Softfood, gejalanya ?

Posted on September 17, 2008
Filed Under Alignment |

3. Cara mengatasi masalah Softfoot dengan alat vibrasi

Softoot kondisi tidak rata kaki mesin terhadap baseplate  Keberadaan masalah softfoot biasanya menimbulkan vibrasi yang cukup besar, sehingga dapat merupakan sumber yang menyebabkan kerusakan pada bagian2: bearing, mechanical seal, kopling dll. Caranya cepat untuk  memastikan adalah : dengan mengukur vibrasi di kaki mesin (foot) , kendorilah baut kaki mesin secara perlahan dengan memperhatikan pembacaan alat pengukur vibrasi. Biasanya vibrasi akan cenderung menurun, karena akan mengurangi distorsi akibat masalah softfoot tsb. Kerjakanlah semua kaki secara satu demi satu dengan cara mengendri atau mengeraskan  baut2 tsb.

Comments

2 Responses to “Softfood, gejalanya ?”

  1. luhur on September 24th, 2008 7:06 am

    kasus softfoot di plant memang banyak, apalagi yang umur pabrik sudah tua, karena base plate pasti akan mengalami korosi karena terjadi crevice corrosion. korosi ini akan menyebabkan base plate berkurang tebalnya, sehingga level ke empat kaki dudukan motor tidak rata. beberapa motor yang mengalami soft foot indikasinya frekuensi bisa muncul 1 kali turning speed atau bahkan 2 kali line frekuensi listrik ( 2 x 50 Hz= 100 Hz). Hal ini menyebabkan vibrasi pada motor tinggi bisa 8-10 mm/s peak, tetapi setelah di kendorkan salah satu baut, vibrasi bisa turun setengahnya (5 mm/s) tetapi indikasi frekuensi masih ada, cima sudah turun dan masuk tolenrasi untuk running.

  2. soemarno on September 25th, 2008 12:15 am

    Terima kasih atas tambahan yang berguna dan lebih mendalam dari Sdr.Luhur di Bontang. semoga tambahan ini dapat berguna untuk solfing masalah softfood. tentunya ada pembaca lain yang dapat menambahkan pengalaman2 berharga.
    Form ini memang untuk saling sharing,tanya-jawab,menulis & membaca pengalaman siapa saja.
    terimakasih.
    Salam
    soemarno

Leave a Reply




  • Soemarno Adibroto
    Lahir di Blora 20 September 1947

    Dulu pada th 1972 ketika saya mulai bekerja pada umur muda 24 th di bagian maintenance sebagai supervisor, sulit bagi saya untuk melakukan pekerjaan dengan baik. karena sangat langka bahkan tidak ada buku atau referensi. Sehingga kadang kita tidak tahu berbuat apa yang seharusnya. Maka mulailah mencari sendiri2 pengalaman2 baru berdasar logika dan naluri untuk memperbaiki kebiasaan2 lama. Sejalan dengan waktu maka berkembanglah system atau, Tatacara Maintenance (Maintenance Mangement). Mengingat kesulitan saat itu menjadi pemula bekerja sebagai orang maintenance, maka saya ingin menuliskan apa yang bisa saya tulis terutama untuk para pemula, bagi yang ingin menulis juga sangat di harapkan bergabung, bagi yang ingin diskusi/tanya-jawab yang monggo.
    Semoga bermanfaat.