabungkan dengan motornnya ?
    jawab: jika masang bearing dgn benar pasti tidak terjadi noise. tapi setelah jalan ada noise itu banyak sebabnya. sebaiknya ikuti prosedure dgn benar.
    terima kasih banyak atas kesediaan bapak untuk berbagi ilmu ..

  11. josep febrinater says:

    salam kenal pak Soemarno,
    untuk pelumasan bearing, gimana caranya menentukan interval regreasing (weekly / monthly) dan berapa quantitynya? ada tidak referensi yg bisa jadi acuan kita untuk menentukannya?
    Sebelumnya trim’s untuk bantuannya pak…
    jawab: di web ini ada artikel mengenai yg ditanyakan. seilahkan di cari

  12. rizky rionando says:

    dear pak soemarno,
    saya ada masalah rating panas pada housing bearing bagian depan motor listrik…
    dan menggunakan bearing nu 217 ecm c3
    panas yg timbul setelah pengetesan selama 30menit naik sampai 90°c
    hasil vibrasi test motor tsb menunjukkan hasil yg bagus 2’1mm/s peak
    sudah saya cek semua keadaan housing,shaft dalam kondisi tight fit serta rotor sdh d balancin maupun round out, akan tetapi masih terjadi kenaikan panas yg signifikan pada housingb bearing bagian depan motor tsb, dan tolong jelaskan mengenai center magnetic rotor terhadap panas pada bearing… terima kasih
    jawaB; depan itu bearing yg dekat dengan kopling atau ujung luar motor? apakah alignment sudah sesuai? apakah bearing yg berdekatan mesin yg digerakan juga panas? coba c3 itu sesui dengan originalnya. c3 itu menunjukan clearence. setiap motor setelah jalan timbul medan magnit di rotor dan stator.itu saling mengikat utk rotor tetap pd posisisnya -> magnetic center itu

  13. rizky rionando says:

    terima kasih pak marno, problem yg di atas sudah solved dikarenakan cover bearing bagian depan bergesekan dgn shaft rotor.
    akan tetapi saya masih ingin menanyakan tentang magnetic center,
    apa saja ciri2 rotor tidak berputar pada posisinya… dan apa akibat yg ditimbulkan?
    terima kasih
    jawab: semua motor berputar pd magnetic center, karena tunduk hukum magnet. sisi mechanis yg harus disesuaikan, agar tidak berakibat buruk. misal bearing, coupling, seal/labyrinth, thrush bearing kalau pakai, harus mengikuti posisi center rotor.

  14. rizky rionando says:

    apakah akibatnya apabila posisi rotor lbih maju 4mm dari posisi stator….??

    • jupiter says:

      salam
      to rizky,skdar mnmbahkan
      ada kmngkinan axial dan vibrasi menjadi naik pada stator karna magnetic center yng berubah
      untuk cover bearing yng bergesekan dengn shaft coba cek shit bearing/housing bearing

  15. Addinul ichsan says:

    Dear Pak Soemarno
    Saya ada masalah dengan pemasangan bearing motor. Outer race dan bearing housing nya longgar. Antara bearing housing dan outerrace nya sendiri terdapat bushing. Pertanyaan saya, lebih efektif mana saya menambah daging pada bushingnya (misal dengan thermal spray) atau dengan mengganti bushingnya, mengingat saya belum mengetahui tempat penjualan bushing tersebut. terima kasih
    Salam Addinul
    jawab: auter race dan baearing haousing itu harus persisi, diameter dan centernya(tidak exentric). berapa besar bushing? risiko lebih kecil mengganti bushing, jika metalizer ada kemungkinan saat remachining bisa tidak center, juga ada risiko mengelupas.

  16. Agus Mulyono says:

    Pak saya lahir di Blora juga, saya pernah berprofesi di maintenance juga tapi sekarang banyak mendesign pabrik
    jawab: bagus, hebat. pabrik apa yg didesign. maju terus, belajar terus agar menjadi yg lebih baik.

  17. andik says:

    perbedaan bearing type DE dan NDE ?
    apakah dia satu jenis bearing atau dia bearing yang berbeda
    jawab: untuk bearing motor listrik, kalau motor horizontal bisa sama typenya, kalau motor vertical bisa tidak sama. kalau pompa tentu tidak sama, satu bearing radial yg satunya bearing thrust.

  18. Shocheh says:

    Pak mau nanya,
    Berapa tepatnya untuk stabilnya magnetic center sebuah motor dengan menggunakan sleeve bearing pada DE & NDE , karena di lapangan ada temuan Rotor sebuah motor terus bergerak maju – mundur terus tidak bisa menempatkan magnetic centernya, yang saya tanyakan berapa waktu magnetic center bisa stabil? Makasih.
    jawab: umumya jika motor sdh jalan full/normal ,magnetig center sdh tetap/stabil. jika demikian perlu di cari penyebab mungkin dari luar motor. misal itu gerakan darimesin yg digerakan ( misal pompa) dan tidak di akomodasi dari floating (axialnya) koplingnya, periksa axial movement yg digerakan dan axial copling. gerakan axial mesin yg digerakan tidak boleh menarik/mendorong rotor motor.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>