Batasan Jumlah Start-Stop Motor Listrik
Posted on June 17, 2008
Filed Under Motor listrik |
Suatu saat kita harus mengadakan test atau mencoba sebuah mesin yang dijalankan dengan motor listrik. dalam test mungkin diperlukan start yang berulang. Maka timbul pertanyaan. berapa kali kita diperbolehkan melakukan start-stop? dan apa dampak start-stop itu, jika berulang tanpa jedah waktu ?
Apakah bisa mengalami overheating?
Ketika motor distart, motor memerlukan arus start yang sangat tinggi, mungkin dapat mencapai beberapa kali atau lebih dari 5 kali. Arus tinggi menimbulkan panas dan thermal shock, sehingga jika ini dilakukan ber-kali2 dan tanpa ada jedah waktu, maka berakibat sangat buruk terhadap winding motor, overheating. Sehingga sangatlah perlu mendapat perhatian serius perihal start dan stop pada semua motor listrik agar kerusakan fatal dapat dihindari.
NEMA juga menyebutkan bahwa kenaikan 10 drajat Celcius dari operating temperature sebuah motor berakibat turun 50% umur pakai motor.
Berdasar referensi NEMA,Tabel dibawah ini dibuat untuk memberi gambaran jumlah start dan stop operasi motor yang ada korelasinya dengan putaran dan rated Hp. Banyak dokumen perawatan motor mencatat bahwa kerusakan motor kebanyakan diakibatkan oleh pembebanan yang terlalu berlebihan. Umur pendek akibat hubung pendek (short circuit) disebabkan karena terlalu sering start dan stop. Kuncinya ialah harus lebih dimonitor jumlah start dan stop
Tabel Start-Stop
A= maximum jumlah start / jam
B= minimum waktu istirahat dalam detik jedah start.
Artikel ini di ambil dari “Baker” dengan referensi NEMA
Comments
2 Responses to “Batasan Jumlah Start-Stop Motor Listrik”
Leave a Reply
Soemarno Adibroto
Selamat sore Pak,
Tidak ungkapan yang cocok untuk mengambarkan syukur atas adanya blog bapak ini dengan ucapan Subhanallah wal hamdulillah….
Sangat-sangat edukatif dan informatif berdasarkan real pengalaman bapak…..setelah kita membacanya…rasanya seperti kita punya pengalaman seperti bapak…….
Sangat jarang orang mau seperti bapak…mudah-mudahan saya dikarunia ilmu dan saya insya alah akan sharing juga seperti bapak…..
Salam semoga bapak diberi kesehatan…untuk bisa membagi ilmu bapak yang lainnya….
Teima kasih sekali lagi pak…
Oh ya…kalau ada ilmu yang lain khususnya mengenai Electrical Engineering….saya sebagai seorang electrical Engineer sangat appreciate sekali,smudahan cita-cita terkabul untuk go International…
Pengetahuan/ilmu itu tidak ada batasnya. mana yang masuk engineering mana yang tidak, namun semua perlu di “engineered”, misal tindakan maintenance jangan hanya itu2 terus, rumus/pedoman jangan yang itu2 aja. Standard pun banyak berubah menjadi “code practise” sesuai dengan perkembangan tehnologi. Kabel bawah tanah th 1950 beda dengan saat ini. merencanakan/memilih motor harus sangat optimal/efisien (baca optimalkan). kuncinya kita mau belajar terus.
Alhamdulillah, subhanallah. Terima kasih atas doa dan tanggapan yang sangat positip.Bangsa kita perlu belajar terus agar lebih maju, karena start kita ketinggalan, kan lebih duluan orang eropa/amerika /jepang. Semoga Mas Rully bisa go international, seperti misal P Bacthiar yang di Perminyak Amerika (ex Bontang sekarang posisi tinggi di Amerika)dan banyak juga di timur tengah yang saat ini menjadi posisi2 kunci. InsyaAllah.