Kerugian Misalignment

Mesin penggerak (motor listrik, Mesin Diesel/bensin) dan yang digerakan (pompa,kompressor dll) dihubungkan dengan kopling. Meski kopling itu type flexible, harus dalam kondisi kolinier alignment. dengan alat apapun (sederhana – optical), kita harus dapat berupaya me-alignment dengan sebaik2nya. itulah kita perlu menambah pengetahuan “alignment” 


Ulasan Secara Ekonomi
Perkembangan 
sistem ” Management Maintenance” yang ada, semenjak dari sistem tahun sebelum perang dunia 1 (System Breakdown) sampai dengan sistem mutakir al (RCM, Total Produksi Maintenance, Automous Maintenance dll), Tapi apapun sistem yang dipakai (sederhana atapun yang rumit), ada satu tahap yang sangat penting yang harus dilakukan , yaitu alignment kopling mesin.

Keuntungan yang akan dicapai jika mesin di alignment dengan presisi 1. Meperpanjang MTBF (Mean Time Between Failure = Waktu rata-rata antara terjadinya kerusakan )
2. Menghemat pemakaian tenaga listrik. Mesin yang tidak align menyerap tenaga listrik lebih dari yang seharusnya.

MTBF Main Time Between Failure
“waktu rata-rata antar terjadinya kerusakan mesin”, yaitu waktu mesin beroperasi antara breakdown (saat stop karena kerusakan)

Wirbull3

Garis OY skala jumlah kerusakan
Skala OX skala waktu
Kurva A garis Weibull menggambarkan garis perjalanan umur pakai ( 1 – 2 )lebih pendek. Dengan jumlah kerusakan 0 -Y2
Kurva B garis perjalanan umur pakai (1- 3) lebih panjang, bisa dicapai jika mesin dialignment dengan presisi jumlah kerusakan hanya 0 – Y1 (lebih rendah)
Kurva C  garis umur pakai yang paling diinginkan.

Analogi MTBF dari kurva antara titik  1 – 2, berbeda dengan 1 – 3 maka jika kita bisa meningkatkan MTBF dari mesin, kita akan mendaptkan keuntungan langsung sbb:
1. Beaya suku cadang turun
2. Stock suku cadang menurun.
3. Beaya perbaikan mesin turun.
4. Availabilitas mesin naik. 
5. Produksi naik & kredibilitas naik
Jika mesin dijalankan dalam kondisi tidak alignment/misalignment.
Mengakibatkan
:
1. Gesekan antara shaft dengan bearing berlebihan
2. Gesekan shaft dengan packing atau mechanical seal berlebihan
3. Gesekan bagian kopling juga berlebihan.
Semua gesekan tsb menimbulkan panas, dan tentu  memerlukan tenaga tambahan sekitar 0,50% – 0,70 %  yang berarti tenaga listrik yang diperlukan bertambah. Ini kerugian besar.

Perhitungan kerugian
Sebuah pemetaan kerugian akibat misalignment digambarkan sbb :
Kerugian akibat pemakaian tenaga listrik
Jumlah mesin di pabrik        : 250 unit
Kapasitas mesin rata2        : 50 kW
Jam operasi/pertahun         : 8.640 jam
Total tenaga listrik yang dikonsumsi  : 108.000.000 kWh/th
Jika tambah tenaga akibat misalgnment : 0,60%
Maka Total kerugian listrik   : 648,000 kWh
Harga listrik per kWh misal   : Rp 1.000,-
Total biaya kerugian / tahun: Rp 648.000.000,-

Jumlah mesin di pabrik  : 250
Biaya perbaikan           : Rp 15.000.000,-
MTBF sekarang            : 9 bulan
MTBF yang diinginkan   : 12 bulan
Biaya sekarang            : Rp 5 milyar
Biaya perkiraan nanti ( MTBF naik) : Rp 3,75 milyar
Keuntungan karena MTBA naik      : Rp 1,25 milyar

Jadi perkiraan penghematan/keuntungan dengan contoh diatas sangat mencengangkan. Inipun belum dihitung kerugian akibat tidak dapat berproduksi. Mungkin kita juga kehilangan kesempatan, atau kehilangan kepercayaan akibat tidak bisa men-supply secara tepat waktu dan kontinu.

Gambar dibawah ini : potensi2 kondisi upnormal jika mesin “misalignment”

Mesin p mot

· MTBF bertambah pendek, Umur mesin bertambah pendek
· Jumlah Jam operasi bertambah pendek, produksi menurun
· Keandalan pabrik menurun, Kreditibilitas menurun
· Overtime bertambah tinggi, Ongkos produksi bertambah
· Konsumable bertambah, Konsumsi tenaga listrik naik
· Jumlah persediaan suku-cadang bertambah
· Keuntungan/profit berkurang

(masih belum selesai)
(ini dari buku alignment praktis yang saya siapkan/susun, sedianya akan saya carikan penerbit, sekarang mulai saya sebarkan lewat media ini. semoga bisa membantu bagi pemula)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>