Frequensi 60Hz atau 50Hz. apa pengaruhnya.

Posted on November 27, 2008
Filed Under Motor listrik |

Frekwensi merupakan salah spesikasi sumber tenaga listrik yang ada atau dipilih oleh suatu negara tertentu. Spesifkasi lain yalah tegangan atau

voltage. Pemilihan ditentukan oleh standard apa yang dianut negara tsb.    perbedaan yang dianut kedua standard tsb. Jika NEMA memakai 60 Hz maka IEC memalai 50 Hz. Pemakaian motor 60Hz ke supply listrik 50 Hz tentu ada pengaruh demikian pula sebaliknya. Frekwensi paling berpengaruh pada putaran motor yang disupply tenaga listrik tsb. Kita perlu tahu seberapa besar pegaruh tsb, apa pengaruhnya terhadap faktor daya guna, umur motor dan baik atau buruknya.

NEMA dan IEC
Standard NEMA dipakai di Amerika bagian utara, terutama Amerika Serikat tentunya ditambah negara yang yang memakai tehnologi atau membeli pabriknya dari Amerika Serikat. Sedangkan IEC dianut oleh sebagian negara di dunia selain di Amerika. Disamping standard lain seperti negara Inggris BS2613, Jerman VDE 0530 dan Jepang JIS. Biasanya standard lain mengadopsi IEC yang bersifat metrik.
NEMA atau National Electrical Manufacturers Association berkantor di Amerika .
IEC , International Electrotechnical Commission berpusat di Eropa.

Spesifikasi Motor
Dibawah ini contoh spesifikasi listrik dari sebuah motor sebagai contoh untuk pembahasan sehubungan dengan pemakaian frekwemsi. Yang sulit dihindari ialah kita membeli motor standard NEMA untuk dipasang dinegara yang memakai standard IEC atau sebaliknya. Sehingga diperlukan pengetahuan tentang spesikasi listril dan spesifikasi mekanis dari kedua standard tsb.

Contoh : Motor 100HP, 230/460 V, 60 Hz,
Pengertian dari spesifikasi tsb, sbb :
· NEMA menuliskan kapasitas dengan horse power, 100 HP sebagai kapasitas atau kemampuan motor menggerakan beban sebesar 100 horse power. Biasanya IEC menyatakan kapasitas dengan KW,  (100 HP = 74,57 KW)
· 230V , winding motor terdiri dari dua set setiap phase dan dihubungkan secara parallel
· 460V, winding motor terdiri dari dua set setiap phase dan dihubungkan secara serie.
· 60Hz, adalah frequency jaringan listrik yang seharusnya tersedia untuk motor tsb.

Effek pada Motor 230/460 V, 60 Hz, jika di pasang pada frekwensi 50 Hz
Freq pengruhnya

( table tsb. Disalin dari Catalog Leeson Motor)

Memasang motor 60 Hz di Freq 50 Hz
Power-grid di Eropa dan dihampir semua negara lain menggunakan system freq 50Hz, kecuali Amerika bagian Utara menggunakan 60Hz.
Apa efek performance, memasang motor 60Hz pada freq. 50Hz? Apakah cukup aman ?
Jawabnya meragukan “ya” atau mungkin “ya tidak”.

Motor 3 phase 60Hz  dapat dioperasikan cukup memuaskan (sesuai dengan nameplate) pada power supply freq 50Hz jika tegangan/voltage di turunkan sama dengan rasio penurunan frequency.
· Jadi motor 60Hz,460V jika dipasang pada 50Hz,380V akan menghasilkan performance yang memuaskan sesuai nameplate horsepower, dan putaran poros hanya 50/60 dari putaran yang tertera di nameplate. Jadi jika 60Hz ke 50Hz, berarti seharusnya Voltage   5/6×460V=383V
· Motor 60Hz 230V jika dipasang di 50Hz 230V, mungkin tidak memuaskan tanpa menurunkan horsepower sebesar faktor 0,80-0,85. Jadi HP rated beban yang digerakan harus diturunkan, ini hubungannya dengan efek panas yang timbul di winding.

Dengan panduan table tsb, dapat disimpulkan
Motor 100HP, 230V/460V, 60 Hz, 1800Rpm motor winding terkoneksi 230V dipasang pada 220V / 50 Hz akan terjadi sbb:
· Torsi full load diperlukan 120%
· Putaran sinkron stator turun menjadi 5/6 atau 83,3% yaitu 0.833×1800 Rpm = 1500 Rpm
· Arus full load menjadi 115%
· Efisiensi saat full load turun 2%
· Power faktor turun 3-4%
· Locked rotor torque naik dari rated menjadi 130 - 135%
· Breakdown torque, naik dari rated menjadi 120 - 125%
· Arus locked rotor naik dari rated menjadi 106%
· Panas di motor naik menjadi 153%
· Magnetic noise bertambah.
Kesimpulan dari kasus ini bahwa umur motor berkurang karena bertambahnya arus yang berarti bertambah panas.

 

Comments

17 Responses to “Frequensi 60Hz atau 50Hz. apa pengaruhnya.”

  1. baimwong on January 21st, 2009 12:05 pm

    Malam Pak..thank’s atas kepedulian ya pada ilmu Pasti,namun say ngin bertanya tentang Motor 3 Phasa,Apakah motor 3 phasa dapat berputar pada tegangan 1 phasa. Thanks Penjelasan nya
    .baim
    Jawab:agar tidak penasaran boleh dicoba, bisa? tetapi dari sisi praktis/ekonomis ya tidak bisa atau jangan.

  2. wayan dammayasa on March 5th, 2009 2:32 pm

    trimakasih dengan pengetahuan yg bpk brikan, sya mau tanya kenapa di indonesia harus menggunakan frekwensi 50Hz, knp tdk 40Hz atau 80Hz? tlg jwbn secpatnya pak. tks

  3. soemarno on March 6th, 2009 12:47 am

    PWayan.Didunia standard yg ada saat ini:50Hz(Indonesia,JIS jepang,IEC Eropa,Brasilia dll(Amerika NEMA-60Hz).dgn stndard tsb, orang ada pedoman utk medesign mesin2 lain(pompa, kompresor dll)sehingga tidak bingung/kacau sipembuat/ sipemakai mesin2. kapasitas mesin berhubungan dgn putaran

  4. yusril on March 17th, 2009 2:25 pm

    apakah motor yang data frequecy 50 Hz bisa direwinding menjadi 60Hz dan dimana tempatnya ?

  5. soemarno on March 17th, 2009 11:52 pm

    PYusril.Bisa.semua wshop dpt.Secara phisik tdk ada yg perlu diubah,cara rewinding ya sama.yg beda output,rpm,torsi (baca tulisan diatas)

  6. agan gunandar on April 20th, 2009 11:17 am

    pak di gedung kami sering drop voltage sampai 355 karena belum dipasang AVR apakah pengaruhnya terhadap komponen yang lain pompa2 atw elektronik lainnya jka terus dijalankan ,terus ada saran dari suppliernya dengan cara penyetingan kembali MCB apakah benar .terima kasih sebelumnya

  7. soemarno on April 21st, 2009 3:05 am

    PAgung.supply listrik utk peralatan/msin2listrik hrs dijaga spek:voltage,frekwensi&powerfactor. agar semua peralatan/mesin dapat bekerja optimal.pd artikel di web telah di terangkan akibat2 buruknya. pengatur otomatis Voltage dan system perbaikan powerfactor dpt memperbaiki keadaan ini.

  8. ikhwandillah on June 8th, 2009 9:49 am

    Pak, penjelasan diatas menerangkan bagaimana pengaruhnya motor listrik dari 60Hz ke 50 Hz. Bagaimana pengaruh sebaliknya? Terima kasih

  9. soemarno on June 25th, 2009 12:30 am

    P Ikhwan.maaf belum sempat menjelaskan secara detail.tapi dng rumus2 prorata, bisa dianalogikan: mis.putaran akan akan mengikuti putaran freq60 sinchron 3600 dan freq50 rpm sinhcron 3000. cobalah pakai tabel yg ada dan isikan parameternya.

  10. hendri awaludin on June 25th, 2009 4:50 am

    Yth Pak Soemarno,kejadian ini sudah dua kali saya temukan pada motor induksi yang dicoba start no load ( motor tok ), currentnya mendekatiki 80 %, setelah dicoba berulang-ulang currentnya turun sekitar 40 %,padahal dari sisi mekanis sudah dipastikan oke. Kenapa begini Pak ??? Trims…

  11. soemarno on June 26th, 2009 5:51 am

    PHendri.mungkinkondisimasih basah/lembab? apa megger sudah bagus, saat akan di coba?coba buktikan megger saat araus 80% dan megger setalah arus 40%.

  12. iskak on December 14th, 2009 4:59 am

    saya punya motor dengan WEG name plate 220 volt/60 hz dan arus 4,5 A ,dicoba tanpa beban di tegangan 220 v/50 hz,setelah di ukur arus 5,0 A. apakah motor harus di gulung ulang sehingga cocok untuk frekuensi 50 HZ ?
    Jawab:
    perbedaan frekwensi tidak perlu digulung ulang. seharusnya saat dicoba tanpa beban arus lebih kecil. jika motor ini pernah di gulung, mungkin disebabkan kesalahan hitung. karena sudah terlanjur, ya coba jalankan, dimonitor, ukur berapa arus dan panas motor. jika motor tidak terlalu panas atau arus tidak terlalu tinggi ya aman utk jalan terus.

  13. budi on April 8th, 2010 3:59 am

    Yth pak sumarno,
    Mohon informasinya, kami punya 2 tipe alat/mesin: Mesin A: 380V,50Hz, 3ph & mesin B: 220V, 60Hz, 3 ph.
    Max. power untuk tiap alat tsb: 8500Watt.

    Dengan kondisi listrik yg tersedia di indonesia saat ini, tipe mana yg paling cocok utk dipakai?
    Atas informasinya kami ucapkan terimakasih.

    Salam

  14. Andrie on May 5th, 2010 1:51 am

    Pak mau tannya apakah hubungan arus, tegangan dan frekwensi sangat berkaitan? tolong berikan contoh pak… Terimakasi
    Jawab: Tegangan (Voltage=volt)menyatakan beda potensial listrik antara dua titik, arus (I=Ampere)besarnya aliran listik anta dua titik tsb jika pasang konduktor (R=Ohm). rumus I = V/R dan daya Watt(W) = V x I. fdan requensi = sinussoidal arus AC kaitan dgn putaran motor listrik

  15. tajudin on May 26th, 2010 1:16 pm

    Salam kenal Pa Sumarno, Maaf saya baru belajar listrik pa, tanya rumus frekuensi F=(p.N)/60
    60 itu darimana pa ? Konstanta kah ? Mohon pa, saya sangat memerlukan. Terima
    kasih Salam Udin
    Jawab: anka 60 itu konversi dari menit ke detik.

  16. Alisro on July 14th, 2010 5:40 am

    Salam kenal Pak Soemarno. Pak saya mau tanya, apakah motor 45 KW 380V 50Hz bisa dipasang di jala-jala 440V 60Hz? apa yang akan terjadi dan bagaimana dengan life time motor tersebut? Terima kasih sebelumnya atas pencerahannya.
    jawab: menurut stndard praktis listrik motor 380V boleh dipasang pd jala 380V +/- 10%. jika dipasang pd 440V pd beban penuh Arus akan melebihi I yg tertulis di nameplate->lebih panas->life time turun. jika sdh terbeli beribeban->ukur->tidak melebihi arus tertulis di nameplate.

  17. Fauzi on September 2nd, 2010 6:01 am

    Pak Soemarno, salam kenal.Saya membeli mesin cuci dengan spesifikasi 220V satu phase 50Hz. Dua tahun ini saya pindah ke rumah Perusahaan dengan listrik rumah 110 V satu phase 60 Hz, dan 220V dua phase 60Hz. Dan mesin cuci saya tidak bisa digunakan. Apakah ada alat yang bisa digunakan agar mesin cuci saya bisa dipakai dengan listrik demikian itu Terimakasih atas info dan ilmu yang diberikan.
    Jawab: alat pengubah voltage = trafo disebut juga step-up. ada di toko2.

Leave a Reply




  • Soemarno Adibroto
    Lahir di Blora 20 September 1947

    Dulu pada th 1972 ketika saya mulai bekerja pada umur muda 24 th di bagian maintenance sebagai supervisor, sulit bagi saya untuk melakukan pekerjaan dengan baik. karena sangat langka bahkan tidak ada buku atau referensi. Sehingga kadang kita tidak tahu berbuat apa yang seharusnya. Maka mulailah mencari sendiri2 pengalaman2 baru berdasar logika dan naluri untuk memperbaiki kebiasaan2 lama. Sejalan dengan waktu maka berkembanglah system atau, Tatacara Maintenance (Maintenance Mangement). Mengingat kesulitan saat itu menjadi pemula bekerja sebagai orang maintenance, maka saya ingin menuliskan apa yang bisa saya tulis terutama untuk para pemula, bagi yang ingin menulis juga sangat di harapkan bergabung, bagi yang ingin diskusi/tanya-jawab yang monggo.
    Semoga bermanfaat.