Name Plate

Posted on July 15, 2008
Filed Under Motor listrik |

Data Plat Nama sebagai data penting

Plat Nama atau Name Plate memuat data2 spesifikasi mekanis dan elektris, sangat penting sebagai informasi yang diperlukan jika kita akan mengganti motor yang sudah ada, atau mengganti dengan merk lain atau spesifikasi lain. Mengganti ini bertujuan mencari merk berbeda yang lebih baik kwalitas / effisien / murah / power lebih kecil/besar dll, tetapi tidak merubah dan cocok dengan fondasi yang ada.

Standard sangat penting untuk dipahami agar tidak mengakibatkan kesalahan fatal yang mengakitkan kerugian besar.

Contoh plat nama

ELECTRIC MOTOR NAME PLATE

Model 500

Single phase

TOTALLY ENCLOED

FRAME

TYPE

INS CLASS

IDENT. NO.

145

KC

J

2531234567

HP

RPM

VOLTS

AMPS

CYC

S.F

1 1/2

1725

115/230

1.5/7.5

60

1.25

DESIGN CODE

B

PHASE

EFF

P.F

DRIVE END BEARING

SKF 6163

1

62%

75%

OPP.END BEARING

SKF 6162

DUTY : CONTINUOUS

AMB. 40C NO THERMAL PROTECTION

Data2 penting al :
1 . Data pabrikan
· Nomor Katalog
· Model motor
· Type
2. Data Elektrik
· Phase
· HP /  KW
· Hz / Frequency
· RPM /  putaran per menit
· Voltage / Tegangan
· Amperage (F.L.A) full load motor current
· Power Factor
· Maximum ambient temperature in centigrade  (+40.C = 104.F)
· Temperature Rise
· Service Factor
· Altitude
· Duty Rating
· Insulation Class
· Code - indicate kVA / horsepower

3. Data mekanis
· Frame
Contoh dari LESSON ELECTRIC MOTOR
Penjelasan  singkat sbb:

1. Data Pabrikan
· Nomor Katalog
CAT.NO/PART.NO 120086.00
Nomor yang di buat oleh pabrikan motor berdasarkan standard penomoran pabrik itu sendiri yang berupa Katalog. Nomor ini untuk memudahkan pencarian  data di catatan. Pada prinsipnya nomor tsb mewakili spesifikasi motor tsb, sehingga tidak harus menulis semua spesifikasi secala lengkap, Nomor katalog sebuah pabrikan tidak sama dengan pabrikan lain.

· Model motor
Model : C145T34FB2C
Biasanya di tulis terdiri dari kumpulan angka dan huruf. “Nomor” ini di buat oleh pabrikan motor berdasarkan standard pabrik itu sendiri. Nomor ini untuk memudahkan komunikasi tehnik antara pabrikan dan  pembeli. Pada prinsipnya nomor tsb mewakili semua spesifikasi motor tsb, sehingga tidak harus menulis semua spesifikasi secara lengkap, karena setiap angka atau huruf ada artinya.
Nomor model sebuah pabrikan tidak sama dengan pabrikan lain, karena masing2 mempunyai cara penulisan atau sistem yang berbeda-beda.

2. Data Elektrik
* Phase

Phase harus jelas di sebutkan jumlah, apakah 1 atau 3. Kebanyakan motor dibuat 3 phase dan juga di tulis hubungan dalam windingnya, star atau delta atau gabungan. Motor2 kecil dibawah I KW dibuat dengan 1 phase.

* HP /  KW
Kapasitas keluaran tenaga mekanis pada putaran penuh motor.
NEMA menyatakan dengan Hp sedang IEC lebih senang menyatakan dengan KW., atau kadang pabrikan menulis keduanya.
Motor 746 watt memproduksi 1 Hp, jika motor dapat mencapai efisiensi 100%, tetapi motor hanya dapat mencapai efisiensi +/– 84% maka memerlukan konsumsi 100/84 x 746 = 888 watt.
Jumlah watt yang terpakai sebesar 746 watt dan yang 142 watt merupakan kerugian akibat panas,friction dll.
Out put Motor = 888 watt x 0,84 = 746 watt = 1 HP

* Hz / Frequency
Hz 50/60
Artinya motor dapat dihubungkan dengan 50 Hz ataupun 60 Hz.
Di Amerika frekwensi tenaga jaringan listrik memakai F = 60Hz sedangkan di Indonesia, Eropa, Jepang dan negara lain memakai F = 50Hz. Frekwensi berhubungan langsung dengan jumlah putaran yang dihasilkan oleh motor tsb. Oleh sebab itu haruslah hati2 dalam menentukan membeli motor.
Bab khusus mengenai pengaruh pemakaian frekwensi yang berbeda dengan yang tertera di nameplate dibahas pada bab lain.

* RPM /  Putaran per menit
RPM 3450 / 2850
Artinya jika motor dihubungkan dengan 60Hz menghasilkan putaran 3450 Rpm, dan jika dihubungkan dengan 50 Hz putaranya 2850 Rpm.
Putaran motor ditentukan oleh jumlah kutub dan frekwensi jaringan listrik  yang ada. Jadi meski yang tertulis di plat-nama 3600 Rpm, jika di pasang di jaringan berbeda frekwensi putaran akan berbeda.

                                  Tabel  kutub vs frekwensi

 

60 Hz

50 Hz

Synchron speed

60Hz         50 Hz

2 pole

3450

2850

3600

3000

4 pole

1725

1425

1800

1500

6 pole

1140

950

1200

1000

8 pole

850

700

900

750


 

Rumus  Rpm sinkron 

Ns=120xF/P  -> Ns=120×50/4=1500 Rpm            .

Ns = putaran sinkron
F   = frekwensi,  misal 50 Hz
P   = jumlah kutub, misal 4
Catatan : putaran rotor dari motor induksi tidak mencapai sinkron, yang tertulis misal, 1450 Rpm, karena adanya Slip sebesar .50 Rpm

*  Voltage / Tegangan
V 208 -230    /     V 460
Artinya motor ini dapat dihubungkan pada tegangan 208 s/d 230 Volt, atau 460. Apa artinya ini.? Jika di nameplate tidak ada gambar skema diagram winding, sebaiknya sebelum menyambung ke sumber perlu membaca manual , bagaimana menyambungnya.
Kalau melihat angka voltage (yaitu 230 dan 460), maka terlihat bahwa didalam stator setiap phasenya terpasang 2 pasang winding yang harus dipasang seri dan parallel.

Standard NEMA memperbolehkan motor dipasang pada tegangan 10% dibawah / diatas tegangan yang tertulis di motor.
Jika tertulis di name plate 230 Volt maka :
 -10% x 230   = 23 volts, à terendah yang boleh  230 - 13 = 207 volts
+10% x 230 = 23 volts,à tertinggi yang boleh 230+13 =253 volts

         Nominal system voltage Motor Nameplate voltage

 Nominal voltage
Perihal pengaruh pemakaian voltase yang berbeda, dibahas pada bab khusus.
Dibawah ini tabel perkiraan pengaruh perbedaan voltage terhadap performance lainya al: 

            Tabel perkiraan pengaruh beda voltage

 Perkiraan pengarug fre
Misal :  Motor 230V, RPM 1450, PF 0,8, current FLA 10A,  temp.rise 40C,
1. Jika  voltage yang ada 10% dibawah rated maka yang terjadi sbb:
· Slip bertambah 23%. Misal dari slip 50 Rpm menjadi 62 Rpm, artinya putaran motor turun dari 1450 menjadi 1438 Rpm
· Effisiensi berkurang 2%
· Power factor berkurang 3%
· Arus bertambah  11%
· Panas yang timbul bertambah 7%
· Dst.

* Amperage (F.L.A)
Besar arus FLA (full load motor current) yang diperlukan pada kondisi motor sedang mengeluarkan daya sesuai dengan rated Hp/Kw  pada supply tegangan voltage sesuai spesifikasinya. Ini perlu diketahui terutama untuk  perencanaan besar kabel dan sistem proteksinya.
Jika rated voltage nya dua macam, maka FLA juga ada dua harga.
Misal : Voltage 115/230 maka FLA misal 15.0/7.5A. jika voltage yang tersedia lebih rendah/tinggi dari rated maka besar FLA juga berpengaruh (lihat tabel diatas)
Dengan mengukur besar ampere, ini dapat menggambarkan  berapa kira2 besar beban motor yang sedang di pikul.

*Torque / torsi
Force atau Kekuatan putar atau gaya putar yang digunakan oleh poros. Satuan torsi kgm. atau inch-pounds,

* Starting Torque :
Force yang di hasilkan oleh motor untuk berputar dari keadaan diam dan acelerasi. Juga disebut locked rotor torque.

* Full load Torque.
Force yang di produksi operasi / running motor  pada kondisi beban penuh, putaran penuh pada capasitas Hp rated.

* Breakdown Torque
Torsi maksimum motor yang dapat di produksi saat beban naik tanpa putaran dan tenaga jatuh turun . juga kadang disebut pull-out torque.

* Pull-Up Torque
Torsi minimum yang dihasilkan motor antara diam (nol rpm) ke Rpm rated. Sama dengan bebn maximum motor mampu acelerasi ke rated Rpm.

* Power Factor / Pf
Power factor yang tertulis di nameplate adalah power factor dari test beban penuh/full load. Power factor akan berubah sesuai dengan berapa persen beban yang dipikul motor, jika beban tidak penuh maka Pf operasi rendah.
Pada umumnya motor kecil mempunyai Pf yang lebih rendah dari motor besar.

                     Dibawah ini tabel korelasi antara beban dan power faktor
                      Korelasi beban
Saat ini hampir semua negara maju (USA, Jepang, India, negara2 Eropa dll) sudah memberlakukan undang2 atau peraturan, bahwa : semua pemakai motor listrik harus mengganti dengan motor dengan efisiensi tinggi (premium motor), setidak2nya jika motor lama rusak harus mengganti dengan motor premium

* Maximum ambient temperature  derajat celcius  (+40.C = 104.F)
NEMA memberikan panduan bahwa suhu ruang untuk  ruang tertutup maupun terbuka pemakaian motor maksimum 40.C. jika lebih dari harga tsb. Motor harus di derating, artinya kapasitas/beban harus diturunkan. Karena akan berpengaruh pada panasan motor winding, kalau tidak diturunkan maka winding akan mengalami panasan yang berlebihan/overheating. Akibatnya umur motor akan berkurang.(lihat di artikel lain)

* Kenaikan /Temperature Rise
Kenaikan Temperature atau sering ditulis di nameplate “Temperature Rise” misal 70.C . Artinya motor tsb windingnya akan mengalami kenaikan temperature sebesar 70.C, kenaikan ini diakibatkan oleh arus listrik yang mengalir dalam winding. Oleh sebab itu temperature harus di monitor, jika diukur lebih dari 70.C haruslah di investigasi penyebabnya. Pada umumnya pabrik memberikan angka aman 10.C.
Temperature winding = temperature ruang + kenaikan
Sebab2 kenaikan al: Sirkulasi ruang tidak baik, beban berlebihan, misalignment, filter kotor/buntu, dsb.

* Service Factor / SF
Menurut NEMA definisi dari SF ialah : berapa persen beban Hp/Kw atau ampere /FLA motor dapat dioperasikan melebihi yang tertera di name-plate yang dapat ditanggung oleh motor.
Misal :
10 Hp dengan 1.25 SF maka motor dapat menanggung beban12.5Hp
Menurut standard NEMA harga SF = 1.0 , 1.10 , 1.15 , 1.25 , 1.4  dsb
Motor dengan SF >1.0 memiliki isolasi yang lebih bagus dari Class B

*Altitude
Tinggi diatas permukaan laut selalu diperhatikan jika memasang motor. Sebagai panduan NEMA memberi panduan untuk operasi normal motor dipasang maximum setinggi 3300 feet atau 1000 m, lebih dari itu motor harus di derating atau diturunkan kapasitasnya.

          Dibawah ini tabel panduan penurunan Hp sehubungan dengan altitute  
       Altute
Misal motor dengan servise factor 1.0 jika dipasang pada ketinggian lebih dari 1000 m, maka kapasitas harus diturunkan menjadi 93%

* Duty Rating NEMA vs IEC
Sifat pemakaian motor dirancang untuk dioperasikan sbb :

NEMA hanya membagi duty cycles dalam dua macam yaitu :
Continue / terus -menerus , Intermittent / berkala dan special /khusus
1.Duty continue : artinya motor dirancang dapat dan tahan dioperasikan secara terus-menerus, tanpa berpengaruh terhadap panas winding, dan umur motor tidak akan berkurang. Motor operasi lebih dari 3 jam sudah termasuk kategori continue.
2. Intermittent duty: motor dirancang untuk dioperasikan dengan waktu tertentu, kemudian distop dengan waktu tertentu untuk kesempatan pendinginan, kemudian dijalankan lagi. 
Special ; pemakaian dengan mencantumkan waktu tertentu
Misal: 5, 15 , 30 , 60 menit. Contoh: Motor buka/tutup pintu, 

IEC membagi duty cycles menjadi 8 yaitu
1. S1 - Continous duty . Motor untuk dioperasikan dengan beban tetap / waktu dan mencapai temperature equilibriumnya.
2. S2 - Short-time duty. Motor untuk dioperasikan dengan beban tetap dengan waktu tidak lama untuk mencapai temperature equilibriumnya, kemudian periode istiharat cukup lama sampai dengan mencapai temperature ambient.
3. S3 - Intermittent periodic duty. Motor untuk dioperasikan dengan beban tetap secara periodic “jalan” - “stop/istirhat”. temperature equilibrium tidak pernah tercapai. Arus starting sangat kecil pengaruhnya terhadap timbulnya panas di stator.
4. S4 - Intermittent periodic duty with starting. Motor untuk dioperasikan dengan beban tetap secara periodic “jalan” - “stop/istirhat”. temperature equilibrium tidak pernah tercapai. Tetap arus starting ber pengaruh terhadap timbulnya panas di stator.
5. S5 - Intermittent periodic duty with electric breaking. Motor dioperasikan dengan sequen siklus “starting - running dengan beban tetap” dan “starting - running dengan tanpa beban”. Tidak ada waktu stop/istirahat.
6. S6 - Continuous operation with intermittent load. Motor dioperasikan dengan sequen siklus “running dengan beban tetap” dan “running tanpa beban”. Tidak ada waktu stop/istirahat.
7. S7 - Continuous operation with electric braking. Sequential, identical cycles ” starting - running at load constant and electric braking.” Tidak ada periode istirahat.
8. S8 - Continuous operation with periodic changes in load and speed. Motor operasi dengan siklus ” jalan dengan beban konstan dengan putaran tertentu” kemudian jalan dengan beban tetap berbeda dengan putaran tertentu.

* Insulation Class
NEMA maupun IEC menggunakan tanda yang sama, tapi NEMA tidak mempunyai isolasi klas E.
Winding dapat tahan pada temperature tsb. secara kontinu tanpa menurunkan ratingnya. Kebanyakan motor di Industri memakai klas isolasi B atau F
Class A (105C / 221.F): cotton.silk,paper
Class E 120C / 248.F
Class B (130C / 266.F) : mica,fiberglass,asbestos
Class F (155C / 311.F) : mica,fiberglass,asbestos
Class H (180C / 356.F ): mica,fiberglass w silicon binder
(Ref: NEMA standard MG - 1.65 Desember 1980)

                    Tabel kenaikan temperature      Tab kenaikan temp
Table:   IEC vs NEMA  temperature rise , derajat C

* Code - indicate kVA per horsepower

3. Data Mekanis
· Frame
Frame F145T
Frame menggambarkan ukuran fisik motor, dengan melihat tabel standard kita bisa mengetahui ukuran pisik secara lengkap al : tinggi shaft, jarak baut, diameter shaft, panjang shaft, tinggi/panjang motor . 
Frame tsb. diatas mengikuti  standard NEMA, (National Electrical Manufacturing Association) yaitu standard yang dibuat oleh organisisi pembuat motor. Standard ini banyak diikuti pabrik2 motor dari Amerika.
Standard IEC  (International Electrotechnical Commission) standard ini banyak diikuti oleh pabrikan motor dari Eropa. Sebagian besar pabrikan membuat motor sesuai dengan standard yang diminta pembeli. Sebetulnya untuk frame itu dapat dikonversi satu terhadap yang lain, tetapi tidak persis sama, makin besar motor makin besar beda ukuran.
Standard lain tentu masih banyak misal : JIS,

Beberapa pedoman praktis frame NEMA :
Umumnya terdiri : berupa ” huruf - angka - huruf”  misal EF145T
· Terdiri dari 2 digit/angka , untuk motor kecil atau kurang dari 1 Hp
· Terdiri dari 3 digit/angka , untuk motor 1 Hp dan lebih besar
· Huruf depan (prefix), merupakan angka khusus dari pabrikan.
· Huruf dibelakang (suffix), metode pemasangan standard NEMA.

Ukuran frame
· Frame dengan Angka 2 digit, angka ini jika dibagi 16 merupakan (D) jarak antara center shaft ke titik tengah dasar dalam inchi
Contoh : Frame 56  berarti ukuran D = 56 : 16 = 3 ½”
· Frame dengan Angka  3 digit, angka pertama - kedua jika dibagi 4 sebagai ( D )jarak antara center shaft ke titik tengah dasar motor dalam inchi.


                            Frame
Contoh : Frame 145 berarti  D= 14 : 4 =  3 ½”
· Angka Ketiga menyatakan jarak lubang baut parallel dasar
Contoh : frame 145 angka 5 ” merupakan jarak  ( E + E ) tetapi ini tidak mutlak.
· Standard  IEC. Angka2 frame menyatakan jarak (D). misal frame IEC : 100L  -> D = 100 mm, dan 90L -> D = 90 mm dst.
· Antara Frame IEC maupun NEMA ada kesamaan , meski ada sedikit perbedaan.
Misal IEC 100L , D=100 mm hampir sama dengan NEMA 145T, D nya     


          Tabbl


Kesimpulan
Dalam membeli Motor Listrik hal yang harus diperhatikan al:
1. Tidak perlu terpaku pada merk atau brand tertentu, tetapi harus sesuai dengan spesifikasi yang diperlukan
Data Elektrik
· Phase
· HP /  KW
· Hz / Frequency
· RPM /  putaran per menit
· Voltage / Tegangan
· F.L.A = Amperage full load motor current
· PF Power Factor
· Maximum ambient temperature in centigrade  (+40.C = 104.F)
· Temperature Rise
· SF= Service Factor
· Altitude
· Duty Rating
· Insulation Class
Data mekanis
· Frame
2. Jika mungkin belilah yang Premium motor (efisiensi tinggi), karena eff. tinggi sangat menghemat pasokan  tenaga listrik. (di banyak negara sudah membuat peraturan bagi Pembuat dan pembeli harus membuat/membeli “motor eff. tinggi”)
3. Pilihlah frequensi dan voltage yang sesuai dengan jaringan yang ada.(lihat pengaruh rugi  perubahan voltage)
4. Sebaiknya ditest dulu Hp/Kw yang sesungguhnya diperlukan.Jika membeli terlalu besar Hp, merupakan kerugian tenaga listrik. 
Rumus praktis secara cepat untuk cek HP motor:
Misal: Motor 100 HP, Rpm tertulis 1425 Rpm,
Jalankan motor dan dengan stroboscope/rpm-meter kita lihat rpm actual misal 1470 Rpm.
maka tenaga listrik yang diperlukan hanya 1425/1470 x 100 Hp = 96,9 HP   
4.Pilihlah standard yang sesuai (IEC atau NEMA), meski ada persamaan antara kedua standard tsb.(ada sedikit perbedaan ukuran/lihat tabel dibawah)
Pembahasan Frame lebih lanjut bab2 berikut
(masih editing)

Comments

15 Responses to “Name Plate”

  1. yan on December 1st, 2008 8:22 am

    pak Marno saya mahasiswa yang sedang mengerjakan tugas akhir (TA), topik TA saya adalah perancangan pompa sentrifugal untuk transportasi bubur kertas, untuk pompa mana yang baik digunakan antara motor listrik 3 fase atau jumlah fase yang lain, perbedaan penggunaan antara motor 3 fase dan fase yang lain apa saja pak? untuk sementara itu dulu pak, atau misal bapak mempunyai referensi buku atau website yang memuat jawaban atas pertanyaan saya mohon beri tahu saya. terima kasih

  2. soemarno on December 4th, 2008 3:32 am

    Sdr Yan. hrs konsul ke Pembimbing. Pompa centrifugal dapat dipakai pada cairan yang enceran/ viscositasnya terbatas. Berapa visc bubur tsb? mungkin masih bisa dengan impeller type turbo atau mix. Motor 3 phase, bentuk yg paling efisient/ekonomis, Kapasitas lebih dari 1Kw umunya dibuat 3phase.TA design pompa sudah terlalu sangat umum, banyak referensi. Kita tidak pernah membuat pompa, prakteknya dalam bekerja kita mendesign spesifikasi yang dibutuhkan proses,kmdn tinggal memilih spec yang cocok.

  3. Rudi on February 15th, 2009 2:54 am

    Thanks a lot for your sharing.
    Respond:You may share your effort.thank.

  4. khajai on March 17th, 2009 7:14 am

    selamat siang pak marno,, saya ada tugas tentang menulis semua name plate motor.. bisa bapak bantu saya, kalau bisa bapak kirim ke email saya ya,apa saja nameplate motor tersebut, terimakasih
    Jawab: sudah tersedia di artikel

  5. agus wiyono on June 5th, 2009 9:33 am

    Sore pak marno,
    Saya tertarik dengan tulisan bapak mengenai maintenance di motor. Satu hal yang masih membingungkan adalah rating tegangan pada motor. Jika nameplate motor 400 V, boleh gak kita operasikan dibawah 380 V dalam rentang waktu yang agak lama. Mengingat tegangan terima kita berkisar 370-380 V Jika kita paksakan di kisaran 370 V apa yang terjadi? Terima kasih atas sarannya.

  6. soemarno on June 9th, 2009 12:03 am

    P Agus.dlm tulisam jelas bahwa yg masih diijinkan utk operasi continue itu lebih tinggi atau lebih rendah 10% dari voltase nameplate. namun jika terpaksa beban hrs derating (dibebani lebih rendah) Cara praktis =ukur arus, jika tidak melebihi Ampere nameplate dikali safety faktor mudah2an aman.

  7. Hisbul on November 14th, 2009 1:43 pm

    Tulisannya berarti sekali buat sy pak. Tapi saya masih bingung dgn start bintang segi tiga pak, jika pada name plat tertulis 380/600V, sumber tegangan 380V hubunganya bgmn pak, mohon penjelasannya pak yg mendalam tentang star bintang segitiga. Terima kasih banyak. Hormat sy Hisbul guru smkn 1 poso pesisir
    Jawab:
    motor tertulis 380/600V itu artinya lilitan motor perphasenya hanya boleh diberi tegangan 380V. (teg ujung2 phase 380V). maka jika sumber 380V harus di hubung segitiga. karena Arus yg mengalir terbatas sebesar 380V/R. kalau teg tersedia 600V maka harus di buat star.(teg ujung dua phase 600V) jadi teg phase = 600V dibagi akar tiga= kira2 380V jadi besar arus phase juga 380/R. agar jelas coba digambar kondisi segitiga dan star.utk menjelaskan keterangan ini.
    Name plate seharusnya tertulis 380/660V jadi 660 dibagi akar tiga= 3890. atau 350/600V

  8. Arry Supriyadi on December 10th, 2009 10:54 am

    Yth.Bpk.Soemarno
    Pak, tegangan dari PLN untuk 1 phase = 220V dan 3 phase = 380V. Pertanyaan saya :
    1) untuk menghasilkan tegangan 1 phase = 380V dan 3 phase = 660V, gimana caranya?
    2) standar warna kabel R,S,T, dari PLN apa?
    Jawaban bapak akan sangat membantu saya dalam mencari ilmu. Terima kasih !
    Jawab:
    1)Tegangan antara R-S, S-T, T-R itu pasti 380V dan R-Netral/ground, T-N, S-N itu 220V
    2) kalau ingin buat 660V ya harus pasang Trafo step-up.
    Semoga jelas.

  9. li candra on December 14th, 2009 4:14 am

    Pada motor 3 phase tercantum 11KW 22,3A 1460 Rpm 50 hz IP54 380V pertanyaan saya:
    1.berapa beban supply ke motor tersebut? apakah 22,3A masing2 phase?
    2. untuk itu berapa mm2 kabel supply yang hrs kita siapkan?
    3. Pada MCCB terantum 40 A; apakah masing2 kabel phasenya supplynya 40 A; dan berapa mm2 kabel supply yang hrs kita sediakan?
    Jawab:
    1. Betul itu arus di setiap phase
    2. bisa melihat di tabel(sedang di cari)
    3.betul /lihat tabel dan perhatikan safety faktor, saat motor start arus bisa 5 x atau lebih.

  10. olaf on January 11th, 2010 4:49 pm

    Yth. Bpk. Sumarno, Saya punya motor 3ph dengan rated voltage 200/220V, 50/60Hz. Bisa tidak saya hubungkan ke 380V dengan konfigurasi winding star (wye)? Terima kasih sebelumnya.
    Jawab:
    jika rated 220/380 dipastikan 220 dgn segitiga dan 380 dgn star. tapi 220/220 pastikan saat ini dihub apa?

  11. olaf on January 12th, 2010 6:21 am

    Yang tercantum di name plate hanya 200/220V, 50/60 Hz. Sepertinya 200V u/ 50Hz dan 220V u/ 60Hz. Apakah winding rated voltage = 200V ? Terima kasih atas jawaban Bapak.
    Jawab: betul ratednya 200V. Pretanyaan, sudah terbeli dan kalau yg ada supply 220? bisa dipakai tetapi beban/arus tidak melebihi arus In yg tercantum.

  12. mursidi on February 11th, 2010 1:11 pm

    Ass… salam kenal pak. saya ingin bergabung sekaligus berkonsultasi pada bpk, saat ini saya sedang menyusun skripsi yang da hubungannya dengan alignment pada pompa secara umum. apakah bapak dapat membantu saya untuk meyediakan tambahan referensi atau buku panduan yang bapak buat, untuk lebih jauhnya saya ingin mengetahui no hp bpk untuk berkonsultasi atau jalan keluar… saya sudah mencantumkan alamat email,saya tunggu kbr selanjut y dari bapak,terima kasih.
    Jawab: dengan senang hati, apa yg harus saya bantu.

  13. dwi on May 14th, 2010 8:38 am

    pak saya mau konsultasi say punya motor 30kw 4 pole flange mounted masalahnya saya ingin menaikkan speed menjadi 3000 rpm sedangmotor 2 pole yang sama dimensinya 37 kw 2pole tetapi apakah torsi motor ini kuat untuk mengangkat beban konveyor(torsi motor 30 kw 4 pole 194 n/m sedang yang 37 kw 2 pole 97 n/m
    Jawab: kalau kita lihat torsi motor beda besar, mungkin harus di pertimbangkan. Konveyor itu perlu torsi awal yg besar sekali, tdk seperti misal pompa. kopling antara motor konveyor pakai apa? apa direct?

  14. DIAN on June 28th, 2010 7:40 am

    pak saya punya motor di name platenya ada tulisan 220/230v 50 Hz. saya mau bertanya bangaimana cara mengetahui RPM dan daya motor tersebut.
    Jawab: seharusnya ada tulisan di name plate. kalau tdk ada ya jalankan ukur RPM. ukur arus utk hitung daya =(IxV)

  15. bambang on August 9th, 2010 9:01 am

    Pak Sumarno mau tanya kalau IP 54 itu artinya apa dan kode - kode nomernya apa saja, terus kalau saya memakai motor untuk ruangan yang lembab sebaiknya memakai IP berapa ?Terima kasih.
    Jawab: tulisan diatas belum selesai. dibuku Nameplate saya ada lengkap. IP = Ingress Protection (IEC stnadard) 5=protecti terhadap debu 4= protecsi thd percikan air dri segala arah. IEC IP54 = NEMA Enclosure Type Number 3 juga NEMA TEFC (total encloser fan cooling). ruang lembab bisa IP 54

Leave a Reply




  • Soemarno Adibroto
    Lahir di Blora 20 September 1947

    Dulu pada th 1972 ketika saya mulai bekerja pada umur muda 24 th di bagian maintenance sebagai supervisor, sulit bagi saya untuk melakukan pekerjaan dengan baik. karena sangat langka bahkan tidak ada buku atau referensi. Sehingga kadang kita tidak tahu berbuat apa yang seharusnya. Maka mulailah mencari sendiri2 pengalaman2 baru berdasar logika dan naluri untuk memperbaiki kebiasaan2 lama. Sejalan dengan waktu maka berkembanglah system atau, Tatacara Maintenance (Maintenance Mangement). Mengingat kesulitan saat itu menjadi pemula bekerja sebagai orang maintenance, maka saya ingin menuliskan apa yang bisa saya tulis terutama untuk para pemula, bagi yang ingin menulis juga sangat di harapkan bergabung, bagi yang ingin diskusi/tanya-jawab yang monggo.
    Semoga bermanfaat.