Voltage unbalance penyebab over heating

Voltage tidak balance
Voltage Unbalance artinya voltage yang tersedia di ketiga phasenya tidak sama, ini dapat terjadi di sistem distribusi dimana saja. Ini dapat menimbulkan problem serios pada motor dan peralatan2 listrik dengan sistem induksi tiga phase. Memang kondisi balance secara sempurna tidak akan pernah tercapai, namun harus diminimalkan.

Kondisi unbalance lebih sering disebabkan oleh variasi dari beban. Ketika beban satu phase dengan phase lain berbeda, maka saat itulah kondisi unbalance terjadi. Hal ini mungkin disebabkan oleh impendansi, type beban, atau jumlah beban berbeda satu phase dengan phase lain. Misal satu phase dengan beban motor satu phase, phase lain dengan heater dan satunya dengan beban lampu atau kapasitor.   

Menghitung unbalance :
NEMA  (MGI) part 14.35 memberikan cara menghitung unbalance :

V % Unbalance = 100% x Selisih maximunm voltage dengan voltage rata2 dibagi  voltage rata2

Contoh:
Misal phase  : X  = 380V      Y=  400V         Z = 390 V
Voltage rata2     = ( 380 + 400 + 390 ) : 3     = 390 Volt
% Unbalance      = 100% x (400 – 390) : 390  = 2,56 %

NEMA memberikan rekomendasi : motor dapat dioperasikan secara normal pada kapasitas rated jika unbalance voltage tidak lebih dari 1%.
Contoh diatas aunbalace mencapai 2,56% Maka contoh diatas tidak direkomendasikan untuk supply ke motor, sebab motor akan cepat rusak.
Kondisi Unbalance disebabkan antara lain oleh kondisi beban secara keseluruhan system, dimana beban satu phase tidak sama dengan phase yang lain, sehingga impedansi dari beban2 tsb. tidak sama phase satu sama lain. Atau juga impedansi sebuah motor tidak sama phase satu dengan yang lain.
Sebab lain al :
· Unbalance dari power supply
· Taping di trafo tidak sama
· Ada trafo single phase dalam system
· Ada open phase di primer trafo distribusi
· Ada fault atau ground di trafo power
· Ada open delta di trafo-bank
· Ada fuse-blown di 3 phase di capasitor bank ( capasitor untuk perbaikan power factor)
· Impedance dari konduktor power supply tidak sama.
· Unbalance distribusi / single phase load ( lighting)
· Heavy reactive single phase load. Misal : mesin welder.

Kondisi unbalance adalah yang paling umum mempunyai effek merusak pada motor listrik. Efek ini juga dapat disebabkan oleh power supply wiring, transformer dan generator.
Unbalance voltage pada terminal motor mengakibatkan unbalance arus phase sebesar 6 – 10 kali persen unbalance voltage pada motor dengan beban penuh (full load)

Contoh :
Jika unbalance voltage sebesar 1% maka unbalance arus bisa mencapai sekitar 6% s/d 10%.
Dari contoh itu menimbulakan overcurrent atau arus berlebih dan menimbulkan overheat, umur menjadi pendek dan kemudian bisa terbakar.
Akibat lain pada motor  yaitu arus locked rotor di winding stator (yang sudah relative tinggi) juga menjadi unbalance sebanding dengan unbalance-nya voltage, putaran juga cenderung turun demikian juga torsi. Jika unbalance voltage cukup tinggi maka putaran tsb sehingga motor tidak  sesuai dengan pemakai , karena putaran rated tidak dapat tercapai
 
Berikut Tabel ilustrasi efek dari voltage unbalance dari Motor 5 Hp, 3 phase, 230V , 60Hz, 1725 Rpm dan service faktor 1.

Tabel unbalanc

Jika dilihat dari tabel dapat dibandingkan sbb :
* kondisi unbalance voltage 0,3% menimbulkan unbalance arus  sebesar 0,4% dan belum ada kenaikan temperature
* kondisi unbalance voltage 5,4% menimbulkan unbalance arus  sebesar 40% dan ada kenaikan temperature 40.C

Akibat dari unbalance voltage hampir semua  kerusakan terjadi pada isolasi winding. Umur isolasi winding berkurang separonya  setiap kenaikan temperature 10C .  Dari kolom tiga terlihat unbalance 5,4% mengakibatkan kenaikan temperature sebesar 40C dan umur yang bisa diharapkan hanya sekitar 1/16 dari normal. Motor dengan service faktor 1,15 dapat bertahan dengan unbalance voltage 4,5% tetapi tidak dioperasikan diatas rated  Hp nameplate.  Jadi unbalance 5.4% terlalu besar, dengan akibat yang sangat buruk.
  Dibawah ini grafik illustrasi kenaikan % kerugian dan panas di motor sehubungan  dengan % unbalance.

                  Losees mtr via unbalace

Gb:diatas
Contoh: Dari grafik dapat dilihat bahwa jika unbalance voltage sebesar 5%, berakibat panas meningkat 50% dan looses dalam motor meningkat 37%. 

Sebuah motor sering dioperasikan terus-menerus dengan kondisi voltage unbalance, tentunya efisiensi menjadi berkurang. Berkurangnya efisiensi diakibatkan oleh naiknya arus listrik ( I ) dan resistansi ( R ) karena panas. Kenaikan I dan R berkontribusi pada kenaikan panas.
Kesimpulan dengan bertambahnya looses, panas ikut naik dan karena panas I dan R naik, sedemikian sehingga panas naik terus tidak terkendali hasilnya deterioration pada winding bahkan failure winding mudah terjadi.

Overheating
Jika motor hanya satu phase saja yang berfunsi pada motor 3 phase akan berakibat motor “overheating”, karena arus menjadi sangat besar sedang kemampuan output turun. Ketika motor beroperasi dibeban penuh sedangkan yang berfungsi hanya 1 phase maka motor mengalami “stall” kemudian stop atau mandeg. Dalam kondisi stall timbulah arus listrik yang sangat besar (overcurrent) dan menghasilkan kenaikan panas yang besar dan cepat. Jika proteksi motor tidak bekerja maka kerusakan stator dan rotor akan hangus (overheating).
Proteksi seharusnya dipasang disetiap phase agar lebih aman.
Langkah pertama test unbalance voltage yaitu dengan mengukur tegangan antar line di terminal mesin. Juga ukurlah arus di tiap phase, karena arus unbalance bahkan dapat mencapai 6 -10 kali lebih besar dari unbalance voltage. Ketika start gagal kemungkinan besar karena arus listrik hanya berfungsi satu phase. 
Unbalance voltage kebanyakan disebabkan oleh distribusi beban tidak sama satu phase dengan phase lain, cara memperbaiki ialah dengan mengurangi beban phase yng ketinggian dan menambahkan beban pada phase rendah, sehingga menghasilkan beban yang sedapat mungkin balance.
Beban yang paling umum pada satu phase ialah dari beban penerangan (lighting) dan mesin las (welder). Juga perlu di periksa fuse pada capasitor bank ( power factor improvement capasitor).
Cara lain yang merupakan keterpaksaan ialah “derating” motor atau harus menurunkan rated motor. Ketika unbalance voltage melebihi 1% maka motor harus derating agar motor dapat dioperasikan dengan baik.

Derating
NEMA memberi petunjuk dengan membuat kurva, terlihat bahwa unbalance maximum 5% dan derating 75% dari Hp nameplate.

 Votace unbalanc 
Gb :        Kurva NEMA, unbalance vs derating

Didalam plan bisa terjadi kondisi voltage tidak balance. Menurut NEMA MG-1 section II & IV bahwa kwalitas voltage merupakan fungsi tidak balance voltage dan kerusakan. Sehingga agar motor dapat berumur panjang harus di turunkan beban/derating
Misal :
· kondisi unbalance 4%, beban harus diturunkan menjadi 82% Untuk motor 100Hp maka harus diturunkan menjadi 82 Hp
· Kondisi unbalance 5%, beban diturunkan menjadi 75%

Automatic voltage regulator (AVR) dapat digunakan untuk mem- perbaiki kondisi undervoltage dan overvoltage, sama halnya dengan unbalance. Sebagai peralatan active-device, AVR bekerja secara otomatis meperbaiki fluktuasi voltage. Alat ini banyak digunakan untuk proteksi terhadap kondisi fluktuasi voltage. 

Terlalu sering Starts & Stop
Ketika motor distart, motor memerlukan arus start yang sangat tinggi, mungkin dapat mencapai beberapa kali atau lebih dari 5 kali. Arus tinggi menimbulkan panas dan thermal shock, sehingga jika ini dilakukan ber-kali2  dan tanpa ada jedah waktu, maka berakibat sangat buruk terhadap winding motor, overheating. Sehingga sangatlah perlu mendapat perhatian serius perihal start dan stop semua motor listrik agar kerusakan fatal dapat dihindari.
(lihat tulisan Start & Stop)

 

 

58 Responses to Voltage unbalance penyebab over heating

  1. yulianto says:

    Assalamualaikum, Pak saya minta penjelasan lagi :
    1.Motor 22 kw untuk putar agitator yang terhubung dengan gear box. Jika Rpm agitator 21.1 rpm akan saya turunkan menjadi 12.5 rpm , apakah ada saving energy listrik motor ?
    2. Apakah ada graph load Vs Effisiensi motor? Saya tunggu tanggapannya.terima kasih .yulianto

    • nasrun says:

      terima kasih banyak atas ulasannya pak. berapa lama unbalance voltage yg diijinkan diatas 1%.
      adakah kurva karakeristik unbalance voltga versus waktu yg diijinkan terima kasih
      jawab: mungkin ada. coba cari di beberapa sumber.

    • Yosie A says:

      Selamat Siang Pak Soemarno
      Pengalaman saya adalah ditempat saya setiap hari PLN sering black out dan dan saya sebagai teknisi listrik sering melakukan swith over dari PLN ke Genset atau genset ke PLN jika keadaan listrik kembali normal dengan mematikan atau menghidupkan TRAFO distribusi untuk diketahui trafo ini ditempatkan didalam atau SubStation dan spesifikasi trafo 2.5 MVA 20KV/400V
      Pertanyaan : apakah trafo yang hidup mati dapat merusak TRAFO atau berbahaya terbakar tolong diterangkan PAK
      jawab: setiap start ada kenaikan arus start ini tentu ada pengaruh (ther schok). menurut referensi start-stop perlu ada jedah waktu. kalau memang tidak bisa dihindari–>akan start trafo sebaiknya matikan dulu beban2 yg besar, baru kemudian start lagi satu-demisatu. mungin ada pembaca lain yg ingin memberi saran silahkan.

  2. soemarno says:

    Waslm.ww.
    Pertanyaan diatas belum dijelaskan cara menurunkan rpm. Prinsipnya gearbox itu hanya sebagai transfer load. dan berapa besar load itulah yang menentukan besar ampere, berapa % dari KW atau Hp motor. coba dengan buka buku rumus ratio gearbox dan hitung berapa outputnya. sedang load agitator, apa bisa dihitung, apakah konstan/berubah2?
    Grafik ada di mengganti motor 100KW/75KW.

  3. Ariadi Wisnu Sukendar says:

    Aslm. Pak, sy mau menanyakan masalah AVR (Automatic Voltage Regulator). Bagaimana cara menghitung kenaikan tegangan 20 kV setelah dipasang AVR di suatu jaringan A3C 150 mm2. Saya menunggu tanggapan dari bapak. terima kasih……..

  4. soemarno says:

    P Ariadi.Prinsipnya hrs tahu perilaku beban dahulu, berapa drop teg.pd beban puncak dan beban minimum. Dan hrs ditentukan dulu berapa teg.referensi yg diinginkan dan besar teg.step tiap taping dari trafonya. (share P.Ratmono)

  5. andika says:

    pak,untuk starting motor way – delta untuk mengukur jarak antara way ke delta standartnya brapa???apa ada perhitungan khusus mengenai lama waktu pindah dari way ke delta????

  6. Fajar says:

    Sembah sungkem Bp.Soemarno, Mau nanya, apa pengertian ,penyebab, efek & cara mengatasi unbalance voltage & current?? Saya tunggu tanggapan dr Bapak…Terima kasih. Best Regards,

  7. soemarno says:

    MFajar.pengertiannya besar arus&voltage itu saat motor jalan diukur tdk sama besar ditiap phase(baca art.diatas).usahakan jumlah kw/susunan/pembagian semua beban hrs diusahakan sama di tiap phase di plant/pabrik .

  8. fandi says:

    pendapat anda sangat bermanfaat pak…. matur nuwun sanget…. pak saya mau tanya apakah motor asinkron bisa digunakn untuk memutar generator singkron, keuntungan dan kerugian, sebab dan akibatnya….. matur nuwun…..

  9. soemarno says:

    Fandi.saya tdk tanya utk apa/kenapa gen sinckron di putar dgn mtr asinchron. gen sinkron dpt di putar dgn apa saja. kasus ini putaran singkronnya gen ada pd putaran yg dikeluarkan oleh penggerak.

  10. Sahlaa says:

    Dear Pak Sumarno. Saya mau tanya seputar unbalance. Kemarin saya melakukan pengecekan pada beberapa distribution board menggunakan tang ampere. Kalau saya ukur, untuk tegangan dan ampere dari setiap line hampir tidak ada masalah (unbalance <2,5%), namun yang saya herankan adalah cos phi dari setiap line tersebut berbeda-beda. Ini menyebabkan dari sisi kapasitor bank kami, walaupun regulatornya menunjukkan angka 0,98 lag, kami masih terkena denda dari PLN untuk kVArh nya per bulan.
    Data-data power factor per line dari beberapa distribution board yang saya check adalah R=0,45 lead, S=0,96 lag, T=0,58 lead. Rata-rata bebannya adalah motor AC.
    Menurut pengalaman Bapak, ini disebabkan karena apa ya? Dan sebaiknya untuk memperbaiki power factor jaringan saya ini bagaimana?
    Mohon arahan, bantuan dan bimbingannya. Terima kasih.
    JAWAB:
    seharusnya cos phinya imbang,mngkin perlu di invetarisasi beban perphase, dan diimbangkan atau masing dikoreksi dgn capasitor bank.

  11. Sahlaa says:

    Dear Pak Sumarno, terima kasih atas jawabannya.
    Hal tersebut sedang kami lakukan. Namun, kemarin pada saat saya dilapangan, pada saat melakukan pengukuran di load secara langsung (load ini berupa motor listrik AC 3phase), ada terjadi unbalace lagi di sisi power factornya, untuk voltage nya tidak terlalu jauh, selisihnya maksimal 3VAC dari range kerja 380VAC. Menurut Bapak, apa yang salah dari load ini? Apa yang sebaiknya saya lakukan? Terima kasih.
    jAWAB: Pf jaringan di tiap phase tergantung dari jumlah vector semua tahanan pd total load di masing2 phase (total R, tot RXl ,tot RC) yg mungkin tidak sama. jadi mesti diurut jenis bebanditiap phase, selain motor adakah beban yg bersifat kapasitive, konduktive yang tidak imbang.

  12. imam says:

    mnta tlg pak,study kasus saya jaringan distribusi 20 KV dg panjang 33 KMs konduktor A3C S 3 x 150 mm,setelah saya hitung & simulasikan dengan ETAP 4.0 terjadi drop tegangan di ujung jaring / end user 12% atau turun 3 KV,bgaimana menjadikan tegangan di end user tsb menjadi 19 KV dg tanpa memperbesar Konduktor(krn faktor ekonomi)?matur suwon atas tanggapannya

  13. dd says:

    mohon dibantu, motor 147 kW ada 5 dipasang parararel untuk pompa air 100 l/s, pada saat dioperasikan 3 unit & 2 stanby salah satu motor yang beroperasi trip dan indikator pada cu 3 muncul curent unbalance. saya ukur tegangan sumber ketiga soft star motor RS=385, RT=385, ST=395.Nah kira-kira kenapa yang trip kok hanya salah satu saja kenapa tidak semua trip.
    Jawab:
    Maaf jika jawaban ini tidak pas, karena saya tidak tahu persis kondisinya dan data. perkiraan kondisi motor stator yg trip tidak fit (coba ukur tahanan tiap phase).

  14. Suharto says:

    dear untuk pak Sumarno
    Saya punya elektro motor yang sudah digulung dengan data dinameplate 79 ampere dengan 380 V, 1459 Rpm dengan memakai overload dipakai range 63 s/d 80 A dengan current transistor 100/5A overload diajust 71 pada panel ketika distart elektro motor arus yang ada di panel 48 A dengan tang ampere tapi dielektro motor menunjukan 70 Ampere temp elektro motor naik. apa yang menyebabkan terjadinya naik temperatur elko tersebut dan bagaimana solusinya agar arus yang mengalir sama dan laju kenaikan temperatur dapat ditekan. terima kasih pak nyuwun sewu.
    Jawab: penyebab temp naik, electric: ampere tinggi (melebihi batas mampu kawat), rugi histiris (akibat bongkar kawat dgn di panasi). mekanis : lubrikasi, gesekan, rotor tdk sentris.

  15. hadi gunawan says:

    Pak Sumarno Yth,
    apakah perbedaan antara cos phi dan power factor
    Jawab: sama, lebih prof sebut saja power factor. saya baru saja pulang dari Jl Bukitasam, odhy.

  16. Taslim says:

    Pak Mau tanya kemarin di plant kami ada masalah (black out) penyebabnya karena feeder yang mensupply batubara (coal) trip, setelah di analisa berdasarkan waktu kejadian penyebabnya (mungkin) karena voltage unbalance yang timbul karena 2 fuse putus pada di breaker yang tidak satu MCC dengan coal feeder itu, coal feeder kami di atur putarannya dengan VSD (variable speed drive) dengan toleransi unbalnced voltage sebesar 2% (dari manual book VSDnya). Apakah fuse yg putus bisa menyebabkan unbalanced voltage meskipun kompressornya dalam posisi standby. dan main breaker tidak dalam posisi trip pada saat kejadian, yg putus cuma power fuse akibat 2 PT short

  17. Sitepu says:

    Pak.Sumarno Yth,
    Saya ingin bertanya, alat apa yang digunakan untuk tetap motor induksi fase 3 beroperasi dalam keadaan tidak panas saat tegangan suplai tidak seimbang. trima kasih Pak.

  18. deku rahmatulloh says:

    Assalamualaikum wr. wb.
    Pak soemarno bila generator yang hubung bintang netralnya tidak digrounding baik secara sendiri ataupun PEN dapat mengakibatkan unbalance. dan apa yang akan terjadi bila tidak dilakukan grounding tersebut.

  19. sumarwan says:

    salam kenal dari kami.
    kami mau tanya pak,saya punya jaringan dengan data sbb:
    R: COS PHI lead 0.35
    S : COS PHI lead 0.40
    T : COS PHI lag 0.20
    PENYEBAB ADA YANG LEAD DAN LAG ITU APA,KOK BEDA
    Jawab: cos&Volt dari generator itu pasti sdh balance, tetapi beban masing jaringan tentu beda2 (R,Xc,XL). ini jaringan sendiri (beban dibuat balance Z nya) atau dr luar(PLN).

  20. Aan says:

    Pak saya punya masalah listrik di pabrik,jadi begini,untuk pasokan listrik pd beban Air condition (AC) 2,5PK sebesar 220-240 VAC,sedangkan catu daya pada mainNFB (R,S,T) hanya tersedia tegangan 192,186,194.apakah kompresor cepat rusak dan apakah solusi yg terbaik,saya harap tangapannya terimakasi.
    Jawab: secara teori comprressor akan cepat rusak, karena ampere akan lebih tinggi dari normal,dan prakteknya akan terbukti. Hanya usaha al: AC jangan dijalankan pd maximal ( putaran fan & suhu sedan2 saja).

  21. Kristanto says:

    Salam Kenal, pak, kami mengalami maslah mengenai unbalanced voltage di Lampung. berdasarkan hasil pengetestan yang kita lakukan di site didapatkan :
    - pengukuran dari kwh meter :
    phase R = 51.7, phase S = 53.1, phase T = 53.2
    - pengukuran setelah trafo step down di tap 18 kV
    Vrs = 392 V, Vst = 403 V, Vtr = 405 V
    - pengukuran ampere motor 132 kW :
    Ir = 79 A, Is = 64.5 A, It = 113,0 A
    yang menjadi pertanyaan saya, mengapa selisih ampere-nya begitu tinggi padahal selisih unbalanced voltage hanya +/- 2%. kita juga test menggunakan trafo step down yang lain, untuk memastikan masalah-nya dimana, hasil yang kita dapatkan selisih ampere pada motor 5 HP :
    - Ir = 6.4 A, Is = 5.8 A, It = 8,0 A
    Mohon bantuan pencerahan dari bapak. Terima kasih.
    Jawab: coba dibuat gbr rangkaian, dititik2 mana tegangannya berapa, diukur tahanan tiap phase motor (mungkin R tiap phase tidk sama, apalagi kalau hasil rewinding)kemudian bisa dfihitung arus disetiap phase.

    • asep says:

      maksudnya apa pa rangkaian gbr itu??? saya juga memiliki permasalahan yang sama
      jawab: maaf kurang faham pertanyaannya. masalahnya apa?

  22. hadiyono says:

    jika saya punya generator 3 Phase,30 KVA, 380V, 0,8 cosphi, berapa beban maksimum KW masing-masing phase karena akan saya gunakan beban 1 phase. terimakasih atas jawabannya.
    jawab: ya beban di bagi menjadi 3 group, masing2 group dibuat sama. arus perphase bisa dihitung I= KVA: Vx akar3

  23. hadi gunawan says:

    Dear Pak Marno, renacananya motor 3 phase akan dioperasikan, kendalanya salah satu fuse berbeda alias yang dua sama sedang yang satu berbeda kapasitas (lebih kecil) apa pengaruhnya terhadap sisi motornya.
    Jawab: ukuran fuse dinilai berapa kapasitas amperenya, berapa arus start motor. mampu atau tidak. bahayanya :jika fuse satu putus->motor jalan dgn dua phase->bisa terbakar.

  24. haryono says:

    dear pak soemarno,
    mohon dijelaskan pada saya tentang voltage turun yang menyebabkan ampere naik dan bagaimana rumusnya.
    terima kasih.

  25. yos says:

    pak saya mau tanya tentang arus unbalance pada motor.
    di tempat saya motor kapasitas >150kw dengan sumber tegangan 3kv terdapat masalah arus dari masing” fasa tidak seimbang tetapi tegangan yang di ukur pada masing” fasa seimbang
    nah jika arus tidak seimbang apakah
    1. yang jadi penyebab dari unbalance current itu
    2. apakah motor layak operasi jika arus tidak seimbang
    3. bagaimana cara mengatasi unbalance current
    4. terimaksih atas bantuan dan jawabane
    jawab:
    Kalau voltage bagus, mungkin tahanan perphase/jumlah gulungan tidak sama (coba diukur). apakah motor pernah di rewinding?
    Di tulisan bisa di baca. dan keputusan di anda.

  26. juniawan says:

    dear..pak saya mau bertanya seputaran motor 3 fase …bagaimana kira2 jika motor 3 fase di jalankan dengan jala2 1 fase….mohon petunjuknya…
    terima kasih…

  27. adi says:

    Ass.salam kenal Pak…..mohon saran Pak,Saya mau rakit panel capasitor dg daya 33kw/24,25kva. brp bagusnya nilai Kvar yg terpasang? trimakasih atas wktu dan responnya.
    Jawab: mungkin ada baiknya diukur actual sudut I -V sehingg tahu berapa R(induktansi)

  28. Wasis says:

    Saya punya genset 150kva… Tegangannya naik turun antara 340-400.. Tu kan yg kena avr’y..?
    Gmn cara memperbaiki avr.. Atau kerusakan avr’y apa dan bgaimana memperbaikinya pak?

  29. Jonathan says:

    Dear Pak, Mohon penjelasan penyebab putusnya fuse HT Capacitor 183.5 KVAR, 3030 Volts, Single phase yang di gunakan untuk capasitor break motor. Bagaimana dengan solusinya. mohon di jelaskan melalui email saya dan apabila diperlukan dan berkenan, saya ingin bekerjasama dengan Bapak untuk memperbaikinya.

  30. Dedi says:

    Mohon penjelasannya mengenai genset, pada saat digunakan utk motor 3 phase kw/ampere besar, maka di panel ACBnya akan lepas (blackout) tapi jika utk Fan atau penerangan tdk ada masalah. RPM stabil begitu juga dg Hz. Terima kasih
    jawab: generator berapa KVA dan motor berapa dan fan+ligthing dan berapa seting ACB? . ACB lepas tentunya karena beban melebihi batas ACB

  31. aryarta says:

    pak sya punya masalah dipabrik, tegangan income yg masuk kurang dari 20kV, aktualnya hanya 16kV. tindakan apa yg harus dlakukan karena tap trafo sdah diatur, tapi sy tetap tdak mndapatkan tegangan output 380V

  32. hr setiawan says:

    assalamualaikum.
    bila dari hasil pengukuran supply daya listrik 3 fasa dengan tang ampere diperoleh cos phi yg berbeda di masing2 fasa nya, maka bagaimana menghitung cos phi yg akan dijadikan acuan untik digunakan dalam rumus daya 3 fasa? terimakasih
    JAWAb: mungkin dgn cara penedekatan di rata2.

  33. Agus w says:

    Pagi pak Marno,
    Saya mau tanya untuk pengecekan motor induksi 3 phase dengan data mootr ABB 37 KW, 380V, 1500 RPM, 50 HZ, PF 0,87 Bagaimana jika hasil test resistansi winding menunjukkan hasil berikut ; U1-U2 = 3.5 Ohm / V1-V2 = 3.6 Ohm / W1-W2 = 3.5 Ohm. Padahal sebelum kita install motor tersebut mempunyai resistansi winding sama = 0.68 Ohm. Apakah motor tersebut masih bisa di pakai? Adakah standar nilai resistansi winding untuk motor 3 phase? khususnya motor diatas 18.5 KW. Terima kasih sebelumnya.
    jawab: utk referensi bisa dihitung secara teori resistan masing phase, arus juga ( semua hitungan ada rumusnya berdasar yg diketahui kw, v ), kemudian di coba , ukur arus, maka anda sdh dpt menyimpulkan.

  34. mulyadi nitisastro says:

    Assalamualaikum Wr.wb….

    Alhamdulillah masih ada orang orang2 baik yang mau bagi2 ilmu.sungguh banyak sekali amal mereka dan doa dari saya semoga mereka2 (Bpk Soemarno)diberikan umur yang panjang dan penuh barokah.amin..

    salam kenal Bpk Soemarno,saya mau tanya tentang faktor daya. apa bedanya lag sama lead, mana yang menguntungkan bagi pemakai, mengapa cos phi dikapasitor bank selalu disetting tidak melebihi angka 1?..sekian terimakasih..wassalam

  35. Dwi A. says:

    Pak, mohon info dasar teori. masalah trafo distribusi PLN TM ke TR 3 phase.
    Jika salah satu Phase putus, disisi primary trafo efek terhadap secondary secara phase gelombang bagaimana?

    Sekian dan kami tunggu share ilmunya

  36. ronal says:

    salam..
    nama saya ronal
    saya baru bergabung d sini..
    saya mohon bantuannya..
    kasus saya :
    ” Motor yang saya punya motor 3 phaase 0.5 kw
    Masalahnya motor tidak berputar pada saat sedang beroperasi”
    Dan di ukur ke 3 pole salah satunya putus
    Yang akan saya tanyakan :
    Penyebebab kerusakan tersebut
    Mohon bantuannya…/
    jawab:sebab2 itu banyak: kerusakan email kawat ada yg rusak sehingga saat sdh operasi menjadi short ke bady, sambungn krg sempurna dll

  37. Reza P says:

    Salam Pak Marno,
    Mohon informasinya dan advicenya
    Vertikal motor KW untuk Motor bearing mengalami kerusakan dan setelah di perbaiki saat di test Current 76A sebelum rusak normal current 60A , motor / pompa vibrasi +/- max 2.13 mm/s motor axial vibrasi sekitar 2.13 mm/s rms. saat motor solo run test vibrasi tampak normal juga temperature max 50 deg C di casing DE bearing. menurut pendapat pak marno apa penyebab current jadi tinggi Terima kasih sebelumya pak salam….
    jawab: apakh pompa menggantung di motor(pompa tidak ada trust bearing), atau seting pompa belum betul.

  38. Reza P says:

    Salam pak Marno,
    Pompa sundyne Pump dilengkapi dengan increasing speed Gear motor 45 KW duduk diatas pompa,saat waktu ditemukan bearing motor defect memang tidak di investigasi di pompanya karena dengan asumsi data vibrasi terakhir 5 september masih di batas acceptable & trend vibrasi tampak steady juga saat pompa di test setelah motor bearing diganti vibrasi masih tampak normal max 2.13 mm/s rms.saat motor & pompa ringan diputar manual dengan tangan. lagi hari ini kami test motor solo run tampak temperatur & vibrasi normal bahkan axial hanya dibawah 1 mm/s rms. perlu saya tambahkan pompa in paralel 2, saat kita test kemarin kondisi : pompa A masih run current 60 Discharge Press=28 suction Press=13
    Pomp B(yg bermasalah)current=76 discharge prss=20 suction press=8 1. apakah mungkin naiknya current dipengaruhi dengan pompa beroperasi pada saat bersamaan ? 2. Apakah mungkin current naik dikarenakan adanya voltage unbalance. tetapi mengingat saat solo run test, current dan temperature normal.
    3. saat motor/pompa distart ampere lg menunjukan 76A dan steady disitu apa jika ampere lg tinggi seperti itu kemungkinan electrical problem atau mechanical problem ?
    Sekali lagi terima kasih atas pencerahanya pak marno semoga bapak diberi kesehatan selalu.
    Jawab : liquid apa yg dipompa? ini LNG plant ya? apakah normal hrs paralel? sdh dicoba pompa jalan sendiri. kondisi straner bersih? ada beberapa konskwensi2 jika pompa jln paralel. bukaan valve/control valve? performent pompa sama? coba jalan paralel, trs lain matikan dulu, biarkan pompa/motor yg lagi dicoba jln sendiri. apa sdh di coba?

  39. Abdul Aziz says:

    Ass pak..salam kenal saya mau tanya masalah listrik… bagaimana cara perhitungan listrik dari mesin, kapasitas motor dinamonya 30 HP…dan harus bayar berapa dalam 1 hari..mohon penjelasannya Terima kasih
    jawab: itungan kasar sbb: 30 hp= 30 x 734 watt. 1 hari= 24 jam(hour). jadi yg harus dibayar = 30 x 734 waat x 24 h= ……watt.h (wh) dikali lagi tarip per wh.

  40. waris afandi says:

    Yth dan salam Pak Soemarno
    Apa penyebab genset terdeteksi overload, padahal dalam rilnya beban baru mencapai 60%? ( genset kami kapasitas 600 kVA ), tksh sblmnya.
    jawab; yg harus di chek/test/calibrassi ya alat proteksinya.

  41. jeff says:

    Pak, mau tanya..dikantor saya ada genset 40 kva, dan saya ada AC 3 phase sebanyak 4 buah, ketika 1 AC saya hidupkan, lalu saya cek ampernya = 4 A, 7 A, 5 A.
    kalau saya hidupkan 2 AC, saya cek ampernya = 8 A, 14 A, 9 A
    kalau saya hidupkan 3 AC, saya cek ampernya = 12 A, 21 A, 13 A
    kalau saya hidupkan 4 AC, saya cek ampernya = 16 A, 28 A, 18 A, pada posisi ini Genset saya Overheat.
    Yang saya tanyakan :
    1. Kenapa Genset saya bisa Overheat
    2. Apa yang saya lakukan sehingga AC saya bisa hidup semua tapi Genset saya tidak Overheat
    nb. masing masing AC memakai MCB 25 A.Mhon bantuan Pk..
    jawab: genset 40KVA, voltage =…. ? jadi Arus I=….A. arus beban tertinggi=28A bandingkan, apakah. Ada satu syarat wajib, bahwa beban setiap phase harus diatur relative sama. selisih max 10%.

  42. Hilman says:

    Pak Saya mau tanya,,saya punya panel distribusi yang disupply dari PLN dan Genset 1500Kva/380V/50Hz dengan sistem interlock. panjang penyulang dari genset ke panel sepanjang 200m, sedangkan dari PLN 20m. ketika panel tersebut diberi supply dari genset, dalam kondisi tanpa beban telah terjadi “Unbalance Voltage” dengan hasil pengukuran R-S = 391 V, S-T = 398 V, R-T = 395 V, R-N = 204 V, S-N = 227 V, T-N = 225 V. sedangkan saya check di output gensetnya tegangannya R-S = 397 V, S-T = 398 V, R-T = 397 V, R-N = 227 V, S-N = 229 V, T-N = 227 V. ketika panel tersebut diberi supply dari PLN, dalam kondisi tanpa beban, kondisinya normal tidak ada Unbalance..
    pertanyaannya :
    A. apa penyebab unbalance tersebut ketika diberi supply dari genset?-> winding tidak sama
    B. apakah panjang penyulang dari genset ke panel tersebut berpengaruh sehingga ter jadi Unbalance?-> tidak berpengaruh
    C. Bagaimana cara mengatasi masalah Unbalance tersebut?
    mohon informasinya pak. Terima Kasih
    jawab:berdasar data tsb diatas: gen set tsb votage yg di bangkitkan tidak balance. mungkin winding tidak sama panjang shg resistance juga tidak sama/balance. di artcle ada batas toleransi unbalance.

  43. suparman says:

    Pak, sy mau nanya soal pengaruh voltase rendah listrik pada mesin yang menggunakan motor dan heater soalnya voltase listrik dari PLN ditempat kerja pernah sy ukur hanya berkisar 340-350 v. trima kasih
    jawab: di web ini ada tulisan soal itu, silahkan di baca.

  44. asep says:

    maap pak saya mau tanya ,apakah ada alat untuk mengatasi unbalace???
    motor sya 75 kw punya gardu sendiri 400kva, tapi arus yang masuk ke motor itu jauh berbeda R=108A, S=126 ,T=127A
    gimana cara menanggulanginya??

  45. chusdy says:

    saya mau tanya tentang menyingkron genset yg berkapasitas 65 kw. ada saya baca sebuah referensi tentang menyingkron genset, yg menguraikan rangkaian singkron harus menyamakan arus dari sumber masing2 genset, (U dng U) (V dng V) (W dng W) pd lampu indikator. namun setelah saya coba ternyata tidak berhasil, lampu indikator singkron tidak berfungsi, yang jadi pertanyaan saya :
    1. apa dalam rangkaian tersebut ada yang salah.?
    2. tolong berikan cara menyingkron genset yang sederhana.
    3. bagaimana cara menyamakan HZ pada genset yg akan di singkron,
    terimakasih apabila ada yg mau memberi penjelasan akan masalah yg saya alami.
    jawab:anda sdh ngerti, yg hars sama U atau V dan Hz. utk menyamakan HZ -> mengatur putaran mesin dieselnya.

  46. wahyu w says:

    Dear Pak marmo, Pompa distribusi air saya menggunakan VSD, dan saat ini VSD saya performancenya turun dan kadang sampai pompanya tiba2 mati, mohon petunjuk dan arahan dan bagaimana solusinya, dan klupun butuh ruang yg lebih dingin bagaimana caranya dan juga variabel perhitungannya.
    Jawab: maaf saya tidak bisa jawab, karena kurang keterangan2. jika peyebabnya ruang kurang dingin, perlu di koeraksi sirkulasi ruang motor.

  47. Budiyono says:

    Pak,sy mau tanya..2 genset di tempat krja saya ketika hidup sendiri2 normal baik v,hz,cosnya,tapi ketika di singkron yg terjadi sebelum kena beban amper kdua genset menunjukkan 200A Dan cos kdua genset selisih jauh..kira2 apa penyebabnya..mohon pencerahan dan sebelumnya terimakasih..
    jawab : maaf ya, saya tidak bisa melihat dan kurang data. tapi apakah ada kemungkinan genset ketika di sinckron yg satu menggerakan yg lain.

  48. Budiyono says:

    Terimakasih pak..dalam pikiran sy juga begitu pak..jangan2 membebani salah satu genset,kejadian ini setelah ada maintenan bongkar bgian engine karena kbocoran air..minta tolong kalo berkenan sy diberi penjelasan kira2 apa saja yg harus saya cek,karna sampe saat ini belum ada yg bs mengatasi..dan apa akibatnya jika kondisi ini di biarkan dan tetap di pake?..sekali lagi terimakasih pak,sy sangat ingin belajar.
    jawab: apakah saat mensinkron, Gen satu jalan adabeban kemudian Gen kedua baru di sinkron? ataudua2nya belum ada beban ?

  49. Budiyono says:

    Belum ada beban semua pak kw masih di posisi 0,kalau sudah ada beban masuk ke cap bank cos bisa naik,tetapi ampermeter menunjukan penambahan 200 A misal pemakaian Murni blok A sbesar 200A,blok B 100A (di pabrik sy ada 2 unit). total 300A Tetapi di amper genset 1 dan 2 masing terbaca 350A
    terimakasih atas tanggapan bapak.

  50. ageng says:

    Dear, pa soemarno
    pa saya mau anya kalo biasanya saya ngecek arus motor menggunakan tang ampere di salah satu line itu nilainya antara 2-4 A . tapi suatu ketika saya cek lagi, kedua linenya bernilai 0 dan di line ke3 justru menjadi 7 A, apa itu masalah atau tidak pa? dan penyebab terjadi seperti itu kenapa pa?
    terima kasih
    jawab: kalau motor 3phase, seharusnya arus di ketiga linenya (relative sama), kalau beda banyak itu pasti ada masalah, yg nol mungkin open/putus. di coba di stop dan dimegger/ukur ohm.

  51. Qolbin says:

    Pak bagaimana mengurangi ground voltage (teg antara nol pada panel dg ground yg terpasang pada panel). padahal impedansi ground 0,1 ohm tapi ground terhadap nol = 2,8 volt padahal yg dminta<1 volt
    A R=3050 A
    A S=3150 A
    A T=3200 A
    Mhon penjelasannya,Mkasih sblumnya
    jawab: salah satu cara mungkin di buat beban simitris, load dibagi rata.

  52. Sofyan says:

    Dear Bp.Sumarno
    Apa dampaknya bagi Engine dan Generator jika beban genset kurang dari 30% dari kapasitas genset tersebut, mohon penjelasannya, terima kasih.
    jawab: dampak buruk tidak ada, tapi berarti tidak efisien/boros. artinya kebutuhan bahan bakar per watt menjadi besar. seperti truk membawa beban ringan (1 kwintal)

  53. norton sitompul says:

    pak mau share nih,aku bekerja dikapal jadi generatornya rpm hunting apabila beban listriknya berkurang atau bertambah maka rpm naik turun. generator kapal tempat aku krj skr ini cummins dengan 300kW wkt dicek untuk masalah mesin baik itu dari governor dan feet pump tidak ada masalah dan apabila posisi start kalau governor tidak diatur dulu untuk rpmnya wkt sdh distart mesin running rpm langsung naik dan overhaeting jadi sistemnya aku buat manual untuk start dan stop mesin dengan cara manual governor. apabila tidak manual posisi governor tetap start rpm naik overheating dan untuk stop rpm diturunkan manual baru over ke ae II baru ae I normal untuk stop kalau rpm ae I governor tidak diturunkan maka pada waktu over ke ae II yang ae I langsung stop/mati mesin. solusinya bagaimana pak,terimakasih atas waktu sharenya.
    jawab: maaf ya, saya bukan juga orang yg serba bisa, apalgi juga tidak langsung melihat mesinnya. saran saya konsultasi atau panggil ahli dari Cummin.perlu di pastikan :gorvernor normal, saluran/filter bahan bakar lancar, filter udara bersih ,dll

  54. kristiawan says:

    Pak marno yg terhormat, saya mau tanya diperusahaan saya genset dgn kapasitas 400v.. Pada saat start pada genset tidak stabil voltasenya,,, tp kadang stabil tp setelah pemakaian,1;jam… Voltase drop drastis sampai 340 volt..padahal penggunaan cuma 130A.. Padahal semua filter bbm,filter oil,filter air radiaotor, sdh di bersihkan,,, terkadang overspeed jg…ohon pencerahannya pak terima kasih..aslkm
    jawab: nulisnya kapasitas kurang lengkap : kapasitas itu dlm :…..KW atau KVA atau …PK atau HP kmudian…. V (ini yg terpenting). turunnya voltase itu bisa karena overload, bisa karena gangguan disel (filter dll) disisi alat listrik ( regulator/gorvernor=perlu calibrasi).

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>