Kerusakan Karena Kendor

Posted on June 17, 2008
Filed Under Bearing |

Ada dua kasus al:
Inner bearing longgar terhadap poros, inner-race mudah dimasukan keporos (interference fits longgar ),
Outer bearing longgar terhadap rumah bearing.
keduanya mengakibatkan hal yang  buruk sekali.

Akibatnya yang terjadi yalah
· inner bisa berputar relative terhadap shaft,
· timbul karat / fretting diarea antara  shaft dan inner race.
· Freeting bersifat abrasive mengakibatkan memperbesar gap, sehingga memperbesar kelonggaran secara terus-menerus
· Jika longgar sudah besar mengakibatkan: inner berputar di shaft, posisi bearing sudah berubah, timbul aus, panas noise dan vibrasi.
Sama akibat jika outer longgar

Tanda2 kerusakan seperti gambar dibawah, lintasan ball di inner race sangat lebar. Lintasan di outer tidak sejajar seperti misalignment.
Kendor
Gambar diatas longgar pada poros.

 Loose fit
Gambar diatas jika outer longgar terhadap temapt bearing

Perbaikannya.
Shaft harus di ganti atau direkondisi sehingga antara bearing dan shaft sligtly fit. Lihatlah clearence yang tepat pada tabel interference fits / clearence bearing , karena besar bearing menentukan harga tsb
Rumah /temapt bearin harus di rekondisi agar cukup persisi sebagai temapt dudukan bearing.
Misal : bore inner sama dengan diameter shaft, maka cara memasangnya harus memanaskan bearing

Comments

4 Responses to “Kerusakan Karena Kendor”

  1. Sadoro on July 15th, 2009 4:35 am

    Yth Pak Soemarno,
    Saya punya problem vibrasi pada mesin Blower/ID Fan.
    Diameter Impeller : 3100 mm
    Speed : 1000 Rpm (16,6 Hz)
    Penumpu : Spherical Roller Bearing 22240CC/W33
    Motor : 3700 KW
    Kronologinya sebagai berikut : Selama 5 th pertama alat ini relatip aman dengan vibrasi 0,5 - 1,2 mm/s RMS, karena posisi bearingnya yg terbuka bearing ini sering mengalami Overheating karena pelumasnya terkontaminasi oleh air hujan sehingga bearingnya pun sudah beberapa kali diganti. Setelah bearing diganti muncul masalah baru yaitu Amplitudo Vibrasi yang cukup tinggi (sekitar 9 mm/s pada pengukuran Axial, arah Radial relatif lebih rendah, <3mm/s)
    Berdasar data dari spectrum vibrasi dominan muncul pada 135,5 Hz atau BPFO dari bearing 22240, saya tidak yakin kalau Outer race nya yang cacat karena sudah beberapa kali bearing diganti, spectrum vibrasinya tetap seperti itu. yang ingin saya tanyakan : Selain cacat pada Outer Race kemungkinan kerusakan apa yang menyebabkan amplitudo sangat tinggi muncul pada arah Axial dan pada Frekuensi BPFO?? atas bantuanya saya ucapkan banyak terimakasih…….maturnuwun sanget…

  2. soemarno on July 16th, 2009 6:17 am

    MasSadoro.
    sebetulnya yg pertama hrs dilakukan,mengupayakan jangan kena air hujan (diakali/redesign)coba karim foto/drwg mngkn bs berisaran.Investivigasi:impeler apakah sdh bersih,dibalance.bearing, housing apkh masih fit, run out impeller apakh masih center.apakh coupling masih mengakomodasi axial clearence bearing. axial clerance bearing besar?

  3. Mirza Aminudin on July 16th, 2009 7:30 pm

    bp. soemarno saya ingin menambahkan sedikit untuk bp. sadoro.
    maaf pak sadoro, sebaiknya bapak coba periksa spectrum dari motor sebelum di coupling, karena lemungkinan axial tertinggi unuk blower mengunakan sperical bearing adalah center magnetic rotor motor tidak rata, sehingga rotor mengalami gaya tarik axial menuju center magnetnya. karena motor sebesar itu mayoritas menggunakan bearing type NU untuk radia dan ball bearing untuk axial (bearing axial biasanya bebas dari radial housing). untuk beberapa hal saya pernah menemukan kejadian seperti ini di BOSOWA Plant. ( Motor ABB 11KV. 2500 KW ).
    Untuk beberpa hal bagian blower perlu juga di periksa center dari turbulensinya, kadang kala blower jika mengalami axial yang besar membuat center blower tergeser dari separasi inletnya (Timbul suara siulan pada blower saat berputar)turbulensi dominan menghasilkan gaya axial besar karena center blower separasi tidak berada pada posisinya. jika bapak ingin saya memeriksa kirimkan data spektum ke email saya (mirza_slash@yahoo.co.id) saya akan mencoba membantu pak.

  4. Mohammad Hasan on December 13th, 2009 8:08 am

    Bp Sumarno yang terhormat. Salam kenal. Saya ada sharing sedikit, mungkin bapak bisa membantu. Saya ada masalah seperti hal diatas.
    Spesifikasi Compressor kami :
    - Kapasitas 250 KW
    - Type bearing DE NU 322 C3 (Roller Bearing)
    - Type bearing NDE 6322 C3 (Ball Bearing)
    Saat ini running hournya masih 10250-an
    Awalnya ada indikasi noise pada motor DE compressor kami. Pengecekan secara vibrasi,temperatur,voltage (tiap 2 minggu) kami lakukan dan hasilnya masih dalam kondisi yang standard. Setelah dilakukan investigasi ternyata inner bearing berputar relatif pada shaft.Kondisi sekarang shaftnya juga berkurang secara dimensinya, dan pada inner bearing terdapat crack.
    Yang saya tanyakan :
    1. Apa penyebab inner bearing berputar relative pada shaft?apa bisa disebabkan karena proses alignment yang tidak presisi atau memang kondisi diameter shaftnya out of tolerance sejak awal, jika iya, mengapa bisa terjadi?Bagaimana cara supaya tidak terulang lagi,preventive/predictive maintenance-nya?
    2. Apakah penyebab dari inner bearing yang crack?
    3. Jika shaft perlu rekondisi (metal spray), adakah referensi berapa standard hardness yang direkomendasikan supaya bisa dipastikan material shaft dalam kondisi yang baik dan layak operasi normal?
    4. Apa maksud C3 pada type bearing?
    5. Apakah harus sama ataukah boleh berbeda antara bearing DE (Roller bearing) dan bearing NDE (Ball Bearing) dalam satu motor kompressor
    Mohon bantuannya bapak, semoga amal bapak dianggap sebagai ibadah oleh Allah SWT
    Best Regard,
    Mohammad Hasan
    Jawab:
    1.bearti iner longgar, shaft daerah bearing mengalami freeting/karat. mungkin sejak awal. sebab lain mungkin oil ada air.
    2.iner bearing crack, mungkin tidak crack tapi karat/freeting
    3.recondisi , setidaknya sama dengan aslinya.
    4. C1 Bearing internal clearance smaller than C2
    C2 Bearing internal clearance smaller than Normal
    C3 Bearing internal clearance greater than Normal
    C4 Bearing internal clearance greater than C3
    C5 Bearing internal clearance greater than C4
    5. pemilihan rooler atapun ball, berhubungan dgn jenis beban, shg jngn diganti tipe.

Leave a Reply




  • Soemarno Adibroto
    Lahir di Blora 20 September 1947

    Dulu pada th 1972 ketika saya mulai bekerja pada umur muda 24 th di bagian maintenance sebagai supervisor, sulit bagi saya untuk melakukan pekerjaan dengan baik. karena sangat langka bahkan tidak ada buku atau referensi. Sehingga kadang kita tidak tahu berbuat apa yang seharusnya. Maka mulailah mencari sendiri2 pengalaman2 baru berdasar logika dan naluri untuk memperbaiki kebiasaan2 lama. Sejalan dengan waktu maka berkembanglah system atau, Tatacara Maintenance (Maintenance Mangement). Mengingat kesulitan saat itu menjadi pemula bekerja sebagai orang maintenance, maka saya ingin menuliskan apa yang bisa saya tulis terutama untuk para pemula, bagi yang ingin menulis juga sangat di harapkan bergabung, bagi yang ingin diskusi/tanya-jawab yang monggo.
    Semoga bermanfaat.