Mengganti motor110 Kw dgn 75 kw

Kita sering memasang motor terlalu besar dengan beban (pompa,kompresor, dll) yang seharusnya. Misal sebetulnya cukup motor 75 kw tetapi dipasang

dengan 110 Kw.

Coba kita diskusikan sedikit disini, silahkan beri tanggapan atau pembetulan jika kurang betul.
Ada pendekatan2 praktis yang dapat kita pakai al:
1, Berapa sesungguhnya motor yang diperlukan.
Dengan metode afinity (rumusnya pompa centrifugal).
Catat data nameplate motor 110Kw : I arus full load berapa, misal= I1, Efisiensi=Ef1, Rpm1, Slip1
Coba jalankan dan ukurlah Arus , jika arus I2 menunjukan lebih rendah, berarti motor tsb hanya memikul beban lebih rendah.
Cara A :
rumus afinity  I1/I2 = Kw1/Kw2 ->
singkatnya jika misalkan arus full load di nameplate I1=100A atau (100%), dan arus pengukuran setelah dijalankan I2=70A (70%)
maka kira2 Kw2 = 110×70/100= 77Kw
Jadi sebetulnya kita pasang saja motor dengan kapasitas 77–80 Kw
Kita simpulkan, jika motor besar (110 Kw) dipakai untuk menggerakan mesin yang lebih kecil (misal 75 Kw), apa saja kerugiannya?
– Motor besar lebih besar rugi2nya:rugi mekanis , rugi electris, harga lebih    mahal
– Efisiensi menurun: dari tabel effisiensi di tulisan optimalkan: motor 110 Kw yang dibebani hanya 70% , maka efiensi turun tinggal 90% dari eff full load. jika di hitung tinggal  90% x 94%= 85%.
(effisiensi makin rendah pada beban semakin rendah dan makin tinggi sesuai yg tertera di name plate jika mendekati full load )

Atau dgn Cara pendekatan yang lebih detail sbb: Teknik Kilowatt Rasio:
Motor load rasio = (kW ukur / (kW nameplate) / Eff full load)Keterangan : kW input atau ukur  = hasil pengukuran Volt x hasil ukur Ampere x power faktor ukur x V3 dibagi 1000.
Cara B
Dengan rumus avinity/pendekatan beban sama :
Misal pengukuran arus input 70A berarti equivalent dengan Hp untuk menggerakan load/beban ditambah rugi2 (mekanis+elektris) 
Arus effective out put  eqv dengan Hp beban saja =  85/100x70A=59,5A
Motor 110KW memerlukan arus 70A dan yang terpakai utk beban hanya 59,5A
Motor lain yang dibebani mendekati full load dapat mencapai eff =94% atau lebih.
Untuk eff 94% arus out put 59,5A arus input dihitung 100/94 x 59,5A= 63,30 AJadi dengan pemilihan motor yang sesuai kita dapat menghemat 6,3A. dengan kata lain pilihlah motor dengan full load 65 Ampere, (dengan specifikasi Freq,Volt,Rpm, sama denagn yang 110Kw)
Kerugian dapat di hitung A x V x V3 x waktu = Wh atau Kwh
Atau dengan cara Teknik Ampere Rasio 
Motor Load rasio= (Ampere ukur / Amp name plate) x ( Volt ukur/Volt name plate)
Cara C
Dengan cara pendekatan Slip.
Slip sebuah motor aebanding dengan load. makin ringan load -> slip semakin kecil. atas dasar ini para ahli membuat rumus affinity, sbb:
Catat berapa RPm tertulis di name plate misal 1450 rpm (hasil test full load)
jalankan motor, ukurlah dengan stroboscpe misal 1480 rpm
hitung sbb : Load actual = (1500–1470)/(1500–1450) x 100%= 60%
(ref:Dr Huh Falkner MIEE CEng May 2003)
Jadi tenaga output mekanis motor yg terpakai hanya 60% (estimasi)  
Atau lebih detail : Teknik Slip
Motor Load = (Rpm sinchr – Rpm ukur) dibagi ( (Rpm sinch – Rpm nameplate) X kwadrat ( Volt nameplate/volt ukur) )
     

Korelasi beban v pf

Jika beban tidak optimal Power factor mengalami penurunan, akibatnya efisiensi juga akan megalami turun. Artinya mengalami pemborosan listrik. 

Std ve en eff

dari grafik menggambarkan sbb:
1. Kurva eff. utk motor standard < motor HEM. (dinegara maju pabrikan harus membuat HEM. User harus membeli HEM)
2. Motor kw/Hp besar lebih besar Eff dibanding motor kecil
3. Makin kecil (%) motor diberi beban, makin turun harga efisiensinya.
catatan : penghitungan diatas merupakan pendekatan. secara praktis juga sangat dipengaruhi oleh kondisi motor. Sebetulnya ada beberapa cara atau metode untuk menghitung yang lebih akurat, tetapi kadang kita tambah bingung karena cukup rumit.
yang lebih tepat yalah dengan langsung mencoba kedua motor :
– pasang motor 110 KW, ukur & catat arus aktual inputnya
– pasang motor 75 KW , ukur & catat arus iaktual inputnya,
– berapa selisihnya dan langsung dapat dihitung berapa rugi/untungnya.
(mari kita bersharing)

  

27 Responses to Mengganti motor110 Kw dgn 75 kw

  1. Firman Adam says:

    Wah Selamat Pak de Marno atas pemuatan artikelnya, semoga menjadi sarana belajar bagi kami yang muda-muda ini
    Sukses pak. Salam
    Firman Adam QATAR PETROCHEMICAL CO. (QAPCO)

  2. djitheng says:

    Ass.Wr.Wb.
    Langsung aja nanya pak, saya sedang dapat tugas untuk O&M. Perusahaan tempat saya bekerja penjernihan air (PAM Swasta). Umur pabrik sudah diatas 50 tahun, pompa air baku ada 4 unit dengan penggerak motor listrik, masing-masing 1 MW dengan 3 pangatur speed bekerja cascade untuk 3 pompa. Kami ingin mengganti 4 pompa menjadi 1 pompa yang bisa memompa air 1.200 l/det, Apakah bisa dengan satu pompa dan dengan full speed atau mengganti impeller 605 mm dengan putaran 990 rpm, atau menunurnkan head 3 meter atau apa yach pak, supaya terjadi penghematan energi listrik yang semakin mahal. Terima kasih. Wass.Wr.Wb. (Kalau ingin konsultasi lebih jauh, bisa hubungi bapak dimana?)

  3. soemarno says:

    Ass WW P Djitheng. Pipa saluran.Mungkin sebelum menentukan akan di pigging atau pembersihan tempat2 tertentu saja secara manual, perlu di inspect dulu.
    Pompa
    Pompa yg terlalu bnyk di triming(dari710mm-605mm). dlm casing timbul resirculation,jadi ada tambhan looses.
    Berdasar hukum afinity jika D1=605mm kembali menjadi D2=710mm, maka perubahan terjadi sbb:
    Kapasitas
    Q1/Q2=(D1/D2)=>Q2xD1=Q1xD2 è Q2=D2/D1xQ1 è Q2=710/605x 800liter/det= 938,84 liter/det
    (jika pakai motor lama apakah masih mampu?)
    Head
    H1/H2= D1xD1/D2xD2 =>H2=605×605/710×710 è H2=1,38 H1
    Breakhousepower
    BHP1/BHP2= D1xD!xD1/D2xD2xD2 è BHP2= 100/62BHP1= 1,61 BHP1
    (apakah motor masih mampu)
    Perlu utk pertimbangan
    ? Kalau kita ada pompa berjumlah 4 itu akan dibuang ya sayang
    ? Kalau mengganti satu pompa satu besar. Berapa harganya? Ada risiko, jika satu2nya pompa fail, berarti stop supply air. Pasti heboh.
    Yang paling murah dan bisa dikerjakan dan tanpa menggangu system, kami sarankan:
    Satu pompa, di rekondisi secara sempurna, bushing. bearing,clearence2 dikembalikan ke mendekati baru, yang aus2 di rekondisi, diganti impeller 710mm.
    Motor di check/service/inspek. Kopling di inspek/PM dan aligment yang bagus.
    Pipa di coba di check beberapa tempat dulu.
    Kemudian jalankan dengan satu pompa saja dan adakan ctatatan2 al:
    ? Berapa flow actual: mungkin satu pompa sudah cukup
    ? Berapa tekanan di pompa dan tekanan di achir pipa
    ? Berapa arus mortor, voltage ,rpm dll
    dari flow,head dsb dapat dihitung berapa perlu arus/kW. jika MotorDc yg 1Mw itu sudah boros, bisa dipertimbangkan beli satu motor dulu yg pas buat pompa tsb,kalau ada data atau perkembvangan baru silahkan info .Wassalam Soemarno

  4. Mukti Widodo says:

    Terima kasih Pak atas artikelnya, sangat bermanfaat bagi kami.
    Ada pertanyaan dari kami. Kami memiliki sebuah mesin yang menggunakan motor listrik dengan spec 1/4 HP, 1 Phase, 220 V. Ketika mesin kami jalankan dan ukur ampere-nya tertera 2 Ampere. Apakah motor listrik tersebut tidak standar ?
    Terima kasih atas penjelasannya

  5. soemarno says:

    P.Mukti.
    Hitungdgn rumus listrik.A=w/v.pf-> A=0,25×746/220.0,85=1A .kalau V supply itu 220V dan arusdiukur 2A. jadi motor tsb.1/2HP. biasanya ada pabrik motor yang membuat satu design sama.tapi di name plate ditulis bermacam:1/4,1/2,1 hp. agar lebih murah ongkos produksi masal.

  6. rahmad says:

    terima kasih atas artikelnya artikel tsb sangat membantu saya dalam bekerja semoga selalu ter-update

  7. bubun says:

    Assalam mualaikumWr. Wb
    Salam mesin..Langsung saja saya mau tanya untuk mengetahui satndart temperatur bearing pada setiap pompa sentrifugal dengan berbeda kapasitas tegangannya. Misal untuk pompa 22 KW, 30 KW, 75 KW dll berapa temperatur satndar untuk bearingnya?Klo bisa di tampilkan tabelnya..Saya ucapkan terimakasih atas bentuannya…Wasalam mualaikum Wr. Wb.

  8. soemarno says:

    Wassalamww.P bubun.temp.bearing tdk perlu melihat Kw motor. jadi berapapun kw bearing hrs dijaga pada temp.normal.temp normal antara 60-70.C. pada pompa dengan media panas, temp bearing sdikit agak tinggi.jika ada manual silahkan baca2.

  9. Ilman Jauhari says:

    Saya jg pernah baca kl gak salah .. untuk temperature bearing .. temp normal antara 30-40*C diatas temperature Ambient.
    Jawab:
    ini juga betul, jadi jika amb;30*C maka= 60-70*C. sebetulnya makin rendah ya makin baik. dan extremnya jika dipegang tangan beberapa saat tdktahan itu berarti sudah serius. harus do something.

  10. sapto says:

    aslm…
    Bapak Soemarno yang saya hormati, saya mahasiswa yang ingin belajar tentang prinsip kerja auto transformator pada proses starting motor, yakni dalam hal mengurangi arus start motor. yang ingin saya tanyakan, bagaimana sebenarnya prinsip kerja auto trafo tersebut beserta rumus-rumus dan persamaan arus, daya, torsi dan tegangannya. atas bantuan yang Bapak berikan, saya ucapkan banyak terima kasih…..

  11. adit says:

    Pa mohon penjelasannya, dikatalog motor saya sering melihat FLA,LRA dan RLA, mohon dijelaskan masing2x tsb. terimakasih
    Jawab:
    FLA=Full Load Amp.yaitu arus saat motor dibebani penuh LRA = Locked Rotor Amp.yaitu amp saat rotor dibebani s/d sudah tidak mampu putar. semua diperoleh saat test load. masih ada Lock Rotor Torque, Pull up Torque , Breakdown Torque dsb

  12. Pak soemarno saya mau nanya mengenai motor saya Thosiba 1430 kw untuk compresor LPG masalah yang sekarang ini adalah temperature tidak stabil / normal, pada siang hari jam 09:00 s/d 16:00 load cuma 50 persen tapi kalau malam hari bisa mencapai 100 persen. tapi itu terlalu lama hanya 3 jam. tolong bantu kami untuk analisanya ,sebelumnya kami ucapkan terima kasih
    Jawab:
    maaf utk menganalisa itu butuh data2 : tekanan, temp gas masuk/keluar, temp pendingin masuk/kelua, temp ruang sekitar, I motor pd kondisi siang/malam. memang kondisi siang dan malam sngt sensitive terhadap LPG. terutama beda temp yg besar. cooler perlu diperhatikan apakah masih dlm kondisi baik, kotor/buntu dll.

  13. heri says:

    Asslm. langsung aja ya Pak
    saya mau nanya untuk mementukan pompa dengan kapasitas debit sebesar 160 m3/jam gimana ya

  14. heri says:

    oups ada yang ketinggalan menyangkut pesan saya yang diatas.
    debit sebesar itu harus di anggat ke lantai atas dengan ketinggian kurang lebih 60 m dati permukaan bawah

  15. Syamsudin says:

    Assalamu alaikm pak sumarmo, trima kasih atas artikel2nya, bermanfaat bnget. Langsung saja pak, saya punya motor Dc berkapasitas 700 kw, 1300 rpm, 750 v, arm 1000 A. pake dc drive, kasusnya di rotor terjadi gerakan axial (maju mundur), saya cek vibrasi body dan tapak motor bagus. Kelihatan bnget gerakan axialnya saat start awal dan naik speed, besar axial 1 -1.5 cm. Carbon brust udah d ganti.. Kondisi bearing de dan nde tidak kasar. Tolong saya minta dibantu solusinya. Trimakasih bnyak sebelumnya.
    Jawab:1) mesin listrik motor/generator, tdk dipasang thrust(axial) bearing, karena selama operasi rotor dan stator terikat oleh magnetic center, memang selama start/menuju stop terjadi gerakan axial, kadang lumayan kelihatan. 2) penggerak gen/ mesinyg digerakan mtr tentu dipsng thrust. 3) kopling hrs bisa mencegah gerakan axial saling mempengaruhi/merusak. ini dasar analisa. semoga bisa membantu.

  16. bambang irawan says:

    pak mau tanya hubungan atau rumus antara hp,rpm,kw,v,ratio…saya belum ngerti..tolong pencerahannya.thanks

  17. Arif says:

    pak Soemarno, Saya ada masalah dengan pompa hydrant nih pak. Pompa 77KW, sedangkan source listrik yg ada 55kva & genset 160 kva. Bisakah berikan single line diagram untuk inverter ke saya?
    Terimakasih atas bantuannya sebelumnya. Arif
    Jawab : maaf saya kurang ngerti yg dimaksudkan.

  18. anam says:

    Selamat pagi Bapak Soemarno,
    terimakasih atas artikel2nya, sangat bermanfaat,sya punya beberapa pertanyaan:
    1. pada artikel yg ini, apakah berarti motor listrik bekerja optimum ketika arus yang terukur sama atau mendekati nilai arus pada nameplete?
    jika demikian, bagaimana dengan temperaturnya? bukankah akan semakin tinggi juga?
    2. dimanakah sya bisa dapat info ttg harga VSD untuk motor listrik 400 HP? (almt web, nama toko, dll) masalahnya dah nyari tapi yg ada untk motor di bawah 100 HP.
    makasih pak.

  19. HERYANTO says:

    pak soemarno,saya mau tanya.apa bila phase PLN Terbalik,kita menggunakan motor 3 phase,apa langkah yg akan kita ambil.makasih pak

  20. Ahmad says:

    assalamualaikum.. Salam motor pak.. Saya mau tanya pak. saya bekerja di perusahaan batu bara, saya disuruh mendesign konveyor dengan kapasitas 12000 metrik ton (mt)/jam. Saat ini motor yang ada yaitu motor dengan kapasitas 2 x 900 kW, 1500rpm. Pertanyaannya adalah, apakah qt menggunakan dengan motor yg lebih kecil dari itu pak?? bagaimana car aperhitungannya?? mohon penjelasannya pak. Terimakasih
    jawab: maaf tdk bisa menjawab. kalau mendesign tentunya hrs menghitung berapa HP diperlukan utk menggerakan conveyor tsb. cari buku mendesign convyr. kalau motor sdh ada ya dicoba pasang terus ukur arusnya. berapa % dibanding arus tertulis di nameplate.

  21. mahardika says:

    saya punya penggilingan padi di situ name platenya 20 kw 1050 rpm.
    yg saya mau tanyakan saya harus pakai motor listrik brp kw?trimakasih.
    jawab: asumsi motor dibebani 75% (karena beban bisa naik turun, dan penggilingan padi itu beban pasti tdk rata), jadi pilihlah 100/75 x 20 Kw= = 25 kw

  22. ibrahim latief says:

    mau nanya pak, berapa perbedaan arus start pada motor 90 kw dengan slip ring dibandingkan dengan star- delta. mohon jawabannya pak

  23. hardiansyah rn says:

    selamat siang pak, terima kasih atas artikelnya. saya belajar banyak.
    ada alasan yg cukup klasik ketika kita menggunakan motor yang kW-nya lebih besar dari spesifikasi pompanya, yaitu agar umur pakai motor itu jadi lebih lama.
    apakah itu benar pak? terima kasih
    Jawab: tidak sepenuhnya benar. awet tergantung banyak faktor/lingkungan/maintenance/operation. bisa di hitung rugi listrik krn kebesaran selama sekian tahun (mana lebih mahal ketimbang harga motor).

  24. Hi there! This post could not be written any better!
    Reading this post reminds me of my previous room mate!

    He always kept talking about this. I will forward this write-up to him.
    Pretty sure he will have a good read. Thank you for sharing!

  25. Resa says:

    Salam kenal pak marno… mudahan post ini masih bisa terjawab…
    pak untuk melakukan pengukuran arus pada motor dengan starter inverter sebaiknya bagaimana? apakah di ukur pada sisi input inverter atau pada sisi input motor atau output inverter… mohon pencerahanya…
    jawab.apakah arus di input inventer dgn output inventer dan di input ke motor tidak sama? itu kan satu rangkaian jadi tentunya sama

  26. Fahrur says:

    Assalamu’alaikum
    Pak Sumarno mohon bantuannya, saya masih awam mengenai motor listrik. saya ingin menanyakan bagaimana cara menghitung efisiensi pada motor induksi jika yg diketahui KW sama Ampere kerja (mohon disertai rumus yg mudah dipahami) sama cara menghitung efisiensi pada pompa submersible jika yg diketahuinya KW, Head (H) sama Kapasitas (Q). terima kasih

  27. mondarlianto says:

    assalamu’alaikum pa
    pak sumarno mohon bantuannya, saya bekerja di pabrik kelapa sawit, saya ada masalah dikapasitas pompa air dari waduk menuju clarifayer. biasa nya air penyuplai umtuk kapsitas pabrik pengolahan 24 jam cukup belakangan ini tidak cukup. sudah saya coba bebrapa kali perbaikan di saluran pipa tapi belum ada hasil. ada pun speak pompa sbb : total head 30 m, capasitas 45 m/h, rpm 2900,motor 7,5 kw, panjang pipa dr waduk ke clarifayer 2 km. panjang pipa hisap dr waduk ke pompa 12 meter. tolong di bantu dan saya mohon solusi dr bapak.trims
    jawab;UTK MENJAWAB ini mestinya harus servey dulu ke pompa dgn segala kondisinya seperti apa.tapi paling saya hanya dapat memebrikan beberapa hal (tentu banyak sebab):tinggi air danau turun juga menjadi penyebab turunnya head.clearence antara impeller wearing ring dgn casing wearing ring jika sdh besar meyebabkan turunnya kapasitas dan tekanan/head. peyempitan saluran/pipa juga penyebab. keausan impeller dll. beberapa halmini di cek dulu.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>