Kerusakan bearing akibat “internal current”

Posted on November 27, 2008
Filed Under Motor listrik |

“Internal current” hampir terjadi di semua mesin rotary, mesin yang terdiri dari Stator/bagian diam dan rotor/bagian perputar. Hal ini terutama di mesin2 berukuran besar : motor, generator, steam turbine, compressor centrifugal dll.

Secara sederhana dapat dikatakan bahwa karena proses rotasi rotor, maka dalam dirinya timbul voltage, sehingga timbulah arus listrik dalam rotor mengalir ke poros lewat bearing terus mengalir ke ground. Ada juga yang menyebut electrostatic current yang harus didischarge/dibuang
Ini jika tidak di rencanakan dengan membuat sistem discharging , berakibat merusak bearing. Arus yang mengalir dari poros ke bearing berupa loncatan aliran sehingga menimbulkan bekas seperti bunga api.
Bagaimana cara pencegahanya.
Biasanya mesin2 besar sudah di design oleh pabriknya, sedangkan kita hanya perlu tahu mengapa demikian dan bagaimana memelihara selanjutnya.
Motor/generator ukuran tertentu , bearingnya sudah dilapisi isolasi. Sehingga dapat mencegah aliran listrik dari poros lewat bearing kemudian ke body.
Memasang brush dan dihubungkan diUjung poros. tujuanya memberi kan jalan arus mengalir lewat brush terus ke ground.
“Jadi kita harus memelihara kondisi kedua hal tsb. tatap dalam keadan berfungsi dengan baik. Atau mengganti bila kondisinya kurang berfungsi”
Bahasan sedikit : Sebab timbul arus listrik
 Arus frekwensi rendah
Ada di gelombang sinus motor yang disebabkan oleh material atau kontruksi yg tidak simitris. Arus ini bisa timbul di bearing atau kesemua bearing. Dapat dieliminir dengan material isolasi agar tidak mengalir dari shaft ke bearing
Arus frequency tinggi
Timbul saat switching motor arus ini juga mengalir melalui shaft dan bearing.Dieliminir dengan memasang isolator antara bearing dan shaft
Mengapa timbul arus?
Voltage timbul karena “homopolar flux”. Flux mengalir ke senter shaft motor dan karena ‘alternating flux’ memotong shaft motor.
Flux Umumnya timbul  pada high-speed, rotor unbalance , Airgap tidak rata.
Alternating current
Sebagai hasil dari asymmetrical magnetic properties pada stator atau rotor core.
Electric steel tidak totally homogenous sehingga flux paths di motor tidak semua symmetrical
Asymmetrical flux menembus steel menghasilkan garis flux tertutup pada shaft.
Akan menghasilkan arus mengalir ke shaft, ke
bearings, terus ke frame kembali lagike  bearings

Perencanaan/pencegahan memperhatikan
Membuat mesin lebih simitris
Menginsulasi antara  bearings dan shaft
Meng-improve grounding connection dari motor ke driven.
Meng-Insulasi coupling  antara  motor dan driven equipment.
Shaft diberi gounding .

Arus bearing 1

Gambar diatas tergambar aliran flux dari poros ke frame

Arus bearing 2
Gambar diatas contoh airgap yang tidak simitris.

Comments

2 Responses to “Kerusakan bearing akibat “internal current””

  1. muhammad syaepudin on January 15th, 2010 8:30 am

    Dear Pak Soemarno
    Saya ada masalah dipompa production transfer dgn daya motor 300 HP untuk minyak di Duri. Waktu kita alignment pompa kmudian kita running slalu vibrasi tinggi pada motor. kita ukur di posisi vertikal, horisontal dan axial. Nilainya skitar 5 sampai 9 mm/s saya menggunakan vibration pen dari SKF. Apa penyebab utama vibrasi tinggi pada motor besar dan bagaimana tahapan2 untuk mengetahui penyebabnya. Terima kasih banyak atas bantuannya Wassalam
    Jawab: apakah sudah di pastikan bahwa motor tidak ada problem? misal jalan solo dan diukur vibrasi. tahap apa saja yg sudah dikerjakan?

  2. adres on February 24th, 2010 1:14 pm

    kalau menurut pengalaman saya KALAU HASIL ALLIGMET BAGUS TENTU ADA HAL YANG HARUS DI PERHATIKAN DALAM PEMASANGAN BEARING YAOTU SUSUNAN BERING JADI LEBIH BAIKNYA KITA LHAT GAMBAR DLU SBLUM MASANG
    Jawab:
    itu benar sekali, dan pengalaman adalh guru terbaik dan setiap orang kadang berbeda. terimakasih sudah menulis pengalaman utk orang lain

Leave a Reply




  • Soemarno Adibroto
    Lahir di Blora 20 September 1947

    Dulu pada th 1972 ketika saya mulai bekerja pada umur muda 24 th di bagian maintenance sebagai supervisor, sulit bagi saya untuk melakukan pekerjaan dengan baik. karena sangat langka bahkan tidak ada buku atau referensi. Sehingga kadang kita tidak tahu berbuat apa yang seharusnya. Maka mulailah mencari sendiri2 pengalaman2 baru berdasar logika dan naluri untuk memperbaiki kebiasaan2 lama. Sejalan dengan waktu maka berkembanglah system atau, Tatacara Maintenance (Maintenance Mangement). Mengingat kesulitan saat itu menjadi pemula bekerja sebagai orang maintenance, maka saya ingin menuliskan apa yang bisa saya tulis terutama untuk para pemula, bagi yang ingin menulis juga sangat di harapkan bergabung, bagi yang ingin diskusi/tanya-jawab yang monggo.
    Semoga bermanfaat.