Pelumas rusak

Lubrikan adalah bahan dan bagian paling pokok dari proses kerja bearing, lapisan tipis lubrikan (oil film) harus selalu ada diantara ball , cage, inner race dan outer race, yang berfungsi menghilangkan gesekan dan pendinginan. Kerusakan lubrikan berakibat hilangnya atau rusaknya oil film berakibat kerusakan bearing.

Sebab Kerusakan lubrikan :
· Kontaminasi dengan kotoran/debu/partikel
· Kontaminasi dengan air, kondesasi udara, cairan2 lain.
· Tercampur dengan lubrikan lain yang tidak kompatibel
· Panas berlebih (overheating) saat dioperasikan, kemudian temperature lubrikan berlebihan, sehingga sifat lubrikasinya hilang, achirnya panas naik terus.
Gambar ……B. Indikasi kerusakan , ball dan race nya berwarna biru atau coklat hampir sama dengan kerusakan akibat overheating.
Gambar ……A indikasi kerusakan akibat kontaminasi.

ContaminatinLub rusak

Beberapa cara untuk mencegah kerusakan lubrikasi al :
Jika menjimpan pelumas, jangan biarkan drum penyimpan pelumas terbuka, meskipun dalam ruang tertutup. Jika drum dilapangan terbuka, jangan letakan drum menghadap keatas, atau harus ditutup dengan penutup yan tahan sobek.
Pada mesin, harus selalu dipastikan “breather” masih berfungsi dengan baik. untuk mencegah masuknya kelembaban dan kontaminan lain.
Harus selalu di adakan pemeriksaan/test kondisi lubrican (untuk reservoir dgn isi besar). utk reservoir kecil perlu diganti secara regular.
Jangan menambah/mencapur lubrican yang berbeda merk.
Pilihlah viscositas yang sesuai pada pemakaian tertentu.

6 Responses to Pelumas rusak

  1. arifin says:

    Selamat sore pak, met kenal. saya tertarik dengan forum bapak. saya punya exh fan dengan dua housing bearing dengan diameter impeler +/- 100cm, temperature saat operasi rata2 75 s/d 80*C. 1. Temp tersebut normal tidak? 2. Dalam satu housing bearing saya menambahkan grease (gemok) yang berbeda brand, apa itu bisa menyebabkan panas pada housing bearing? terimakasih.

  2. soemarno says:

    P Arifin.1)temperatur tsb masih dalam kategori normal, tapi kalau bisa diturunkan sedikit, mungkin kebanyakan grease.2)tidak direkomendasikan beda brand masuk jadi satu. sebab,kemungkinan thickener grease beda brand beda materialnya, sehingga mungkin ada efek reaksi merusak,mis malah jadi keras

  3. yahya says:

    pak saya mo nanya feeler gauge pada bearigs diapplikasikan dimana? thanks

  4. soemarno says:

    Yahya. feeler gage utk mengukur clearence/suaian. tapi ini kurang baik karena bisa membuat luka bearing. masdih ada metode2 lain yang lebih baik.

  5. ezra says:

    pak, punya refrensi sumber gak pak buat analisa saya ini .saya mau analisa dampak dari pelumas yang terkontaminasi air terhadap umur dari bearing yang dilumasi, dan juga rugi gesekan yang terjadi pada bearing. .punya refrensi ttg itu tidak pak.?
    tipe bearingnya roller bearing.
    jawab: jika lub oil ada air,->oil film menjadi tipis,-> timbul gesekan roller dgn race-> panas -> aus-> umur pendek. referensi ya banyak

  6. wahyudi says:

    saya memakai bearing type 32020x untuk di pakai pada chock work roll di proses rolling aluminium foil itu sering rusak bahkan sampai macet pelumasan memakai sistem pengabutan dengan speed 280 m/menit dengan pelumas merk oil samist.
    jawab: maaf saya tidak bisa berkomentar apa2, karena saya tidk melihat atau tahu sistem kerja spt apa. lokasi dimana ?

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>