Mengenal Frame Motor Listrik Induksi

Kita perlu mengenal motor listrik agak lebih mendalam, agar mempunyai gambaran mengapa Motor banyak dipakai di dunia industri dimanapun. Sehingga kita dapat memilih secara tepat ukuran frame dan kapasitasnya sesuai dengan kebutuhan. Memilih motor listrik terlalu besar merupakan kerugian:efisiensi menjadi rendah=> rugi listrik => menyumbang terjadinya global warming. 


Mengenal motor induksi
Motor  Induksi merupakan motor listrik yang paling banyak dipakai di semua dunia Industri maupun keperluan rumah tangga.
Alasan utama ialah mudah :
· memasang,
· mengoperasikan
· memelihara & reparasi
· dirancang dari yang paling kecil s/d besar sekali.

Agar para pemakai mudah memilih dan pembuat mudah membuat, maka dibuatlah standard dengan tujuan pemakai dan pembuat dapat menggunakan komunikasi yang sama.
Namun ternyata di dunia standard motor ada lebih dari satu, al JIS (Jepang), IEC ( Eropa), NEMA (Amerika) dll.
Lebih dari 50% di Indonesia memasang motor dengan standard NEMA. Sebetulnya banyak problem timbul dengan memakai NEMA di Indonesia : terutama voltage dan frekwensi, putaran.
Frekwensi jaringan di Indonesia ? PLN= 50 Hz, standard NEMA = 60 Hz
sehingga putaran tentu berbeda.
Tegangan jaringan PLN juga tidak sama dengan tegangan NEMA.
(ini yang menjadi salah satu sebab pemborosan energi listrik, artikel lain di web. ini membahas akibat2 tegangan beda. Juga berpengaruh pada umur motor )

                              Frame motor                

     Bab Frame
Konstruksi Motor Induksi terdiri komponen :
1. Stator :  -     belitan / winding
    – rangka / frame
    – bantalan / bearing
2. Rotor     -     poros / shaft
    – rotor bar / winding
    – kipas / fan  
Saat ini rangka / frame telah dibuat standard tertentu untuk memudahkan pembuat dan pengguna dalam menentukan pilihan ketika akan memilih, memasang atau mengganti motor.

Ketika kita mengidentifikasi motor listrik, setelah mengetahui Hp atau Kw sebagai kapasitas, putaran adalah frame. Frame atau kerangka motor merupakan demensi pisik motor yang di buat standard agar  pemakai mudah memasangnya. Dengan standard tertentu pembuat dan pemakai mudah menjual dan memilihnya. Misal asosiasi pembuat motor membuat standard ” Amerika dengan NEMA” , dan Eropa dengan IEC.
Sebelum ada standard seperti saat ini, pada awalnya setiap pabrikan membuat motor dengan frame ber-beda2 meskipun Hp/Kw sama. Kemudian dengan adanya kesulitan2 maka para pabrikan sepakat membuat standard agar dapat interchangeable meski berbeda pabrikan.
Dengan adanya kemajuan2 perencanaan dan metode produksi ukuran frame motor semakin kecil untuk HP/Kw  yang sama dengan sebelumnya, karena  loses bisa diperkecil dan effisiensi dapat ditingkatkan.
· Tahun 1952 motor frame lebih kecil (Hp sama) dari sebelumnya dan diberi   tanda “U”  setelah nomor frame. Misal 254U
· Tahun 1964 ukuran frame lebih kecil lagi dan diberi tanda “T” setelah nomor frame, misal 254T

Contoh : motor 15 HP, 1800 Rpm
· sebelumnya dengan dibuat frame 326
· Setelah th 1952 dibuat dengan frame 284U, ukuran shaft tetap sama, yaitu 1.625″
· setelah 1964 dibuat dengan frame 254T dan 256T
Saat ini untuk efisiensi produksi dan ekonomis banyak pabrikan membuat motor  dengan satu casting tetapi dapat untuk 2 macam frame misal 254T dan 256T, yaitu dengan cara membuat lubang baut fondasi 6.
Untuk 254T memilih lubang baut dua baut depan dan dua baut kedua
untuk 256T memilih lubang baut dua baut depan dan dua baut ketiga


tabel frame


                         dimensi motor


Note : D sama yaitu 25 x ¼” =  6 ¼” atau dalam sistem metric D=158,8 mm


Setiap standard motor listrik memberikan tabel yang berbeda-beda. Kadang kala ada kesamaan satu dengan yang lain tetapi kebanyakan mempunyai perbedaan yang signifikan.


Dibawah ini sedikit uraian dari :
NEMA = ( National Electrical Manufacturers Association).
Frame dinyatakan dengan Angka atau Nomor berupa angka disertai suatu huruf.Nomor Frame tidak atau bukan menunjukan karakteristik listrik misal : Hp, Kw voltage dll. Tetapi memang biasanya makin besar nomor makin besar motor secara pisik dan Hp. NEMA frame umumnya langsung berhubungan dengan pemasangan pada baseplate ( jarak baut fondasi) dan ukuran poros dan tidak berhubungan dengan bearing.
 NEC = National Electrical Code ,code safeguarding manusia dari bahaya listrik. Merupakan bagian dari NFPA


Beberapa kenyataan yang perlu diperhatikan sbb :
· Motor yang Hp nya sama tetapi dibuat dengan berbeda frame.
· Motor tertulis satu nomor frame tetapi lubang baut fondasi dapat dipasang untuk dua macam frame. 
Besarnya Frame umumnya juga ditentukan oleh jumlah kutub atau putaran.
· Motor dengan Hp/Kw sama tetapi putaran berbeda maka frame berbeda.
· Motor dengan Hp dan Rpm sama tetapi beda frame, karena beda efisiensi.


Banyak negara mengharuskan pabrikan harus membuat motor dengan efisiensi tinggi, dan mengharuskan pemakai membeli motor yang efiensi tinggi, yang bertujuan menghemat listrik. Makin tinggi efisiensi makin kecil framenya. Harganya sedikit lebih mahal, tetapi selisih harga tsb. dapat terbayar oleh nilai penghematan dalam waktu beberapa tahun saja.


Contoh :
Dibawah ini contoh Frame dari standard NEMA.
1) MOTOR ELECTRIC, 30 HP, 3PHASES, 380 VOLT, 47 AMPERE, 50Hz, FRAME 324T, 1485 RPM, MNF.RELIANCE MOTOR


2) MOTOR, ELECTRIC, 30HP, 190/380V, 3PHASE,50HZ, 1424RPM, , FRAME 286T S.F 1.15, PF 86.7, CLASS F, AMB TEMP. 40C, CONTINUE RUNNING TYPE SC, DESIGN B TEFC, MNF MAGNETEK
 
Note : terlihat diatas HP sama tapi frame tidak sama. mungkin motor 1 tsb. model lama dan motor 2 motor premium. Kali ini kita hanya mengenal Frame dahulu.


Dibawah ini Tabel konvesi Standard NEMA ke IEC

conversi frame


  Ket: sebetulnya ukuran tidak persis sama.


Arti dari Tambahan2 huruf sbb :


NEMA Suffixes
Huruf dibelakang NEMA Frame
C NEMA C face mounting (kusus tidak atau dengan rigid base)
D NEMA D flange mounting (kusus tidak atau dengan rigid base)
H sebagai tanda frame dengan rigid face yang mempunyai dimensi F lebih besar dari frame yang tidak ada tanda H . Contoh Frame 56H , base motor mempunyai lubang untuk kombinasi NEMA 56 dan NEMA 143 – 5T .dan standard NEMA 56 shaft.
J NEMA C face , threaded shaft pump motor
JM Close-coupled pump motor dengan spesific ukuran dan bearing.
JP Close-coupled pump motor dengan spesific ukuran dan bearing.
M 6 ¾” flange (oil burner)
N 7 ¼” flange (oil burner)
T , TS intergral horsepower NEMA standard ukuran shaft jika tidak ada tambahan huruf “T” atau “TS”
TS Motor  dengan NEMA standard “short shaft” ( poros pendek) digunakan untuk beban belt.
Y Non NEMA standard mount. Gambar detail diperlukan untuk memastikan ukuran misal spesial base, face atau flange.
Z Non-NEMA standard shaft, Gambar detail diperlukan untuk memastikan ukuran


NEMA Prefixes
Huruf didepan NEMA Frame biasanya ditulis oleh pabrikan pembuat motor tsb, Nomor didepan NEMA Frame  tidak merupakan hal yang signifikan. Misal LEESON menulis L56 yang artinya panjang motor keseluruhan.


Mounting/ Pemasangan
Standard frame menyatakan dan berhubungan langsung dengan besarnya pisik dan cara memasangnya.
Secara umum menurut keperluan motor
· Dipasang vertical atau horizontal.
· Dikopel dengan kopling atau lansung dengan mesin yang digerakanJika tidak dicantumkan spesifikasi kusus maka motor dapat dipasang pada base plate dengan berbagai posisi / kemiringan. Tetapi untuk drip-proof motor harus dipasang dengan poisisi horizontal atau posisi side wall, agar dripp-proof berfungsi. Pemasangan motor biasanya dipasang kuat pada baseplate , permukaan datar dan metalic.


Secara umum motor dipasang sbb:
                   motor horizontal


Motor dipasang Horizontal,
Untuk kapasitas kecil s/d sedang di design dengan  antifriction bearing (atau disebut rolling bearing) dan yang besar biasanya sliding bearing. 
Motor Horizontal tidak dipasang “thrust bearing”, karena beban axial di pikul oleh “magneting centre”  


                         motor vertical


Motor dipasang Vertical,
Untuk kapasitas kecil s/d sedang di design dengan  antifriction bearing (atau disebut rolling bearing) dan yang besar biasanya sliding bearing. 
Motor Vertical dipasang “thrust bearing”, untuk menahan beban beratnya rotor.
(bersambung pada artikel lain)
(catatan:silahkan para pembaca untuk menyusun sendiri artikel2 ini menjadi sebuah buku praktis dan tidak dilarang mengkopi dan meyebarluaskan kepada yang memerlukan)

24 Responses to Mengenal Frame Motor Listrik Induksi

  1. sutrimo says:

    Salam kepada semua members,Saya kesulitan untuk mendapatkan buku nema standard,adakah yang bisa membantu untuk mendapatkan buku tersebut?Atas bantuannya saya ucapkan banyak terima kasih. salam sutrimo

  2. soemarno says:

    P Sutrimo Jika bpk ingin membaca lebih dalam, mungkin bisa di cari di internet. banyak kok yang tulisan2 oleh pabrik2 motor amerika yang sdapat kita pelajari. Salam: Soemarno

  3. Chandra MDE says:

    Salam kenal.Saya juga berkecimpung di dunia yang Bapak geluti. Informasi dari Bapak sangat berharga. Awalnya saya pengen buat kategori seperti ini di blog saya. Tapi melihat blog Bapak, rasanya saya hanya perlu buat link saja ke blog Bapak ini. Boleh kan, Pak? Terima kasih, Chandra
    Jawab: terima ksih telah mampir di blog.silahkan jika ingin menambah, koreksi atau komentar. tulisan saya sekedar tulisan lepas dengan referensi dari pengalaman sendiri maupun buku/tulisan/pengalaman orang lain. Salam :Soemarno Adibroto

  4. Bently N says:

    Pak Soemarno,maaf mau tanya, bapak yang dulu pernah di PT Badak NGL? maaf kalau salah. Salam, Bently
    jawab: ya memang tidak salah.

  5. syah rudi says:

    halo
    saya mau tanya bagaimana mebuat induksi hingga menghasilkan panas yang dapat tahan kurang lebih 2 jam dengan panas 200 derajat. fungsinya untuk melepas shaf pada rotor…?

  6. SUYITNO says:

    Saya berkerja di bidang Elektro motor 3 Phase ( Rewinding). Saya punya kesulitan untuk menentukan jumlah lilitan tiap alur.Selama ini saya rewinding berdasarkan jumlah isi alur pada motor yang terbakar. Apabila motor yang akan di rewinding tidak ada lilitan ( kawat email)yang lama, maka saya hanya kira kira untuk menentukan jumlah lilitan kawat emailnya (berdasar pengalaman saja. Yang saya tanyakan, Apa ada rumus untuk perhitungan jumlah alur tersebut? Atas perhatian dan jawabannya saya mengucapkan banya terima kasih.

  7. soemarno says:

    P Suyitno. seingat saya sbb:KW tahu,kw/perphase bisa dicari,kmdn cari R/perphase,penampang tahu, tahanan jenis tahu, maka panjang kawat dpt tahu. jumlah slot perkutub/perphase tahu maka ketemu jmlh kawat per slot.

  8. awing says:

    Pak soemarno yg baik.
    Aku ada pertanyaan yg belum aku dapatkan jawabanya, begini pak, kalo motor ada kerusakan pada Rotor Barnya. bisa dilacak dengan instrumentasi ngga yah, atau bagaimana cara mengetahuinya kalo rotorbarnya sudah rusak. terimakasih atas jawabanya
    Jawab: alat utk itu “growler” dgn menempelkan diatas bar, kalau ujung bar tdk magnit->barnya putus

  9. ibnoe says:

    selamat siang pak marno,
    Mohonpenjelasan, motor 110 kw type vertical mounting IMV1 karena ada penambahan load akhirnya motor di besarkan menjadi 132 kw secara fisik dan dimention ok sama pak cuma ada sedikit perubahan di journal coupling motor yang bertambah besar,namun demikian motor yang dikirim type mountingnya adalah IMB5 secara drawing horizontal pertanyaan saya apakah bisa atau di ijinkan IMB5 di pasang secara IMV1 dan juga bisa pak dikasih refrensi standart apa yang bisa menjelaskan,pada prinsipnya motor yang baru sama persis baik bearingnya maupun dimensinya.semoga keterangan bapak bisa membantu saya
    Jawab:
    standard apapun motor utk horizontal tidak dapat di pasang utk vertical. krn beda type bearingnya sebagai penahan beban. anda sudah tahu, type IMB5 tidak sama IMV1.

  10. ben says:

    Pak Soemarno,maaf mau tanya pak, jika kita ingin mengetahui sebuah motor itu masih layak dipergunakan bagaimana caranya ya pak? contohnya motor 3phase yang sudah panas dan berbau terbakar namun masih dapat berjalan, bagaimana ya pak agar kita bisa membuktikannya dengan sebuah alat bahwa kwalitas motor itu memang sudah tidak layak? dapatkah dengan Mager?jika bisa dengan mager, nilainya berapa pak jika motor itu masih baik? karena jika menggunakan tester kita hannya tau tentang kutub2nya saja..mohon bantuannya pak karena saya juga masih dalam tahap belajar hehe..terima kasih pak sebelumnya.
    Jawab:
    pertama bisa di megger dulu (spek lihat di tulisan test motror), jika rendah coba di buka, apa yg terjadi didalam, misal bisa saja ada grease yg masuk, bersihkan/keringkan/oven & megger.

  11. ben says:

    OK pak…saya mengucapkan banyak Terima Kasih untuk Infonya, sangat berguna sekali untuk saya, sukses Selalu untuk bapak&keluarga.

  12. Anwar says:

    pak apa rumusnya mencari nilai megger motor induksi 3 phasa?
    tolong dijawab,trimakasih.
    Jawab: bisa di baca di tulisan “test& rekomendasi” meski belum selesai nulisnya, tapi ada megger.

  13. andri says:

    Saya seorang yang bener2 baru dalam dunia elektro motor, alias motor induksi. Karena mulai sebulan lalu saya menjadi seorang sales produk elektro motor merek C*G. Basic saya adalah seorang IT, ketika saya menerima pekerjaan ini saya pikir saya akan menjual kepada suplier atau OEM, namun ternyata saya dapat jatah pabrik. Bingung saya bagaimana harus menjualnya, karena sebuah pabrik belum tentu setahun sekali beli motor induksi, bahkan bila ada kerusakan mungkin hanya digulung ulang saja. Maaf bila diluar jalur, apa boleh nih saya bertanya, kira2 kapan waktu yang tepat untuk bisa menjual elektro motor? Berapa kw kah yang paling sering digunakan? Kebetulan motor yang saya jual menggunakan standar IEC, dari mulai 0,37kW sampai 1100kW. Dari yang motor standar, sampai yang eksplosion proof. Terima kasih.
    Jawab: kapan? susah dijawab.tapi memang kadang butuh. yg penting kuasai standard (JIS, NEMA) dan substitusi antar standard. jakinkan bahwa motor anda itu bagus. high efisiensi?

  14. Hendro says:

    Kepada yth Bpk Soemarno Adibroto
    bagaimana cara menghitung lilitan elektromotor yang sudah tidak ada berkas lamanya lagi pak?
    apa mungkin ada rumus2 tertentu untuk menghitungnya? kalau ada bagaimana cara menghitungnya pak?
    tolong partisipasinya pak. sebelumya saya mengucapkan terima kasih banyak atas jawaban yang bapak berikan.

  15. efendi sofyan says:

    saya adalah seorang pegawai swasta di bidang pelayaran perkapalan,dengan seiring waktu dalam pekerjaan saya tidak memungkin untuk saya lanjutkan pekerjaan tsb,maka saya mau mencoba untuk membuka usaha pengulungan kawat dinamo di daerah rumah,bisakah bapak membantu saya untuk memberikan cara kerja pengulungan kawat dinamo dan berapa lama bila kita kerjakan 1 dinamo bila alat2 sudah lengkap.terima kasih saya ucapkan dan sekalian salam perkenalan dari saya dari batam.
    jawab: maaf jika hrs ditulis disini bayak sekali. saran utk pemula cari buku STM/SMU Rewinding juga cari tukang gulung utk diajak kerja sama.

  16. Ade najmudin says:

    Salam persahabatan..
    Saya seorang teknisi d bidang elektromotor. Saya sudah biasa menggulung berbagai macam tipe elektromotor ac/dc 1 atau 3 phase.
    Bagi anda yg mau memakai jasa saya kirim saja email k alamat email saya adeleuf_pia@ovi.com
    terima kasih

  17. mulyadi says:

    salam kenal, saya mahasiswa STTJ smt 6, usia saya 48 tahun. saya msh mau belajar tp kemampuan sdh agak sulit u menerima ilmu yg sisampaikan dosen. tlg bgm caranya agar saya tetap semangat u belajar sampai akhir hayat. terima kasih P Soemarno atas saran dan petunjuknya. semoga selalu dlm keadaan sehat. amin
    Jawab: maaf tdk menggurui, mindset positive,dibuat target, konsisten tapi juga tidak ngotot. (kalau kita usaha insyallah Allah beri jalan/kemudahan utk bisa). atau (sebuah pisau perlu dipakai terus agar tdk karat).maaf ya.

  18. asep sopyan says:

    salam kenal saya punya masalah d bdng motr listrik sering ke bakar sebagian gulungan kawat tidak semua ke bakr mohon jawabannya.
    Jawab: utk menjawab tepat sulit, karena tdk menceritakan kondisi listrik, maintenance spt apa, motor ex rewinding? tapi salah satu sebab terbakar sebagian: tegangan phase suply listrik tidak balance. di web ini ada tulisan hal tsb.

  19. iwan says:

    pak,sayaseorang mahasiswa, saya mau tanya, bagaimana proses berputarnya motor induksi 3 fase secara balok balik
    Jawab; maksud apakah putarannya yg dibolak-balik? nyambungnya ke supply R,S,T yg S & T ditukar2 yg disambung dari dalam motor.

  20. Ade najmudin says:

    Salam persahabatan
    saya seorang teknisi elektromotor,,, saya sudah terbiasa dan berpengalaman dalam rewinding elektromotor ac/dc berbagai tipe..
    bagi yang ingin memakai jasa saya atau yang ingin bekerjasama dengan saya silahkan kirim email ke adenajmudin@gmail.com
    Terimakasih atas perhatiannya

  21. rochmat affandi says:

    selamat siang pak Sumarno. setelah membaca halaman “Sharing pengalaman” saya tertarik dan merasa punya teman dan tempat untuk bertanya soal – soal tehnik

  22. selamat siang pak Sumarno, saya mau bertanya untuk standart Isulation Resistance Electro Motor HV itu berapa ya pak ?
    Atas perhatiannya saya ucapkan terima kasih
    jawab: mungkin ada tulisan di web ini, insulation resistand berdasar voltage kerja.

  23. erik says:

    tolong beri tahu saya dmn pabrik atau pt yang merakit semua jenis motor induksi..
    jawab: utk rewinding bisa di PT Mesindo di Jakarta atau ada juga buka di dekat Mojokerto. ini cukup besar dan berpengalaman..

  24. gunadi says:

    pak,bagaimana cara mengetahui motor 3 phase atau 1 phase klo di name plate tdk tertera phasenya?
    jawab:al:1.kabel yg keluar.2. biasanya motor diatas 2 kw itu 3 phase.3 jika perlu kabel2 itu di megger ada berepa winding. dan tanya orang yg sudah ahli atau ngerti.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>