Name Plate

Data Plat Nama sebagai data penting

Plat Nama atau Name Plate memuat data2 spesifikasi mekanis dan elektris, sangat penting sebagai informasi yang diperlukan jika kita akan mengganti motor yang sudah ada, atau mengganti dengan merk lain atau spesifikasi lain. Mengganti ini bertujuan mencari merk berbeda yang lebih baik kwalitas / effisien / murah / power lebih kecil/besar dll, tetapi tidak merubah dan cocok dengan fondasi yang ada.

Standard sangat penting untuk dipahami agar tidak mengakibatkan kesalahan fatal yang mengakitkan kerugian besar.

Contoh plat nama

ELECTRIC MOTOR NAME PLATE

Model 500

Single phase

TOTALLY ENCLOED

FRAME

TYPE

INS CLASS

IDENT. NO.

145

KC

J

2531234567

HP

RPM

VOLTS

AMPS

CYC

S.F

1 1/2

1725

115/230

1.5/7.5

60

1.25

DESIGN CODE

B

PHASE

EFF

P.F

DRIVE END BEARING

SKF 6163

1

62%

75%

OPP.END BEARING

SKF 6162

DUTY : CONTINUOUS

AMB. 40C NO THERMAL PROTECTION

Data2 penting al :
1 . Data pabrikan
· Nomor Katalog
· Model motor
· Type
2. Data Elektrik
· Phase
· HP /  KW
· Hz / Frequency
· RPM /  putaran per menit
· Voltage / Tegangan
· Amperage (F.L.A) full load motor current
· Power Factor
· Maximum ambient temperature in centigrade  (+40.C = 104.F)
· Temperature Rise
· Service Factor
· Altitude
· Duty Rating
· Insulation Class
· Code – indicate kVA / horsepower

3. Data mekanis
· Frame
Contoh dari LESSON ELECTRIC MOTOR
Penjelasan  singkat sbb:

1. Data Pabrikan
· Nomor Katalog
CAT.NO/PART.NO 120086.00
Nomor yang di buat oleh pabrikan motor berdasarkan standard penomoran pabrik itu sendiri yang berupa Katalog. Nomor ini untuk memudahkan pencarian  data di catatan. Pada prinsipnya nomor tsb mewakili spesifikasi motor tsb, sehingga tidak harus menulis semua spesifikasi secala lengkap, Nomor katalog sebuah pabrikan tidak sama dengan pabrikan lain.

· Model motor
Model : C145T34FB2C
Biasanya di tulis terdiri dari kumpulan angka dan huruf. “Nomor” ini di buat oleh pabrikan motor berdasarkan standard pabrik itu sendiri. Nomor ini untuk memudahkan komunikasi tehnik antara pabrikan dan  pembeli. Pada prinsipnya nomor tsb mewakili semua spesifikasi motor tsb, sehingga tidak harus menulis semua spesifikasi secara lengkap, karena setiap angka atau huruf ada artinya.
Nomor model sebuah pabrikan tidak sama dengan pabrikan lain, karena masing2 mempunyai cara penulisan atau sistem yang berbeda-beda.

2. Data Elektrik
* Phase

Phase harus jelas di sebutkan jumlah, apakah 1 atau 3. Kebanyakan motor dibuat 3 phase dan juga di tulis hubungan dalam windingnya, star atau delta atau gabungan. Motor2 kecil dibawah I KW dibuat dengan 1 phase.

* HP /  KW
Kapasitas keluaran tenaga mekanis pada putaran penuh motor.
NEMA menyatakan dengan Hp sedang IEC lebih senang menyatakan dengan KW., atau kadang pabrikan menulis keduanya.
Motor 746 watt memproduksi 1 Hp, jika motor dapat mencapai efisiensi 100%, tetapi motor hanya dapat mencapai efisiensi +/– 84% maka memerlukan konsumsi 100/84 x 746 = 888 watt.
Jumlah watt yang terpakai sebesar 746 watt dan yang 142 watt merupakan kerugian akibat panas,friction dll.
Out put Motor = 888 watt x 0,84 = 746 watt = 1 HP

* Hz / Frequency
Hz 50/60
Artinya motor dapat dihubungkan dengan 50 Hz ataupun 60 Hz.
Di Amerika frekwensi tenaga jaringan listrik memakai F = 60Hz sedangkan di Indonesia, Eropa, Jepang dan negara lain memakai F = 50Hz. Frekwensi berhubungan langsung dengan jumlah putaran yang dihasilkan oleh motor tsb. Oleh sebab itu haruslah hati2 dalam menentukan membeli motor.
Bab khusus mengenai pengaruh pemakaian frekwensi yang berbeda dengan yang tertera di nameplate dibahas pada bab lain.

* RPM /  Putaran per menit
RPM 3450 / 2850
Artinya jika motor dihubungkan dengan 60Hz menghasilkan putaran 3450 Rpm, dan jika dihubungkan dengan 50 Hz putaranya 2850 Rpm.
Putaran motor ditentukan oleh jumlah kutub dan frekwensi jaringan listrik  yang ada. Jadi meski yang tertulis di plat-nama 3600 Rpm, jika di pasang di jaringan berbeda frekwensi putaran akan berbeda.

                                  Tabel  kutub vs frekwensi

 

60 Hz

50 Hz

Synchron speed

60Hz         50 Hz

2 pole

3450

2850

3600

3000

4 pole

1725

1425

1800

1500

6 pole

1140

950

1200

1000

8 pole

850

700

900

750


 
Rumus  Rpm sinkron 
Ns=120xF/P  -> Ns=120×50/4=1500 Rpm            .

Ns = putaran sinkron
F   = frekwensi,  misal 50 Hz
P   = jumlah kutub, misal 4
Catatan : putaran rotor dari motor induksi tidak mencapai sinkron, yang tertulis misal, 1450 Rpm, karena adanya Slip sebesar .50 Rpm

*  Voltage / Tegangan
V 208 -230    /     V 460
Artinya motor ini dapat dihubungkan pada tegangan 208 s/d 230 Volt, atau 460. Apa artinya ini.? Jika di nameplate tidak ada gambar skema diagram winding, sebaiknya sebelum menyambung ke sumber perlu membaca manual , bagaimana menyambungnya.
Kalau melihat angka voltage (yaitu 230 dan 460), maka terlihat bahwa didalam stator setiap phasenya terpasang 2 pasang winding yang harus dipasang seri dan parallel.

Standard NEMA memperbolehkan motor dipasang pada tegangan 10% dibawah / diatas tegangan yang tertulis di motor.
Jika tertulis di name plate 230 Volt maka :
 -10% x 230   = 23 volts, à terendah yang boleh  230 – 13 = 207 volts
+10% x 230 = 23 volts,à tertinggi yang boleh 230+13 =253 volts

         Nominal system voltage Motor Nameplate voltage

 Nominal voltage
Perihal pengaruh pemakaian voltase yang berbeda, dibahas pada bab khusus.
Dibawah ini tabel perkiraan pengaruh perbedaan voltage terhadap performance lainya al: 

            Tabel perkiraan pengaruh beda voltage

 Perkiraan pengarug fre
Misal :  Motor 230V, RPM 1450, PF 0,8, current FLA 10A,  temp.rise 40C,
1. Jika  voltage yang ada 10% dibawah rated maka yang terjadi sbb:
· Slip bertambah 23%. Misal dari slip 50 Rpm menjadi 62 Rpm, artinya putaran motor turun dari 1450 menjadi 1438 Rpm
· Effisiensi berkurang 2%
· Power factor berkurang 3%
· Arus bertambah  11%
· Panas yang timbul bertambah 7%
· Dst.

* Amperage (F.L.A)
Besar arus FLA (full load motor current) yang diperlukan pada kondisi motor sedang mengeluarkan daya sesuai dengan rated Hp/Kw  pada supply tegangan voltage sesuai spesifikasinya. Ini perlu diketahui terutama untuk  perencanaan besar kabel dan sistem proteksinya.
Jika rated voltage nya dua macam, maka FLA juga ada dua harga.
Misal : Voltage 115/230 maka FLA misal 15.0/7.5A. jika voltage yang tersedia lebih rendah/tinggi dari rated maka besar FLA juga berpengaruh (lihat tabel diatas)
Dengan mengukur besar ampere, ini dapat menggambarkan  berapa kira2 besar beban motor yang sedang di pikul.

*Torque / torsi
Force atau Kekuatan putar atau gaya putar yang digunakan oleh poros. Satuan torsi kgm. atau inch-pounds,

* Starting Torque :
Force yang di hasilkan oleh motor untuk berputar dari keadaan diam dan acelerasi. Juga disebut locked rotor torque.

* Full load Torque.
Force yang di produksi operasi / running motor  pada kondisi beban penuh, putaran penuh pada capasitas Hp rated.

* Breakdown Torque
Torsi maksimum motor yang dapat di produksi saat beban naik tanpa putaran dan tenaga jatuh turun . juga kadang disebut pull-out torque.

* Pull-Up Torque
Torsi minimum yang dihasilkan motor antara diam (nol rpm) ke Rpm rated. Sama dengan bebn maximum motor mampu acelerasi ke rated Rpm.

* Power Factor / Pf
Power factor yang tertulis di nameplate adalah power factor dari test beban penuh/full load. Power factor akan berubah sesuai dengan berapa persen beban yang dipikul motor, jika beban tidak penuh maka Pf operasi rendah.
Pada umumnya motor kecil mempunyai Pf yang lebih rendah dari motor besar.

                     Dibawah ini tabel korelasi antara beban dan power faktor
                      Korelasi beban
Saat ini hampir semua negara maju (USA, Jepang, India, negara2 Eropa dll) sudah memberlakukan undang2 atau peraturan, bahwa : semua pemakai motor listrik harus mengganti dengan motor dengan efisiensi tinggi (premium motor), setidak2nya jika motor lama rusak harus mengganti dengan motor premium

* Maximum ambient temperature  derajat celcius  (+40.C = 104.F)
NEMA memberikan panduan bahwa suhu ruang untuk  ruang tertutup maupun terbuka pemakaian motor maksimum 40.C. jika lebih dari harga tsb. Motor harus di derating, artinya kapasitas/beban harus diturunkan. Karena akan berpengaruh pada panasan motor winding, kalau tidak diturunkan maka winding akan mengalami panasan yang berlebihan/overheating. Akibatnya umur motor akan berkurang.(lihat di artikel lain)

* Kenaikan /Temperature Rise
Kenaikan Temperature atau sering ditulis di nameplate “Temperature Rise” misal 70.C . Artinya motor tsb windingnya akan mengalami kenaikan temperature sebesar 70.C, kenaikan ini diakibatkan oleh arus listrik yang mengalir dalam winding. Oleh sebab itu temperature harus di monitor, jika diukur lebih dari 70.C haruslah di investigasi penyebabnya. Pada umumnya pabrik memberikan angka aman 10.C.
Temperature winding = temperature ruang + kenaikan
Sebab2 kenaikan al: Sirkulasi ruang tidak baik, beban berlebihan, misalignment, filter kotor/buntu, dsb.

* Service Factor / SF
Menurut NEMA definisi dari SF ialah : berapa persen beban Hp/Kw atau ampere /FLA motor dapat dioperasikan melebihi yang tertera di name-plate yang dapat ditanggung oleh motor.
Misal :
10 Hp dengan 1.25 SF maka motor dapat menanggung beban12.5Hp
Menurut standard NEMA harga SF = 1.0 , 1.10 , 1.15 , 1.25 , 1.4  dsb
Motor dengan SF >1.0 memiliki isolasi yang lebih bagus dari Class B

*Altitude
Tinggi diatas permukaan laut selalu diperhatikan jika memasang motor. Sebagai panduan NEMA memberi panduan untuk operasi normal motor dipasang maximum setinggi 3300 feet atau 1000 m, lebih dari itu motor harus di derating atau diturunkan kapasitasnya.

          Dibawah ini tabel panduan penurunan Hp sehubungan dengan altitute  
       Altute
Misal motor dengan servise factor 1.0 jika dipasang pada ketinggian lebih dari 1000 m, maka kapasitas harus diturunkan menjadi 93%

* Duty Rating NEMA vs IEC
Sifat pemakaian motor dirancang untuk dioperasikan sbb :

NEMA hanya membagi duty cycles dalam dua macam yaitu :
Continue / terus -menerus , Intermittent / berkala dan special /khusus
1.Duty continue : artinya motor dirancang dapat dan tahan dioperasikan secara terus-menerus, tanpa berpengaruh terhadap panas winding, dan umur motor tidak akan berkurang. Motor operasi lebih dari 3 jam sudah termasuk kategori continue.
2. Intermittent duty: motor dirancang untuk dioperasikan dengan waktu tertentu, kemudian distop dengan waktu tertentu untuk kesempatan pendinginan, kemudian dijalankan lagi. 
Special ; pemakaian dengan mencantumkan waktu tertentu
Misal: 5, 15 , 30 , 60 menit. Contoh: Motor buka/tutup pintu, 

IEC membagi duty cycles menjadi 8 yaitu
1. S1 – Continous duty . Motor untuk dioperasikan dengan beban tetap / waktu dan mencapai temperature equilibriumnya.
2. S2 – Short-time duty. Motor untuk dioperasikan dengan beban tetap dengan waktu tidak lama untuk mencapai temperature equilibriumnya, kemudian periode istiharat cukup lama sampai dengan mencapai temperature ambient.
3. S3 – Intermittent periodic duty. Motor untuk dioperasikan dengan beban tetap secara periodic “jalan” – “stop/istirhat”. temperature equilibrium tidak pernah tercapai. Arus starting sangat kecil pengaruhnya terhadap timbulnya panas di stator.
4. S4 – Intermittent periodic duty with starting. Motor untuk dioperasikan dengan beban tetap secara periodic “jalan” – “stop/istirhat”. temperature equilibrium tidak pernah tercapai. Tetap arus starting ber pengaruh terhadap timbulnya panas di stator.
5. S5 - Intermittent periodic duty with electric breaking. Motor dioperasikan dengan sequen siklus “starting – running dengan beban tetap” dan “starting – running dengan tanpa beban”. Tidak ada waktu stop/istirahat.
6. S6 - Continuous operation with intermittent load. Motor dioperasikan dengan sequen siklus “running dengan beban tetap” dan “running tanpa beban”. Tidak ada waktu stop/istirahat.
7. S7 – Continuous operation with electric braking. Sequential, identical cycles ” starting – running at load constant and electric braking.” Tidak ada periode istirahat.
8. S8 – Continuous operation with periodic changes in load and speed. Motor operasi dengan siklus ” jalan dengan beban konstan dengan putaran tertentu” kemudian jalan dengan beban tetap berbeda dengan putaran tertentu.

* Insulation Class
NEMA maupun IEC menggunakan tanda yang sama, tapi NEMA tidak mempunyai isolasi klas E.
Winding dapat tahan pada temperature tsb. secara kontinu tanpa menurunkan ratingnya. Kebanyakan motor di Industri memakai klas isolasi B atau F
Class A (105C / 221.F): cotton.silk,paper
Class E 120C / 248.F
Class B (130C / 266.F) : mica,fiberglass,asbestos
Class F (155C / 311.F) : mica,fiberglass,asbestos
Class H (180C / 356.F ): mica,fiberglass w silicon binder
(Ref: NEMA standard MG – 1.65 Desember 1980)

                    Tabel kenaikan temperature      Tab kenaikan temp
Table:   IEC vs NEMA  temperature rise , derajat C

* Code – indicate kVA per horsepower

3. Data Mekanis
· Frame
Frame F145T
Frame menggambarkan ukuran fisik motor, dengan melihat tabel standard kita bisa mengetahui ukuran pisik secara lengkap al : tinggi shaft, jarak baut, diameter shaft, panjang shaft, tinggi/panjang motor . 
Frame tsb. diatas mengikuti  standard NEMA, (National Electrical Manufacturing Association) yaitu standard yang dibuat oleh organisisi pembuat motor. Standard ini banyak diikuti pabrik2 motor dari Amerika.
Standard IEC  (International Electrotechnical Commission) standard ini banyak diikuti oleh pabrikan motor dari Eropa. Sebagian besar pabrikan membuat motor sesuai dengan standard yang diminta pembeli. Sebetulnya untuk frame itu dapat dikonversi satu terhadap yang lain, tetapi tidak persis sama, makin besar motor makin besar beda ukuran.
Standard lain tentu masih banyak misal : JIS,

Beberapa pedoman praktis frame NEMA :
Umumnya terdiri : berupa ” huruf – angka – huruf”  misal EF145T
· Terdiri dari 2 digit/angka , untuk motor kecil atau kurang dari 1 Hp
· Terdiri dari 3 digit/angka , untuk motor 1 Hp dan lebih besar
· Huruf depan (prefix), merupakan angka khusus dari pabrikan.
· Huruf dibelakang (suffix), metode pemasangan standard NEMA.

Ukuran frame
· Frame dengan Angka 2 digit, angka ini jika dibagi 16 merupakan (D) jarak antara center shaft ke titik tengah dasar dalam inchi
Contoh : Frame 56  berarti ukuran D = 56 : 16 = 3 ½”
· Frame dengan Angka  3 digit, angka pertama – kedua jika dibagi 4 sebagai ( D )jarak antara center shaft ke titik tengah dasar motor dalam inchi.


                            Frame
Contoh : Frame 145 berarti  D= 14 : 4 =  3 ½”
· Angka Ketiga menyatakan jarak lubang baut parallel dasar
Contoh : frame 145 angka 5 ” merupakan jarak  ( E + E ) tetapi ini tidak mutlak.
· Standard  IEC. Angka2 frame menyatakan jarak (D). misal frame IEC : 100L  -> D = 100 mm, dan 90L -> D = 90 mm dst.
· Antara Frame IEC maupun NEMA ada kesamaan , meski ada sedikit perbedaan.
Misal IEC 100L , D=100 mm hampir sama dengan NEMA 145T, D nya     


          Tabbl


Kesimpulan
Dalam membeli Motor Listrik hal yang harus diperhatikan al:
1. Tidak perlu terpaku pada merk atau brand tertentu, tetapi harus sesuai dengan spesifikasi yang diperlukan
Data Elektrik
· Phase
· HP /  KW
· Hz / Frequency
· RPM /  putaran per menit
· Voltage / Tegangan
· F.L.A = Amperage full load motor current
· PF Power Factor
· Maximum ambient temperature in centigrade  (+40.C = 104.F)
· Temperature Rise
· SF= Service Factor
· Altitude
· Duty Rating
· Insulation Class
Data mekanis
· Frame
2. Jika mungkin belilah yang Premium motor (efisiensi tinggi), karena eff. tinggi sangat menghemat pasokan  tenaga listrik. (di banyak negara sudah membuat peraturan bagi Pembuat dan pembeli harus membuat/membeli “motor eff. tinggi”)
3. Pilihlah frequensi dan voltage yang sesuai dengan jaringan yang ada.(lihat pengaruh rugi  perubahan voltage)
4. Sebaiknya ditest dulu Hp/Kw yang sesungguhnya diperlukan.Jika membeli terlalu besar Hp, merupakan kerugian tenaga listrik. 
Rumus praktis secara cepat untuk cek HP motor:
Misal: Motor 100 HP, Rpm tertulis 1425 Rpm,
Jalankan motor dan dengan stroboscope/rpm-meter kita lihat rpm actual misal 1470 Rpm.
maka tenaga listrik yang diperlukan hanya 1425/1470 x 100 Hp = 96,9 HP   
4.Pilihlah standard yang sesuai (IEC atau NEMA), meski ada persamaan antara kedua standard tsb.(ada sedikit perbedaan ukuran/lihat tabel dibawah)
Pembahasan Frame lebih lanjut bab2 berikut
(masih editing)

80 Responses to Name Plate

  1. yan says:

    pak Marno saya mahasiswa yang sedang mengerjakan tugas akhir (TA), topik TA saya adalah perancangan pompa sentrifugal untuk transportasi bubur kertas, untuk pompa mana yang baik digunakan antara motor listrik 3 fase atau jumlah fase yang lain, perbedaan penggunaan antara motor 3 fase dan fase yang lain apa saja pak? untuk sementara itu dulu pak, atau misal bapak mempunyai referensi buku atau website yang memuat jawaban atas pertanyaan saya mohon beri tahu saya. terima kasih

  2. soemarno says:

    Sdr Yan. hrs konsul ke Pembimbing. Pompa centrifugal dapat dipakai pada cairan yang enceran/ viscositasnya terbatas. Berapa visc bubur tsb? mungkin masih bisa dengan impeller type turbo atau mix. Motor 3 phase, bentuk yg paling efisient/ekonomis, Kapasitas lebih dari 1Kw umunya dibuat 3phase.TA design pompa sudah terlalu sangat umum, banyak referensi. Kita tidak pernah membuat pompa, prakteknya dalam bekerja kita mendesign spesifikasi yang dibutuhkan proses,kmdn tinggal memilih spec yang cocok.

  3. Rudi says:

    Thanks a lot for your sharing.
    Respond:You may share your effort.thank.

  4. khajai says:

    selamat siang pak marno,, saya ada tugas tentang menulis semua name plate motor.. bisa bapak bantu saya, kalau bisa bapak kirim ke email saya ya,apa saja nameplate motor tersebut, terimakasih
    Jawab: sudah tersedia di artikel

  5. agus wiyono says:

    Sore pak marno,
    Saya tertarik dengan tulisan bapak mengenai maintenance di motor. Satu hal yang masih membingungkan adalah rating tegangan pada motor. Jika nameplate motor 400 V, boleh gak kita operasikan dibawah 380 V dalam rentang waktu yang agak lama. Mengingat tegangan terima kita berkisar 370-380 V Jika kita paksakan di kisaran 370 V apa yang terjadi? Terima kasih atas sarannya.

  6. soemarno says:

    P Agus.dlm tulisam jelas bahwa yg masih diijinkan utk operasi continue itu lebih tinggi atau lebih rendah 10% dari voltase nameplate. namun jika terpaksa beban hrs derating (dibebani lebih rendah) Cara praktis =ukur arus, jika tidak melebihi Ampere nameplate dikali safety faktor mudah2an aman.

  7. Hisbul says:

    Tulisannya berarti sekali buat sy pak. Tapi saya masih bingung dgn start bintang segi tiga pak, jika pada name plat tertulis 380/600V, sumber tegangan 380V hubunganya bgmn pak, mohon penjelasannya pak yg mendalam tentang star bintang segitiga. Terima kasih banyak. Hormat sy Hisbul guru smkn 1 poso pesisir
    Jawab:
    motor tertulis 380/600V itu artinya lilitan motor perphasenya hanya boleh diberi tegangan 380V. (teg ujung2 phase 380V). maka jika sumber 380V harus di hubung segitiga. karena Arus yg mengalir terbatas sebesar 380V/R. kalau teg tersedia 600V maka harus di buat star.(teg ujung dua phase 600V) jadi teg phase = 600V dibagi akar tiga= kira2 380V jadi besar arus phase juga 380/R. agar jelas coba digambar kondisi segitiga dan star.utk menjelaskan keterangan ini.
    Name plate seharusnya tertulis 380/660V jadi 660 dibagi akar tiga= 3890. atau 350/600V

  8. Arry Supriyadi says:

    Yth.Bpk.Soemarno
    Pak, tegangan dari PLN untuk 1 phase = 220V dan 3 phase = 380V. Pertanyaan saya :
    1) untuk menghasilkan tegangan 1 phase = 380V dan 3 phase = 660V, gimana caranya?
    2) standar warna kabel R,S,T, dari PLN apa?
    Jawaban bapak akan sangat membantu saya dalam mencari ilmu. Terima kasih !
    Jawab:
    1)Tegangan antara R-S, S-T, T-R itu pasti 380V dan R-Netral/ground, T-N, S-N itu 220V
    2) kalau ingin buat 660V ya harus pasang Trafo step-up.
    Semoga jelas.

  9. li candra says:

    Pada motor 3 phase tercantum 11KW 22,3A 1460 Rpm 50 hz IP54 380V pertanyaan saya:
    1.berapa beban supply ke motor tersebut? apakah 22,3A masing2 phase?
    2. untuk itu berapa mm2 kabel supply yang hrs kita siapkan?
    3. Pada MCCB terantum 40 A; apakah masing2 kabel phasenya supplynya 40 A; dan berapa mm2 kabel supply yang hrs kita sediakan?
    Jawab:
    1. Betul itu arus di setiap phase
    2. bisa melihat di tabel(sedang di cari)
    3.betul /lihat tabel dan perhatikan safety faktor, saat motor start arus bisa 5 x atau lebih.

  10. olaf says:

    Yth. Bpk. Sumarno, Saya punya motor 3ph dengan rated voltage 200/220V, 50/60Hz. Bisa tidak saya hubungkan ke 380V dengan konfigurasi winding star (wye)? Terima kasih sebelumnya.
    Jawab:
    jika rated 220/380 dipastikan 220 dgn segitiga dan 380 dgn star. tapi 220/220 pastikan saat ini dihub apa?

  11. olaf says:

    Yang tercantum di name plate hanya 200/220V, 50/60 Hz. Sepertinya 200V u/ 50Hz dan 220V u/ 60Hz. Apakah winding rated voltage = 200V ? Terima kasih atas jawaban Bapak.
    Jawab: betul ratednya 200V. Pretanyaan, sudah terbeli dan kalau yg ada supply 220? bisa dipakai tetapi beban/arus tidak melebihi arus In yg tercantum.

  12. mursidi says:

    Ass… salam kenal pak. saya ingin bergabung sekaligus berkonsultasi pada bpk, saat ini saya sedang menyusun skripsi yang da hubungannya dengan alignment pada pompa secara umum. apakah bapak dapat membantu saya untuk meyediakan tambahan referensi atau buku panduan yang bapak buat, untuk lebih jauhnya saya ingin mengetahui no hp bpk untuk berkonsultasi atau jalan keluar… saya sudah mencantumkan alamat email,saya tunggu kbr selanjut y dari bapak,terima kasih.
    Jawab: dengan senang hati, apa yg harus saya bantu.

  13. dwi says:

    pak saya mau konsultasi say punya motor 30kw 4 pole flange mounted masalahnya saya ingin menaikkan speed menjadi 3000 rpm sedangmotor 2 pole yang sama dimensinya 37 kw 2pole tetapi apakah torsi motor ini kuat untuk mengangkat beban konveyor(torsi motor 30 kw 4 pole 194 n/m sedang yang 37 kw 2 pole 97 n/m
    Jawab: kalau kita lihat torsi motor beda besar, mungkin harus di pertimbangkan. Konveyor itu perlu torsi awal yg besar sekali, tdk seperti misal pompa. kopling antara motor konveyor pakai apa? apa direct?

  14. DIAN says:

    pak saya punya motor di name platenya ada tulisan 220/230v 50 Hz. saya mau bertanya bangaimana cara mengetahui RPM dan daya motor tersebut.
    Jawab: seharusnya ada tulisan di name plate. kalau tdk ada ya jalankan ukur RPM. ukur arus utk hitung daya =(IxV)

  15. bambang says:

    Pak Sumarno mau tanya kalau IP 54 itu artinya apa dan kode – kode nomernya apa saja, terus kalau saya memakai motor untuk ruangan yang lembab sebaiknya memakai IP berapa ?Terima kasih.
    Jawab: tulisan diatas belum selesai. dibuku Nameplate saya ada lengkap. IP = Ingress Protection (IEC stnadard) 5=protecti terhadap debu 4= protecsi thd percikan air dri segala arah. IEC IP54 = NEMA Enclosure Type Number 3 juga NEMA TEFC (total encloser fan cooling). ruang lembab bisa IP 54

  16. tomy says:

    terima kasih

  17. Alex says:

    ,terimakasih bapak sudah buat web ini,,sangat membantu,,sekalian saya mau konsultasi pak,saya seorang mahasiswa pak,sedang jalan TA, judul saya tentang motor submersible pump (ESP) pak,pengaruh perubahan frekuensi.yang saya mau tanyakan,,
    1. pada motor ESP kenapa hanya dilakukan perubahan frekuensi pada umumnya, menggunakan VSD? apakah bisa melakukan perubahan tegangan??
    2. perbedaan motor ESP ini dengan motor biasa apa pak?
    sampai motor ini bisa berkerja pada frkuensi 70 Hz,sementara pada name plate 50 Hz-60Hz ,terimakasih.
    jawab:1. perubahan freq, tujuannya utk mengatur putaran sesuai dgn beban (jumlah yg dipompa), tdk bisa dgn tegangan.2. submersible pump itu pompa & motor tercelup dalam cairan yg dipompa (juga sebagai pendingan motor), winding/kawatnya sdh dgn isolasi khusus. anda di mana?

  18. Alex says:

    Terima kasih pak sudah dibalas.
    saya di palembang pak,tapi TA saya di Pertamina Jambi, maaf lama balasnya pak, saya menemukan masalah baru,
    1. untuk operasi motor ESP menggunakan trafo Step UP, dari sumber tegangan tidak stabil, Kurang lebih 370V-390V, sehingga tegangan masuk ke VSD untuk motor tidak sesuai dengan nameplate motor, nameplate motor 945 V, 39 A, 50 Hz, pf 0,82, eff 0,76 , 2820 rpm, operasi motor pada 49 Hz, 27 A, 872 V -1000 V. Dengan menggunakan perbandingan trafo lilitan primer dan lilitan skunder dengan ratio trafo 380/1230, pengukuran Tegangan sumber 352 V- 394 V, pengukuran pada VSD keluaran trafo 812 V – 940 V( sudah dikurangi volt drop dari surface ke downhole sumur). perhitungan tegangan yang didapat 1139 V – 1275 V.
    menurut bapak, kenapa tegangan keluaran trafo pengukuran jauh beda dengan perhitungan dengan perbandingan ratio trafo?
    2. Saya mengukur menggunakan motor surface yang mneggunakan VSD, slip motor nameplate 1460 rpm,50 Hz saat pengukuran menggunakan tachometer, saya menemukan bahwa rpm terukur pada tachometer 1500 rpm pak, tidak ada slip saat menggunakan VSD. Kebalikannya saat menggunakan tegangan sumber naik turun Rpm mampi mencapai 1466-1566 rpm. bagaimana penjelasan yang masuk akal untuk hal ini??
    jawab:
    1)keluaran trafo actual sngt dipengaruhi oleh loses/rugi2 dlm trafo (berapa macam rugi2?)
    2)VSD itu mengatur speed (dgn mengubah frequensi)sesuai dgn beban. jika beban naik-turun maka speed naik turun.

  19. Wahib hasbullah says:

    Pak Marno,dari pengamatan saya di pabrik biasanya motor dibawah 10 hp menggunakan sistem teg 220/38 0 dan diatas 10 hp teg 380/660,tapi saya melihat mesin blower 20 hp dihubung star delta dengan 3 kontaktor,teg pln kan 380 LL,padahal saat bintang menggunakan teg 660 kok bisa ya
    Jawab:
    1.apakah sudah tahu apa maksud tulisan 220/380 dan 380/660.?
    2.motor20 hp: star-bintang, saat star tegangan sumber/pln ya tetap 380 bukan 660V. tujuanya utk memperkecil arus mula.

  20. daniel says:

    pak mau tanya,,bagaimana cara memperkirakan name plate dimana kita tidak tahu name plate tersebut? terima kasih pak,,
    Jawab:
    jika kita sdh tahu tegangan (motor dipasang), ukurlah masing2 phase R stator. maka kita sdh dpt hitung Watt/kW. (salah satu cara).

  21. Firman says:

    Pak Soemarno
    saya mempunya motor dengan spec sebagai berikut
    45 kW 380/660V 84/48.5 A 50 Hz
    1475 rpm IP 55
    MOhon pencerahan dari bapak bagaimana saya bisa memperkirakan lifetime dari motor ini apabila saya operasikan maksimal sesuai spec makernya . Matur nuwun
    Jawab: dgn maintenance & operation sesuai motor bisa berumur 15 s/d 20 th./lebih
    IP55 , winding terlindungi, shgg cukup keberrsihan body yg dijaga. (beban, start stop & maintenance diperhatikan)

  22. Firman says:

    Pak Soemarno. Nyambung pertanyaan sebelumnya….
    Kebetulan motor saya sudah berusia 20thn saat ini seperti perkiraan bapak, kira2 berapa tahun lagi bisa bertahan ya pak, karena saya operasikan pada tegangan 380V dan arus operasi 70A dan insyaAllah dimaintence dengan sangat bagus. Terimakasih Sebelumnya
    Jawab: dgn memperhatikan rekomendasi jedah startstop & maintenance optimal, mungkin bisa lebih dari 5 th lagi.

  23. dian ramdan says:

    pak saya mau nanya.
    sebuah water filter memilikki name plate : power max 300w, 220-240 VAC , jelaskan maksud name plate tsb..?? makasih_bandung
    jAWAB: ini specifikasi electric hrs dihubungkan listrik 220- 240 VAC ( Indonesia 220), mungkin motor atau alat listrik lain, sebab anda tdk menjelaskan lengkap filter,

  24. jujul says:

    Pak, apa artinya/maksudnya Duty continous pada name plate motor/generator. makasih.

  25. jujul says:

    oh… gk jadi deh pak. sudah lihat di penjelasannya bapak. makasih banyak atas ilmunya.

  26. mguntur says:

    met pagi pak.blh kah sy tanya.saya mempunyai masalah motor 3phase 10hp di pelatnya tertulis 220/380vol.pertanyaan saya.gimana cara merubah menjadi 660vol.sebelumnya saya ucapkan terima kasih atas jawaban bapak.
    Jawab:
    tentunya tidak bisa. dan lebih ekonomis jika ditukar, daripada meredesign.

  27. sriyanto says:

    pagipak. saya mempunyai motor 3phase dengan 9 kabel keluar dari stator, 3 kabel di belakang dikopel, motor tersebut dioperasikan dengan 2 kecepatan, bagaimana cara koneksinya?
    JawaB; maaf saya tdk bisa, karena tdk melihat. tapi coba baca di manual, ini pengaturan jumlah pasang pole/kutub.

  28. Totok says:

    Apa Khabar pak SUMARNO, Panjenengan ingkang jumeneng ing sak leripun sentiong
    jawaB ; saya tinggal di Malang Pak. nuwun.

  29. jajang says:

    pak .klw motor 3f dgn tgangan 220v . lalu saya kasih tgangan 200v. bisa tahan lama ga pak???
    jawab.: utk itu anda hrs mengurangi beban. atau dlm praktek, ukur arus. jika tdk melebihi arus yg tertulis di name plate, ya akan tahan lama.

  30. Septian says:

    pak. apakah aman untuk menggunakan sebuah motor dalam kondisi arus kerja = arus name plate? contoh motor 90kw 165A,,,digunakan terus dengan arus kerja 165A,,,apakah berpengaruh pada lifetime motor?mohon pencerahannya.
    jawab: tentu aman dan ekonomis. lifetime masih dipengaruhi maintenance, kondisi lingkungan, operasinal.

  31. husni says:

    Malam pak saya mau bertanya tentang motor hoist crane pa dia pada bearingnya panas cuman pada gulungan dan rotornya adeum ayeum kenapa ya pak?
    Jawab: apakah sdh di cek pelumasannya: grid, jumlah, kondisinya(sdh rusak).

  32. ari d says:

    permisi pak say mau tanya utk pengasutan pompa air 3 phasa dengan tegangan 380/415 bisa nda pak di asut degan bintang segitiga
    Jawab: bisa.

  33. ferdi says:

    Pak saya mau tanya:
    1. kalau di ketahui motor induksi 3phase dimana volt=380v dan arusnya I= 50A, berapakah daya motor tersebut pada saat start Bintang dan Delta (sekalian rumusnya ya pak).
    jawab: dibaca dulu di nameplate I=50A itu dihubungkan apa?

  34. martin says:

    Salam kenal pak sumarno,sya martin,klo berkenan sya boleh bertanya?begini pak sya punya motor 90kw 3phase,dimensi kabel yang pas ukuran berapa ya pak? Mohon balasan jawabannya ,terimakasih.
    Jawab: cari arusnya berapa, tegangan V= …. ?, lihat tabel utk menentukan diameter kabel.

  35. ferdi says:

    1.gini pak, sebenarnya soal diatas itu merupakan soal dimana saya pernah melakukan test tertulis pada sebuah perusahaan (dan terus terang saya gak bisa menjawabnya dengan benar soal tersebut karena saya blom pernah menemukan permasalahan seperti soal itu). Jadi soal tersebut ya seperti itu adanya.(untuk hal ini saya minta tanggapan dari bapak seputar soal tersebut)

    2. kalau dilihat dari name platenya motor arus untuk sytem delta dan system bintang pada umumnya tercantum sih pak. contoh untuk motor 3 phasa dimana deltanya diketahui v=380volt, I=29.3A dan sistem bintang v=660volt, I=16.8A.
    (yang ingin saya tanyakan kalau mencari dayanya apakah sistem delta dan sistem bintang menggunakan rumus seperti ini P = 1.73*v*i*power factor, Atas jawabannya saya ucapkan terima kasih pak matur suun)
    jawab: sepertinya anda sudah tahu jawabannya.

  36. didin putri says:

    malam pak,
    saya mahasiswi d3 TE, mau bertanya pak
    pada spesifikasi kontaktor terdapat pnjelasn “contactor operate from 0.8 to 1.1 Uc” itu makdsunya bagaimana pak?
    terimakasih sebelumnya pak

  37. rahim says:

    selamat malam pak, saya mau tanya.kebetulan ditempat saya beli kompresor bekas dan motor listrik tertulis di plate 220v/380v 3.7 kw.yang saya tidak mengerti pak bagaimana caranya menghidupkan mesin tersebut sementara kabelx ada 6.yang 3 kabel disatukan semua dan yang 3 kabel pisah trus bagaimana menentukan posif negatifx dan apakah motor tersebut dapat dihidupkan pada tegangan 220v.mohon petunjuknya pak
    Jawab: maaf mungkin tdk tepat jawaban saya, karena tidk melihat langsung. kira2 sbb: motor itu 3 phase, terhubung bintang dgn 220V. ketiga kabel tsb dpt dihubung ke supply 3 phase.

  38. SUKADI says:

    pagi pak….!! pak minta tolong, saya mau menguji rpm mesin cuci dengan tegangan 220v 50hz, kemudian dengan tegangan 220v 60hz, bagaimana caranya…?, padahal sumber tegangan hanya satu 220v 50 hz…
    trimakasih sebelumnya….
    jawab: ya hrs mencari sumber yg 60Hz, atau pakai inverter/penhgubah frequensi. tujuan apa pengujian ini?

  39. rian says:

    Permisi pak sya mau tnya, sya sdang bljr motor 3 phasa dan inverter, pada mtor 3 phasa tertulis nominal rpm 1440, tp sya bsa mnggerakkan hingga 1800 rpm ,, prtnyaan’a apa memank bnar bsa sprti itu ? klau memank benar mohon pnjelasan’a pak. mohon bimbingan’a pak, krn sya msh awam..
    jawab: apakah motor ini penggerak pompa? inverter memang alat pengubah putaran dgn mengubah frequensi dlm inverter. tujuannya utk menyesuaikabn putarn dgn beban.

  40. mardianto says:

    sore pak aku teknisi di spbu ada kendala dng genset pada saat mati lampu kami gunakan genset tiba tiba kurang lebih 15 menit kemudian motor dispeenser kami panas sekali.dan harus tunggu dulu 10menit dulu baru bisa diopwrasikan lagi dan tdk berapa lama panas lagi.tp yg heran saya jika pakai PLN normal.jika bpk tdk keberatan mohon kiranya kami minta no tlp makasih
    Jawab: sebaiknya telepon anda beri tahu dulu, jadi aku yg nelpon, nggih.
    berapa voltage dan frequensi diselnya?.kemungkinan voltagenya tidak sama dgn jaringan PLN.

  41. Areis Istilaksana says:

    pak saya Areis mau tanyak…misalnya ada beban sebesar 1.5ton beban tersebut diangkat dengan kecepatan max 8-10 m/menit..
    pertanyaan saya, berapa HP,KW,A,yang dibutuhkan? ?

  42. ian setiawan says:

    asslmualaikum pa slm knal,mf sy mau toleransi amper motor sblum ada beban,trimaksih mhon pencerahany

  43. rasiman says:

    Assalamualaikum, sy mau tanya pak, sy mempunyai 2 buah motor dg spesifikasi baerbeda
    motor 1 : Type motor F 100L/ 4,berat 19,2Kg, 2,2 Kw, 1430 rpm, 4,87A, 50 Hz.
    motor 2 : Type motor Te-Fx, berat 36 Kg, 2,2 kw, 950 rpm, 5,34 A, 50 Hz
    menggunakan gear box yg sama type CNHM3-6120 ratio 6 ,1500 rpm.
    menggunakan inverter yg sama Type ATV 31H, 1,1kw/1,5Hp, 380/500v.
    kasusnya:pada saat dioperasikan motor1 bisa dijalankan dg baik(rpmnyabisa dikecilkan hampir 1), sedangkan motor 2 rpm tdk bisa sekecil itu paling terendah 60, mesin ini kegunaannya untuk menggulung wire timah solder 3mm, mohon bantuannya pak.
    jawab: mohon maaf ya, rasanya saya blm bisa jawab yg pas. mungkin bisa baca manual inverter atau bertanya ke pembuat inverter.

  44. hendra says:

    Malam pak , saya mau tnya tentang motor 37kw, Rumus htng amper gmna ya ? Wktu beban dgn ga beban
    jawab: Rumus KW= I x V x V3 (akar 3)

  45. riko says:

    siang pk, masalah sy simple tapi sulit. yg sy tahu hanya motor induksi 3PH yg secara visual sudah dikoneksikn Bintang/Star(Y).
    nah..mslhny nameplate motor hilang hingga semua data spesifikasi tentang motor tidak diketahui.
    mohon brbagi pengalamanny pk Soemarno Adibroto Yth, bagaimana saya bisa
    1.minimal bs mnentukn besar Voltage inputny?
    2.mengetahui lilitan stator motor tsb masih bagus atau tdak?
    Jawab: 1)tentunya juga tidak bisa main tebak, apa tidak ada info dulu dipakai dimana? minimal dgn cara:winding di ukur tahanan thd body, phase satu tdh yg lain.

  46. agunk says:

    assalmlkm pak,salam kenal dari saya

  47. agunk says:

    maaf pak saya mau tanya:di name plate motor tertera 37 kw.3 phase 380 v.
    apa itu daya daya maksimal motor tarsebut?
    37kw : 380 v:1,73:0,96 faktor daya di tempat saya=58,6 ampere
    motor saya rangkai star delta.
    pada posisi star ampere menunjukan 65 ampere,dan pada posisi delta 34 ampere.apa itu masih aman pak?
    jadi 37 kw itu perhitungan saat star apa delta ya pak?
    maaf pak,saya seorang maintenance otodidak.cuma berdasarkan pengalaman az.belum mendetail.tolong penjelasannya pak.makasih sblmnya
    Jawab: ya 37 KW 9beban motor max secara continue) KW =1.73 x I x E x pf ; 1000 ini tinggal masukan yg diketahui. jadi mungkin yg star arusnya kecil dibanding delta. apa tujuan di buat star delta ? jawab dulu ya pertanyaan saya.

    • agunk says:

      oh jd begitu ya pak,maaf pak klo untuk tujuan di buat star delta saya itu hanya mengikuti standar saja.sebenarnya motor listrik itu untuk mesin compressor HItachi.tdinya control motor listrik tsbt menggunakan PCB,nah berhubung control PCBnya terbakar dan Hangus jd saya modif manual seperti itu.mungkin bapak bsa menjelaskan lebih rinci,maaf pak klo ngerepotin.makasih sblumnya.
      jawab: tulis dulu spec di name plate :……………..dan jaringan sumer listrik itu berapa Volt?

  48. agunk says:

    DATA DI NAME PLATENYA

    TYPE : EFOUP
    KW : 37
    POLE : 4
    RATING : COUNT
    ROTOR : K 2
    TEMP RISE : 65 derajat Celcius
    AMB TEMP : 40 derajat celcius
    FORM : KK
    VOLT : 380
    PHASE : 3
    RPM : 1450
    CYCLES : 50
    AMPERE : 68
    CODE : D
    BEARING : 6313 & 6212
    POWERNYA PAKAI 380 VOLT PAK.
    jawab: tujuan koneksi star delta itu utk memperkecil arua mula (arusstart). apa ada gambar diagram winding stator? mngkin gambarnya delta ? jika ya maka koneksi terachir ya delta. atau baca teliti di manualnya.

  49. agunk says:

    wah,makasih banyak ya pak ilmunya.sangat berguna sekali buat saya.

  50. NURDIN says:

    maaf pak saya mau tanya kalau tegangan 3fasa 380v untuk mencari tegangan 220v kita bisa mengambil salah satu fasa RST dengan nol kita bisa dapat 220v. yang jadi pertanyaan kalau tegangan 3fasa 200v terus saya membutuhkan tegangan 100v, apakah sama caranya dengan mengambil salah satu dari RST dengan nol?…
    terus apabila tegangan 3fasa 200v dan saya punya power suply dengan tegangan input 220v apakah bisa langsung ngambil dari tegangan 3fasa 200v misalnya saya ambil RS nya saja atau ST nya saja?….
    sebelumnya saya ucapkan terima kasih.
    jawab: sudah dijawab sendiri, betul.

  51. Teguh Budiman says:

    Selamat Siang Pak. Terima kasih pak atas kesempatan bertanya ini.

    Saya menggunakan INVERTER untuk kontrol kecepatan motor (RPM). Dan berdasarkan rumus kecepatan motor di atas :
    Rumus Rpm sinkron
    Ns=120xF/P -> Ns=120×50/4=1500 Rpm .
    Ns = putaran sinkron
    F = frekwensi, misal 50 Hz
    P = jumlah kutub, misal 4
    Catatan : putaran rotor dari motor induksi tidak mencapai sinkron, yang tertulis misal, 1450 Rpm, karena adanya Slip sebesar .50 Rpm
    Pertanyaan saya : Jika saya turunkan frekuensi INVERTER dari 50Hz ke 40Hz, ke 30Hz, ke 20Hz, ke 10Hz ; Apakah Nilai Slip akan sama 50 Rpm? atau Apakah Nilai Slipnya ikut turun berdasar prosentase% Slip?
    (Kalau Slipnya 50 Rpm berarti prosentase% Slipnya 50/1500*100%=3,33%) Dan yang terakhir, Apakah Nilai Slip tersebut nilainya bisa “Linier” terhadap kecepatan putaran rotor motor induksi?
    Mohon pencerahannya Pak, Terima Kasih.
    jawaB:slip ikut berubah, mendekati linear (rumus matematic slip belum pernah saya baca)

  52. Praboo J.m says:

    Ass…slmt sore Pak Soemarno…slm knal,mhon mf sblm’y.sy mau brtnya,apkah semua jenis motor listrik induksi 3 phasa bisa dioprsikan dgn putaran bolak balik??? Dtnggu jwabn’y,trm ksh…
    jawab : bisa dan dgn cara tukar posisi phase.

  53. mujiono says:

    pak saya belum pernah memasang motor listrik 3 phase
    dan saya tanya ke teman teman katanya ad 4 kabel listrik yg masuk ke motor
    setelah saya cek ternyata cuma ada 3 kabel
    pertanyaan saya sebenarnya ada berapa kabel listrik untuk motor listrik 3 phase tersebut?
    JAWAb: umumya 3 kabel, x y z dan dihubung dgn suply R,S,T kalau ada 4 kabel itu N atau netralnya.

  54. verry says:

    permisi pak..salam kenal. saya mau tanya.. mengapa di name plate yang tertulis DELTA/Y pada tegangan 220/380. padahal dalam pengasutanya Y/DELTA. trima kasih pak
    jawab: yg pertama itu petunjuk kalau teg suply 220 dihub delta dan kalau 380 di huh star. sedang pengasutan itu bertujuan memperkecil arus start.

  55. radit says:

    salam kenal pak
    saya mau bertanya bila motor dengan name plate 50hz di jalankan dengan frekuensi 60 hz apa efek terhadap motor tersebut? thanks
    jawab: bisa dibaca artikel dii web ini

  56. panji says:

    izin bertanya pak, salam kenal sy panji pak.. pak klo perpindahan dari bintang ke delta itu membutuhkan waktu brpa lama yaa, trus kalo saat motor sedang beroperai berada di titik star, accelerasi, pull out torsi atau breakdown ,, mkasih pak .
    jawab: kalau dilihat grafik waktu dari start s/d arus penuh itu tidak sampai satu menit.

  57. wahyu says:

    saya mau tanya,kalo penyebab amper tinggi dan bersuara kasar pada motor 5,5hp yng baru saja rewind ulang dan menrurut analisa saya tentang langkah dan sambungan gulungan tidak ada yang salah begitu juga dengan ukuran kawat tembaganya,mohon penjelasanya
    jawab: mungkin suara kasar itu suara bearing. apakah diganti bearing? apakah ukuran dan panjang winding sama dgn yg lama?

  58. edi achmad says:

    salam kenal pak..
    pak saya mau bertanya bila suatu motor tidak memiliki nameplate apa yang harus dilakukan terhadap motor itu??
    Jawab: apakah tidak bisa di telusri :berapa tegangan(voltage) yg dipakai sebelumnya.

  59. yayat hidayat says:

    ass,,maaf pak saya org baru di bidang permaintenance,,alhamdulillah saya bisa sedikit mengerti,,ada 1 pertanyaan neh pak,di motor ada tulisan 1/50 atau 1/30 gear ratio.maksudnya itu apa pak,,tolong jelaskan berikut cara perhitungan nya kalau ada,,dan 1 hal lagi saya butuh pembimbing dalam pekerjaan ini,mengingat saya bekerja di perusahaan korea,dimana org2 nya tidak bisa b indonesia,otomatis saya bingung dgn penjelasan yg dia berikan ( dgn b korea sih ) ini nmr saya pak 08121096649,jika berkenan tolong hbngi saya atau miscall pak,biar nanti saya yg menghubungi bapa,,terima kasih

  60. Diana says:

    Permisi pak, saya mau tanya.
    Saya punya motor DC dg rating current 79,3 A. Nah berhubung dia DC kan digunakan Drive untuk merubah AC ke DC. Rating current Drivenya 90A. Apakah tidak masalah jika motor tersebut disetting untuk trip 100% dr rating rate drive (90A) ? Padahal kan rating current motor hanya 79,3 A.
    Tolong dijawab ya pak :)
    jawab: mestinya tidak masalh. jika motor AC arus awal bisa 5x arus normal, tapi motor dc dapat di regulate arus awalnya.

  61. djibranboy says:

    Salam knal pak ….sy pnya mslah dg pompa sea water mtor sy coneck start delta pada saat d start amper menunjukan nilai 6A tetapi pada saat air terhisap amper menjadi tinggi dg nilai 18A sdangkn kapasitas mtor 15Amax Yg sy tnyakn apa yg mmpengaruhi amper menjadi tinggi sedangkn sudah sy cek d mekanik pompa tdk berat sm skali..trimaksh pk mohon bantu solusinya.
    jawab: ini motor baru dipasang? atau apakah lama sebelum ini ampere normal(15A)? tolong jelaskan history nya.

  62. djibranboy says:

    Ini motor baru pak dg rincian RpM 2900 kw 7,5 hp 10 amper 15max untk elmot kalau mekanik pompa RpM 1750 kw 3.7 untuk coneck strat delta amper slalu tinggi pak pada saat beban amper mencapi 18amper sehingga motor panas sy minta solusi pak sudh sy cek d mekanik pompa normal apa ada pengaruh nya d perbandingan RPM trimksh pak mohon solusinya..
    jawab: pompa hanya memerlukan RPM 1750, sedang motor rpm2900, maka pompa menjadi perlu power lebih tinggi. maka arus menjadi tinggi. saat dijalankan, berapa tekanan pompa dan juga flow nya, bertambah besar? jadi carikan motor yg rpm nya sama dgn pompa.

  63. Cito says:

    trima kasih banyak pak,ini sangat membantu sekali

  64. Susilo TS says:

    Yth.Bpk.Sumarno,artikel bapak sangat menarik dan bermanfaat dan ijinkan saya untuk mengcopy.Terima kasih
    jawab: silahkan .

  65. As Budy says:

    Salam Kenal
    Wah ini web yg bagus dg pertanyaan2 yg bagus gimana kalo jawbanya dan pertanyaan nya dilenkapi gambar ilustrasi

    AS BUDY
    Balikpapan

  66. As Budy says:

    Numpang tanya:
    darai rumus T=5252HP/RPM didapat besara nya Torsi,
    pertanyaa Torsi sebasar tsb bekerja pada r(jari2) berapa dan satuanya apa?
    Maaf atas pertanyaanya ,sebab saya awam dlm hal Motor Listrik
    sekian terimaksih banyak….!!!!
    jawab: bisa dilihat rumus torsi. itu kan beberapa perkalian atau pembagian dari beberapa besaran, jadi dari rumus itu kita bisa tahu apa yg kita mau.

  67. eko says:

    salam kenal pak,
    saya mau tanya kalau motor 3fasa sudah lama dipakai atau mungkin kumparannya sudah jelek jadinya resistansinya tidak seimbang antar fasanya, berapakah toleransi untuk selisihnya?
    kalau berbeda kumparannya pasti kan arusnya beda juga, berapakah toleransi perbedaan arusnya juga?
    saya sering cek kondisi motor biasanya tidak selalu sama masing2 fasanya, tapi masih ragu untuk memutuskan apakah motor tersebut masih bagus ataukah sudah waktunya direpair.
    terima kasih
    jawab: yg di tolerir sekitar 10%

  68. Piyonesta says:

    Selamat sore pak, mau tanya di name plate motor, teg. kerja (input)nya 440 Vac star. Apa kemungkinan besar yang terjadi jika kita menghubungkan motor tersebut dengan tegangan input 440 Vac delta? Sekian. Terima kasih.
    jawab: arus akan lebih besar(hampir 2x lipat) bisa2 winding terbakar.

  69. papiabonk says:

    Selamat pagi pak,
    Mengapa motor dgn tegangan input 440 Vac dihubung star bs terbakar ketika dihubung secara delta? Apakah pengaruh dari arus yg terlalu tinggi. Terima kasih atas bantuannya?
    Jawab: betul , arus terlalu besar. berdasar rumus I=V/R. jika V tetap tapi R lebih kecil(setengahnya) maka I=?

  70. Muhammad Amir says:

    Selamat sore bpk.Soemarno. Jujur saya sangat terbantu & banyak mendapat ilmu dr tulisan2 bapak yang bpk.soemarno tulis pada website ini..
    ,namun ada yang saya tanyakan pak mengenai name plate motor
    1. Pada nameplate tertulis 460 V Delta, 60 Hz 3550 Rpm, 219 A.
    Pertanyaan saya, apakah motor tersebut hanya bisa untuk hubungan deltha saja? Ataukah bisa juga untuk hubung bintang?
    2. Pertanyaan ke-2. Mengenai isolasi winding,,Apakah kelas isolasi winding hanya berdasar pada temperatur saja? , apakah tegangan kerja juga mempengaruhi pembagian kelas isolasi?
    Demikian, semoga bapak bisa membantu menemukan jawaban dr pertanyaan saya. Terimakasih..
    jawab:
    1. jika tertulis demikian, jawaban ya. artinya setiap phase perlu 460V. kalau utk starting star-delta bisa. kalau utk permanent star tegangan supply perlu 460 dikali akar3= 800V
    2. klas isolasi menentuka tahan panas dan tegangan

  71. Nugroho says:

    selamat siang Pak Soemarno,perkenalkan saya nugroho dari surabaya.
    saya ingin bertnya menegenai perencanaan komponen listrik,
    Jadi,saya punya motor dengan spec :
    3 phasa Induction,Pole 4/10 HP/7,5 kW IP 55
    50 Hz,380-415 v,1450 Rpm,14,1 A
    diname plate tertera ada hubungan star dan delta.
    karena motor tersebut diatas 5,5 kw jdi saya design hub star delta,
    motor digunakan untuk menggerakkan root blower dengan belt,
    untuk MCB 3 Phasa : 32 A
    Kontaktor : 32 A/Overload 30…38 A.
    yang ingin saya tanyakan ke bpk,apakah desain saya ini sudah benar dan aman untuk motor atau sebaliknya.
    tolong bpk berikan penjelasan kpada sya,terimaksih,
    jawab: supply listrik berapa volt? star delta itu memng utk memperkecil arus start. arus start bisa 5 s/d 7 kali arus normal.

  72. andi iswandi says:

    selamat pagi pak marno, saya mengucapkan terimah kasih karena dengan artikel2 bapak ini saya sangat trbantu. saya mau tanya pak,,rumus untuk mengetahui torsi beban(Nm)bila diketahui power shaftnya(KW),,saya mau menghitung efisiensi motor dengan membandingkan daya out dan daya in.termah kasih,,

  73. Arifin says:

    dear Pak Soemarno, saya punya motor AC 3phase,di nameplate ada tulisan 220 V delta/380V Y(star). menurut penjelasan bapak diatas, jika saya mau menghubungkan dengan Delta maka saya harus memakai main supply 220V, Cuma kalo di pabrik biasanya 3phase adl 380, dg demikian apakah motor ini tidak bisa saya hubung pakai star delta ? mohon koreksi kalo saya salah…
    jawab: tentunya ya tidak bisa.

  74. Trisno says:

    Assalamuallaikum pak…
    sy punya moto 45Kw di Delta…apakah bisa kalo misal sy rubah input tegangan menjadi 380 tetap di posisi Delta…atau harus sy rubah ke star…
    terima kasih sebelumnya untuk jawabanya
    jawab: saat ini delta dengan tegangan berapa? jika 220V dan akan dihubungkan 380V maka hrs diubah star. ini ada hubungn dgn arus phase motor.

  75. Trisno says:

    kalo misal konek delta 220 udh dirubah star 380…apakah dampak dr perubahan koneksi itu pak??
    terima kasih,,jawaban bapak sangat membantu sy…
    jawab itu sudah betul. tidak ada dampak.

  76. Omar says:

    Pak Soemarno, mohon dibantu untuk AC motor pada actuator valve di 380V/400VAC dengan Torsi >400NM dan speed 18RPM apakah bisa menggunakan daya 0,9KW.. dan apakah AC motor sekarang ini lebih hemat dengan ac motor jaman dahulu, karena untuk mendapat speed ideal 18RPM dan Torsi 400NM dengan menggunakan power 2KW apa masih ada dipasaran? Terima kasih.
    jawab: motor listrik sekrang dibuat dgn effisiensi lebih tinggi.bahkan di negra maju(Amerika) mengharuskan semua pabrik membuat/menjual yg eff tinggi, dan Pabrik2 pemakai disuruh mengganti motor2 tsb. karen dengan menaikan eff. bisa dihemat ratusan MW. dipasaran saya tidak begitu mengikuti, bisa tanya ke penjual/agen lewat internet.

  77. Trafo says:

    Oh jadi kalau ingin buat 660V, ya harus pasang Trafo step-up. Cukup membantu solusinya.

  78. tri Adhi wibisono says:

    Pak Sumarmo,

    Terimakasih atas tulisannya,karena ini menjadikan saya mengerti tentang penentuan Overload device untuk pemasangan di ketinggian lebih dari 2000 meter diatas permukaaan laut.

    salam,
    adhi

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>