Tip rewinding motor listrik

Posted on July 18, 2008
Filed Under Motor listrik |

Tantangan bagi  semua Workshop rewinding motor listrik al:
· Mengerjakan pekerjaan sebaik mungkin
· Menunjukan kepada costumer , semua inspeksi & testing dilakukan dan didokumentasikan bahwa pekerjaan rewinding tidak mengakibatkan menurunya efisiensi motor.

Jika efisiensi turun,  berarti motor perlu lebih besar pasokan tenaga listrik dari sebelumnya, yang berarti menambah pemborosan pemakaian listrik.
Dari hasil  pengamatan terjadi bahwa hampir semua motor setelah di rewinding, efiesiensi menjadi turun.
Study menyimpulkan hal2 yang memepengaruhi al:  membakar core, design winding tidak tepat, type bearing , airgap & winding resistance.
Untuk mempertahankan efisiensi EATA membuat “recommended practice” , yang berisi : DO & DON”T
Yang harus dikerjakan dan yang tidak boleh dilakukan, ketika melakukan rewinding:
DO / Kerjakan.
1. Buatlah “quality assurance program”
2. Lakukan program test/kalibrasi semua alat ukur dan alat test.
3. Lakukan test stator core sebelum dan setelah membongkar.
4. Repair atau ganti laminasi yang rusak.
5. Evaluasi  impact efisiensi jika merubah design winding
6. Ukur dan catat resistansi/tahanan winding dan temperature ruang
7. Ukur dan catat ampere dan voltage selama test.
DON’T / Jangan
1. Jangan overheat stator core
2. Jangan menggunakan api saat membongkar
3. Jangan mem-sandblast besi core
4. Jangan “short” laminasi, dengan menggerinda atau meng-kikir (filling)
5. Jangan memperbesar airgap
6. Jangan menambah tahanan stator winding.
7. Jangan knurl, peen, mengecat bearing fits
8. Jangan memodifikasi sebelum mendapat persetujuan pemilik.
Diskusi lebih lanjut sbb:Do
1. Quality assurance program:
Pastikan bahwa workshop melakukan apa yang kita kehendaki. Ukuran kawat , ukuran lead wire, material isolasi apakah sesuai dengan spec. Test qualitas varnish sesuai dengan rekomendasi pabriknya varnish, Semua harus  didokumentasikan saat pembongkaran, pengetesan, inspeksi, dll.
2. Lakukan program test/kalibrasi semua alat ukur dan alat test.
Semua peralatan test, pengukuran dan pengujian harus di kalibrasi secara rutin oleh yang ber wenang atau bersertifikat, sekurang-kurangnya sekali dalam setahun.
3. Lakukan test stator core sebelum dan setelah membongkar.
Dokumentasikan  test core stator, untuk memastikan bahwa saat pembongkaran winding tidak merusak core. EATA memberikan panduan mengetest core dengan Wattmeter satu phase .
4. Repair atau ganti laminasi yang rusak.
Pisahkan laminasi yang sudah short. Ketika restacking core pakailah coreplate yang sudah divarnish sebelah. Proses pengeringan saat varnishing harus mengikuti procedure curing. Stackinglah pada sisi yang tidak divarnish mengarah yang sisi yang varnishing.
5.  Evaluasi  impact efisiensi jika merubah design winding
Harus perhitungkan bahwa perubahan wire winding dapat menimbulkan perubahan efisiensi dan juga mungkin performance. Merubah jumlah penampang & panjang winding dapat mengubah total resistansi winding.
6. Ukur dan catat resistansi/tahanan winding dan temperature ruang.
Ukur dan dokumentasikan resistansi winding dan temeprature ruang. Karena temperature mempengaruhi harga resistansi
 7 Ukur dan catat ampere dan voltage selama final test
Selama final test hal2 pokok harus dimonitor dan dicatat, dari start , per ½ jam atau periode waktu tertentu : suhu ruangan, suhu bearing, suhu winding, vibrasi, arus start, ampere semua phase, voltase semua phase. Besar Ampere sesuai dengan besar beban,  voltage lebih tinggi menyebabkan ampre no-load lebih besar, voltage tidak balance menyebabkan arus tidak balance dan lebih besar.
DON”T / Jangan
1 Jangan overheat stator core
Membongkar dengan cara membakar, sangat merugikan. Ini akan mengakibatkan core-plating mengalami kerusakan, yang mengakibatkan timbulnya short core-plating pada laminasi. Short pada laminasi menyebakan core -looses besar. EATA memberikan pedoman, pemanasan tidak boleh lebih dari 360 C.
2 Jangan menggunakan api saat membongkar
Membongkar dengan api sngat dilarang , kerana nyala api dan suhu tidak dapat dikontrol
3 Jangan mem-sandblast besi core
Laminasi core jika disandblast  juga mengakibatkan short, sehingga meningkatkan core-looses.
4. Jangan “short” laminasi, dengan menggerinda atau meng-kikir (filling)
Jangan mengikir atau menggerinda , karena akan menyebabkan short antar laminasi. Jika membersihkan varnish pada lubang di stator, jangan memperbesar lubang, karena akan menyebabkan short antar core.
5. Jangan memperbesar dan atau excentric airgap
Memperbesar stator bore atau memotong/memperkecil diameter rotor menyebabkan air-gap bertambah besar. Yang menyebabkan arus magnitasi bertambah besar, berakibat bertambah besar losses
6 Jangan menambah tahanan stator winding.
Ukurlah diameter kawat dengan teliti, setelah mengupas varnish coating, total penampang jangan dikurangi, juga jumlah lilitan.  Perubahan penampang dan jumlah lilitan sangat mempengaruhi perubahan tahan winding, selanjutnya mengubah performance motor.
7 Jangan merusak, mengecat bearing fits
Jangan melakukan sesuatu yang merusak bearing fits, hal ini dapat mengakibatkan kerusakan bearing lebih awal atau premature. 
8 Jangan memodifikasi sebelum mendapat persetujuan pemilik.
Melakukan perubahan atau modifikasi dapat mengakibatkan perubahan2 performance. Perubahan fan mengakibatkan pereubahan suhu motor. Perubahan bearing dan seal menyebabkan perubahan friction, yang berpengaruh terhadap efisiensi.
Kesimpulan
Pekerjaan repair ataupun rewinding tidak boleh menimbulkan penurunan efisiensi , paling tidak harus sekecil mungkin, atau diusahakan tetap. Effiensi turun berarti memerlukan energi listrik lebih besar yang berarti pemborosan.
Misal effisiensi Motor awal 87% dan effisiensi setelah direwinding 84%.
Dengan rumus pendekatan ,maka konsumsi energi listrik menjadi : 87/84 x X  =  1,04 X
Kalau X misal 300 Kw , maka 1.04 X = 312 Kw
Per hari komsusi  sebelum rewinding = 24H x 300 Kw = 7200 KWH
Per hari konsumsi setelah rewinding  = 24H x 312Kw = 7488 KWH
Selisih cukup signifikan sebesar 288 KWH per hari.  
Panduan untuk menjaga efisiency motor listrik ketika merepair.
(disarikan dari EASA buletin “Technical Service Commite)

Comments

28 Responses to “Tip rewinding motor listrik”

  1. tubagyo on August 30th, 2008 5:48 pm

    salam kenal pak…. maaf pak, biasanya di name plate motor tertera effisiensi 80%,apa yang dimaksud 80% itu dan tolong dijelaskan lagi mengenai effisiensi motor…. terima kasih. tubagyo

  2. soemarno on September 1st, 2008 1:47 am

    P Tubagyo
    Eff 80%, artinya motor tsb hanya menghasilkan tenaga mekanis setara dengan 80% saja dari tenaga listrik yang dipasokan ke motor. Ini karena adanya rugi2 dalam motor al; rugi mekanis ( gesekan bearing,fan/udara, beratnya rotor dll),rugi lisrik (panas akibat arus kwadrat dikali resistant, rugi histerisis) dll. oleh sebab itu sudah banyak negara mengharuskan: pabrik motor harus membuat yang motor premium /eff tinggi dan pemakai harus mulai mengganti dengan motor premium. tujuanya agar kita dapat menghemat ten listrik.
    Terika hasih atas komentarnya.

  3. sutrimo on September 1st, 2008 4:54 am

    dar pak soemarno ,Bisa dijelaskan bagaimana commissioning test transformer untuk windingnya sesuai dengan type vector group travonya.selama ini yang saya tahu,test transformer hanya :meggering,filter oli,dan test protection (bochol relay,oil/winding temp,prv)saja.
    Dulu tahun 1994,saya ikut test travo di pabrik textile sama orang india sangat lengkap,cuma waktu itu posisi saya kerja shift,jadi tidak bisa mengikuti secara lengkap.Tetapi saya tanya kepada atasan,beliau tidak bisa menjelaskan karena berbagai keterbatasan.terimakasih atas bantuannya, salam

  4. yuli on November 21st, 2008 12:29 pm

    pakbagaimana cara menghitung/merubah
    1 wire pada motor jika wire originalnya tidak ada.
    2 bagaimana jika ingin merubah gulungan 50Hz menjadi 60 Hz.
    3. bagaimana merubah volt dari 400 menjadi 1000V
    terima kasih atas bantuannya. salam . Yuli
    Jawab
    1.ada beberapa pertanyaan soal rewinding tapi belum sempat balas, karena perlu perencanakan dgn hitungan2. coba cari buku rewinding, ditoko dpt dipelajari dgn mudah.
    2. perubahan 50Hz ke 60Hz tidak perlu merubah apa2 karena motor manut saja dari sumber tenaga listrik apakh 50Hz atau 60Hz.yang ikut berubah, putaran sinkronnya. Tetapi sebetulnya perubahan freq harus memperhatikan load. akan saya coba tulis soal ini.
    3. perubahan volt sangat berhubungan dgn kekuatan/rating isolasi, jadi harus direwinding dgn kawat yang isolasinya utk 1000V.

  5. saepul on December 2nd, 2008 2:23 pm

    selamat malam pa..kami hanya ingin sharing ke bapa..
    kami punya masalah..motor kami tegangan nya 380 volt, tetapi tegangan jala-jalanya 400 volt.
    maka motor kami sering terbakar..
    sudah dua kali kami re-winding.
    bisakah motor tersebut di-rewinding dengan tegangan 400 V

  6. soemarno on December 4th, 2008 2:49 am

    P Saepul.Standrd NEMA masih membolekan motor dipasang pada teg. +/- 10%, tapi memang ada akibat lain. al arus start bertambah 10% dan arus start itu mencapi 5 kali atau lebih arus full load.(lihat tulisan lain di web ini. terbakarnya motor tentu dari panas berlebih, sebab mungkin dari arus berlebih, atau sebab2 electris&mekanis dari luar motor, maka perlu di teliti lebih mendalam al: load melebihi kapasitas motor(ukur arus start/arus full load, volt balance, start-stop tanpa jedah waktu,dll. motor gulung ulang juga perlu di audit QC apa caranya sudah sesuai dengan standard. setelah motor terbakar apa core/lamel masih baik? kebanyakan efisiency turun 20%. al indikatornya ukurlah berapa arusnya, temperaturnya?

  7. yuli on January 5th, 2009 11:50 am

    trima kasih pak,
    1.Beberapa waktu lalu ada motor kami 60Hz, namun kami harus merubah ke 50Hz ke perusahaan rewinding dan ahirnya berhasil. Mungkin bapak bisa memberikan cara menghitung merubah gulungan untuk kasus ini.
    2. kasus lainnya motor kami yang 400Volt akan kami opersikan pada tegangan 1000Volt, dan kami kirim ke perusahaan tersebut, setelah di rewinding motor kami dioperasikan pada 1000Volt
    Jawab utk P Yuli
    1.Motor frq 60 ke 50Hz, tidak perlu ada perubahan apapun. Rpm, arus, torsi dll berubah dgn sendirinya. Efek lain baca di tulisan saya di web ini.
    2.Ini harus mengganti kawat yang isolasinya/lapisan-email untuk/mampu voltase 1000V.

  8. tubagyo on February 6th, 2009 8:12 am

    dear pa soemarno.di kuwait pada sistem transmisi menggunakan transformer sbb:
    1.tegangan extra tinggi (300/132 kV) , vector group Ynynd5 300 MVA
    2.tegangan tinggi (132/33 kV),vector group Dyn11 30 MVA
    3.tegangan menengah (33/11 kV), vector group Dyn11 20 MVA
    pertanyaan saya adalah:
    1.kenapa pada tegangan extra tinggi (300/132 kv) primery winding nya dipasang Yn sedangkan pada tegangan tinggi (132/33 kV) primery windingnya dipasang D (delta)?
    2. kenapa dan apa fungsinya setiap wye (Y) winding ditanahkan,? terimakasih ….tubagyo

  9. soemarno on February 10th, 2009 1:50 am

    Trafo step-up dgn belitan sisi teg.tinggi Y lebih ekonomis pembuatannya dibanding dgn D, karena untuk menghasilkan output tegangan yang sama jumlah belitan yang digunakan hemat 1.73 kali. lebih sedikit Y dari pada D.
    Dalam sistem tegangan yang berbeda akan digunakan kombinasi Y/D adalah agar bisa mengisolasi ketidak seimbangan beban / earth fault dari masing-masing sistem.
    Sebenarnya tidak semua Titik netral dari Y ditanahkan, karena memang terdapat berbagai metode pentanahan titik netral (High/Low resistance, Reaktor, Solid) atau bahkan ada system yang dibiarkan floating dititik netralnya. Pemilihan tersebut memang tergantung dari pemilihan standard yang digunakan dan prioritas yang akan dicapai. Secara praktis pemilihan metode pentanahan tersebut akan mempertimbangkan besaran2 sebagai berikut: Besarnya arus ground fault yang mungkin terjadi dan sensitifitas relay yang akan digunakan untuk memproteksinya. Karena semakin besar arus ground fault potensi penyebab kerusakan peralatan juga akan besar jika gagal diisolasi. Tetapi sensitifitas relay akan nggak begitu terpengaruh karena memang arsu ground fault yang sudah besar atau sebaliknya.
    Secara ringkas fungsi pentanahan disini adalah untuk mengurangi stres tegangan di fasa yang sehat terhadap tegangan lebig kalu terjadi ground fault dan menyediakan sarana untuk sensing arus bagi relay proteksi dititik netral.
    (Kontribusi P.Ratmono)

  10. mohd farhan on April 27th, 2009 7:13 am

    bagaimana mau mencari hp,amp,volt,pole pada sesuatu motor jika name plat nya hilang?

  11. soemarno on April 27th, 2009 8:26 am

    PMFarhan. hubungkanlistrik yg sdh tahu Voltage. ukur arus. Hitung ketemu Watt atau HP. Ukur putaran dgn speedmeter.

  12. Tukiman on May 6th, 2009 2:41 am

    Assalamu ‘alaikum
    mau tanya pak tentang motor CWP seperti yang saya tanyakan dulu panas motor selain dari arus listrik apa lagi yg mempengaruhi waktu pengetesan motor 159A Name plate tertulis 169A seimbang Harmonik power Supply juga bagus ambeien temp 32 derajat

  13. soemarno on May 7th, 2009 8:14 am

    Waalaikum sww. selamt ketemu PTukiman.klu lihat beban 94%, mestinya tak masalah. apa ini motor rewinding? jika waktu bongkar winding dgn heating mungkin terjadi kerusakan isolasi antar platelamel. akibatnya rugi histiris didalam stator besar/panas.

  14. eman on June 7th, 2009 6:20 am

    Pak baru baca artikel bapak tentang motor listrik saya tertarik gulung motor yang baik. trimakasih pak

  15. Deden Eri on June 18th, 2009 9:31 am

    Ass,, Pak Soemarno
    Mau tanya 1. mengenai tahap sirlak dalam proses rewinding motor apakah perlu,,?2. pada alur stator jika tidak padat ( Kumparannya ) apa yg akan trjadi,,?3. Apakah yang akan terjadi jika kita salah memasukan tegangan input misal terminal dl motor U-V-W di hubungkan dengan tegangan R-S-T secara sembarang karena notasi pada motor tidak ada,,,?

  16. soemarno on June 24th, 2009 3:47 am

    PDeden.
    1 serlak sanagt perlu,
    2.jika di alur tidak padat,akan kawat bergetar saat jalan dan berakibat rusak.
    3 sambung saja paling salah putaran, jika ingin mengubah putaran, tinggal tukar 2 kawat sambungannya

  17. novka on June 30th, 2009 1:44 am

    Ass,, Pak Soemarno…. saya novka pingin belajar gulung ulang kumparan kipas angin Listrik yang ada speednya 1 sampai 3 dan , Gmana caranya yach,… kira-kira gambar sketsa kumparan gulungan coil bisa saya dapatkan di mana? saya cari di internet ngak dapat-dapat situsnya, Adakah rumusnya ato tips untuk menggulung ulang kumparan coil tsb,… makasi sebelumnya ….

  18. soemarno on June 30th, 2009 4:27 am

    PNovka. utk tahap awal ini,saat membongkar, buatlah sket& jumlah slot memnjang kertas,beri nomor, catat jumlah kawat per slot, jumlah slot,jumlah berapa antar slot,lalu selama membongkar buatlah sket di gbr tsb. cobalah pasti bisa.

  19. novka on July 3rd, 2009 1:22 pm

    OC PAK MAKASI INFONYA pak…. OH YACH,….UNTUK MEMBONGKAR GULUNGAN YANG UKURANYA KAYAK RAMBUT GTA INI ADAKAH TEKNIKNYA UNTUK MENGHILANGKAN SERLAKNYA SUPAYA GTA MUDAH UNTUK MENHITUNG DAN MEMBUAT SKET/GAMBAR ARAH DAN PSISI KAWAT tsb. Thanks sebelumnya PAK

  20. Bp.jaini kesuma on July 5th, 2009 2:19 pm

    Pak saya mau tanya bagaimana cara menghitung/rumus diameter kawat berapa yang digunakan dan berapa jumlah isi kawat tersebut untuk rewinding motor 3 phase(stator)rpm 1500? mohon bantuanya!
    jawab: sebetulnya pinjam buku STM atau Poilteknik jur Listrik itu kalau nggak salah diajarkan.

  21. Endri Yanson on July 14th, 2009 2:29 pm

    Pak Soemarno, Setelah di Rewinding dengan Cara dan Spek yg sama dengan awalnya.. sebanyak 2 Unit, namun yang satunya menggunakan Komutator dan yang lainnya menggunakan Slip Ring.
    Kami ada Masalah dengan Motor Siemen DC 30 KW, 3 Phase, 1500 RPM, 50 HZ dengan tiga slip Ring;Ampere unload seharusnya 20A, sedangkan sekarang test unload menunjukan 30 ~ 50 Ampere (Alat Test Berbeda) Mohon Saran dan Bimbingan Bapak.Terima Kasih
    jawab:
    Apakah tegangan supply berubah? jika tidak,Sepertinya ini berubah kapasitas, karena R winding menjadi lebih kecil, shg arus lebih besar. jadi sewaktu menhitung kawat kurang cermat. apakh starting pakai tahanan atur. jika pakai I dpt diatur sesuai beban. dari segi ukuran kawat, jika masih diijinkan ya tfdk masal. dari segi kapasitas jika terlalu besar dibanding beban->menambah looses.

  22. jeffry on September 2nd, 2009 9:57 am

    Pak, bagaimana cara deteksi kerusakan pada rotor bar??
    Jawab:growler diletakan dirotor memanjang bar, jika ujung bersifat maknit, maka bar tidak putus dan sebaliknya.

  23. donney on October 27th, 2009 3:38 pm

    ass.wwb pak. saya mau nanya untuk testing motor 6,6kv no load apakah bs menggunakan tegangan 660v,dan connectionnya yatau delta berapa persen ampere yg ihasikannya

  24. Ihsan on January 19th, 2010 3:58 pm

    ass.pak maw tanya….
    pak ne ada permasalah dengan cara meng- up grade trafo dengan daya 30 mva menjadi 50 mva dengan rated tegangan 150/20 kv…ketika itu dilakuakn pengujian pada trafo baik meger,tangen delta,rasio,tahanan isolasi dll. ternyata ada pengujian yang hasilnya jelek…dengan keterbatasan waktu dan permintaan sehingga trafo tersebut di energize dengan beban yang ad…belum ada 1 bulan akhirnya trafo tersebut mlembung..relay proteksi internal trafo kerj ( sudden pressure kerja ) mengakibatkan trafo terbakar
    yang saya tanyakan
    1.apakah hal ini terpengaruh pada hasil up grade daya trafo..?
    2.apakah kontruksi ruang didalam trafo jga berpengaruh…?
    3.apakah ini termasuk jga gagal isolasi pak…?
    4.sayat2 up grade untuk tarfo tenaga pak…?
    Jawab;
    Maaf saya belum pernah pengalaman case tsb. sekedar pendpt. tambah daya/ arus -panas (arus kwadaratxR) apakah > batas besar kawat. jika tamabh gulungan=mengurangi ruang pendinginan, berarti cooling system kurang. ini bisa di detect/ monitor dari mulai dibebani s/d meledak. data ini bisa membantu mendiagnose, sebab meledak.

  25. yudhi triwibowo on February 11th, 2010 5:26 am

    Assalamualaikum…
    Pak saya mau bertanya mengenai cara menggulung motor yang baik. saya pingin punya usaha rewinding motor 1 & 3 phasa. Mungkin ada buku atau referensi lain yang bisa saya dapat untuk mengetahui cara gulung motor yg baik pak. Mohon utk balas ke email saya. terimakasih banyak atas bantuannya pak
    Jawab: memang saat ini buku2 teknik, apalgi yg bhs indonesia tdk ada toko yg jual, memang heran. coba cari bulu2 STM, dulu seingat saya diajari. saya pengin nulis bk tsb tapi belum sempat. kalau kiat2 apa yg baik dan buruk merewinding nasih bisa tak tulis.

  26. tono on February 13th, 2010 2:13 am

    gimana caranya mengubah kemampuan motor dari 220/380 menjadi 380/660.?
    Jawab:
    Jika ingin mengubah voltage hrs mengubah hubungan dlm winding. daya motor tidak bisa diubah. yg pasti motor tsb bisa dipasang di 380V, dgn star conection. dan 220 Delta.

  27. tono on February 18th, 2010 12:34 pm

    apakah setelah di ubah kemampuan motor menjadi 380/660V motor tidak akan terbakar?
    Jawab: pedomanya ya hukum listrik, jika R dipasang pd tegangan lebihtinggi, ya arus menjadi besar, kalau melebihi ya terbakar.

  28. fahrur rijal on February 25th, 2010 3:26 am

    ass. pak saya ingin bertanya, saya pernah menggulung motor 3 fase 5pk. tetapi ada satu permasalahan apabila motor tersebut saya hubung delta motor tersebut berputar kencang,tetapi sebentar lalu mati. tapi apabila saya hubung bintang motor itu dapat berputar lama, tetapi putarannya lambat. tolong beri penjeasan. makasih.fahrul rizal
    jawab: maaf tdk bs,utk menjawab hrsnya tahu skema gulungan. putaran cepat/lambat ada hubungan dgn jumlah kutub. coba di gbr gulungn tsb. analis hub,jumlah kutub. coba insyallah ketemu masalahnya.

Leave a Reply




  • Soemarno Adibroto
    Lahir di Blora 20 September 1947

    Dulu pada th 1972 ketika saya mulai bekerja pada umur muda 24 th di bagian maintenance sebagai supervisor, sulit bagi saya untuk melakukan pekerjaan dengan baik. karena sangat langka bahkan tidak ada buku atau referensi. Sehingga kadang kita tidak tahu berbuat apa yang seharusnya. Maka mulailah mencari sendiri2 pengalaman2 baru berdasar logika dan naluri untuk memperbaiki kebiasaan2 lama. Sejalan dengan waktu maka berkembanglah system atau, Tatacara Maintenance (Maintenance Mangement). Mengingat kesulitan saat itu menjadi pemula bekerja sebagai orang maintenance, maka saya ingin menuliskan apa yang bisa saya tulis terutama untuk para pemula, bagi yang ingin menulis juga sangat di harapkan bergabung, bagi yang ingin diskusi/tanya-jawab yang monggo.
    Semoga bermanfaat.