Mengganti motor110 Kw dgn 75 kw
Posted on November 6, 2008
Filed Under Motor listrik |
Kita sering memasang motor terlalu besar dengan beban (pompa,kompresor, dll) yang seharusnya. Misal sebetulnya cukup motor 75 kw tetapi dipasang
dengan 110 Kw.
Coba kita diskusikan sedikit disini, silahkan beri tanggapan atau pembetulan jika kurang betul.
Ada pendekatan2 praktis yang dapat kita pakai al:
1, Berapa sesungguhnya motor yang diperlukan.
Dengan metode afinity (rumusnya pompa centrifugal).
Catat data nameplate motor 110Kw : I arus full load berapa, misal= I1, Efisiensi=Ef1, Rpm1, Slip1
Coba jalankan dan ukurlah Arus , jika arus I2 menunjukan lebih rendah, berarti motor tsb hanya memikul beban lebih rendah.
Cara A :
rumus afinity I1/I2 = Kw1/Kw2 ->
singkatnya jika misalkan arus full load di nameplate I1=100A atau (100%), dan arus pengukuran setelah dijalankan I2=70A (70%)
maka kira2 Kw2 = 110×70/100= 77Kw
Jadi sebetulnya kita pasang saja motor dengan kapasitas 77–80 Kw
Kita simpulkan, jika motor besar (110 Kw) dipakai untuk menggerakan mesin yang lebih kecil (misal 75 Kw), apa saja kerugiannya?
– Motor besar lebih besar rugi2nya:rugi mekanis , rugi electris, harga lebih mahal
– Efisiensi menurun: dari tabel effisiensi di tulisan optimalkan: motor 110 Kw yang dibebani hanya 70% , maka efiensi turun tinggal 90% dari eff full load. jika di hitung tinggal 90% x 94%= 85%.
(effisiensi makin rendah pada beban semakin rendah dan makin tinggi sesuai yg tertera di name plate jika mendekati full load )
Atau dgn Cara pendekatan yang lebih detail sbb: Teknik Kilowatt Rasio:
Motor load rasio = (kW ukur / (kW nameplate) / Eff full load)Keterangan : kW input atau ukur = hasil pengukuran Volt x hasil ukur Ampere x power faktor ukur x V3 dibagi 1000.
Cara B
Dengan rumus avinity/pendekatan beban sama :
Misal pengukuran arus input 70A berarti equivalent dengan Hp untuk menggerakan load/beban ditambah rugi2 (mekanis+elektris)
Arus effective out put eqv dengan Hp beban saja = 85/100×70A=59,5A
Motor 110KW memerlukan arus 70A dan yang terpakai utk beban hanya 59,5A
Motor lain yang dibebani mendekati full load dapat mencapai eff =94% atau lebih.
Untuk eff 94% arus out put 59,5A arus input dihitung 100/94 x 59,5A= 63,30 AJadi dengan pemilihan motor yang sesuai kita dapat menghemat 6,3A. dengan kata lain pilihlah motor dengan full load 65 Ampere, (dengan specifikasi Freq,Volt,Rpm, sama denagn yang 110Kw)
Kerugian dapat di hitung A x V x V3 x waktu = Wh atau Kwh
Atau dengan cara Teknik Ampere Rasio
Motor Load rasio= (Ampere ukur / Amp name plate) x ( Volt ukur/Volt name plate)
Cara C
Dengan cara pendekatan Slip.
Slip sebuah motor aebanding dengan load. makin ringan load -> slip semakin kecil. atas dasar ini para ahli membuat rumus affinity, sbb:
Catat berapa RPm tertulis di name plate misal 1450 rpm (hasil test full load)
jalankan motor, ukurlah dengan stroboscpe misal 1480 rpm
hitung sbb : Load actual = (1500–1470)/(1500–1450) x 100%= 60%
(ref:Dr Huh Falkner MIEE CEng May 2003)
Jadi tenaga output mekanis motor yg terpakai hanya 60% (estimasi)
Atau lebih detail : Teknik Slip
Motor Load = (Rpm sinchr - Rpm ukur) dibagi ( (Rpm sinch - Rpm nameplate) X kwadrat ( Volt nameplate/volt ukur) )

Jika beban tidak optimal Power factor mengalami penurunan, akibatnya efisiensi juga akan megalami turun. Artinya mengalami pemborosan listrik.

dari grafik menggambarkan sbb:
1. Kurva eff. utk motor standard < motor HEM. (dinegara maju pabrikan harus membuat HEM. User harus membeli HEM)
2. Motor kw/Hp besar lebih besar Eff dibanding motor kecil
3. Makin kecil (%) motor diberi beban, makin turun harga efisiensinya.
catatan : penghitungan diatas merupakan pendekatan. secara praktis juga sangat dipengaruhi oleh kondisi motor. Sebetulnya ada beberapa cara atau metode untuk menghitung yang lebih akurat, tetapi kadang kita tambah bingung karena cukup rumit.
yang lebih tepat yalah dengan langsung mencoba kedua motor :
– pasang motor 110 KW, ukur & catat arus aktual inputnya
– pasang motor 75 KW , ukur & catat arus iaktual inputnya,
– berapa selisihnya dan langsung dapat dihitung berapa rugi/untungnya.
(mari kita bersharing)
Comments
12 Responses to “Mengganti motor110 Kw dgn 75 kw”
Leave a Reply
Soemarno Adibroto
Wah Selamat Pak de Marno atas pemuatan artikelnya, semoga menjadi sarana belajar bagi kami yang muda-muda ini
Sukses pak. Salam
Firman Adam QATAR PETROCHEMICAL CO. (QAPCO)
Ass.Wr.Wb.
Langsung aja nanya pak, saya sedang dapat tugas untuk O&M. Perusahaan tempat saya bekerja penjernihan air (PAM Swasta). Umur pabrik sudah diatas 50 tahun, pompa air baku ada 4 unit dengan penggerak motor listrik, masing-masing 1 MW dengan 3 pangatur speed bekerja cascade untuk 3 pompa. Kami ingin mengganti 4 pompa menjadi 1 pompa yang bisa memompa air 1.200 l/det, Apakah bisa dengan satu pompa dan dengan full speed atau mengganti impeller 605 mm dengan putaran 990 rpm, atau menunurnkan head 3 meter atau apa yach pak, supaya terjadi penghematan energi listrik yang semakin mahal. Terima kasih. Wass.Wr.Wb. (Kalau ingin konsultasi lebih jauh, bisa hubungi bapak dimana?)
Ass WW P Djitheng. Pipa saluran.Mungkin sebelum menentukan akan di pigging atau pembersihan tempat2 tertentu saja secara manual, perlu di inspect dulu.
Pompa
Pompa yg terlalu bnyk di triming(dari710mm-605mm). dlm casing timbul resirculation,jadi ada tambhan looses.
Berdasar hukum afinity jika D1=605mm kembali menjadi D2=710mm, maka perubahan terjadi sbb:
Kapasitas
Q1/Q2=(D1/D2)=>Q2xD1=Q1xD2 è Q2=D2/D1xQ1 è Q2=710/605x 800liter/det= 938,84 liter/det
(jika pakai motor lama apakah masih mampu?)
Head
H1/H2= D1xD1/D2xD2 =>H2=605×605/710×710 è H2=1,38 H1
Breakhousepower
BHP1/BHP2= D1xD!xD1/D2xD2xD2 è BHP2= 100/62BHP1= 1,61 BHP1
(apakah motor masih mampu)
Perlu utk pertimbangan
? Kalau kita ada pompa berjumlah 4 itu akan dibuang ya sayang
? Kalau mengganti satu pompa satu besar. Berapa harganya? Ada risiko, jika satu2nya pompa fail, berarti stop supply air. Pasti heboh.
Yang paling murah dan bisa dikerjakan dan tanpa menggangu system, kami sarankan:
Satu pompa, di rekondisi secara sempurna, bushing. bearing,clearence2 dikembalikan ke mendekati baru, yang aus2 di rekondisi, diganti impeller 710mm.
Motor di check/service/inspek. Kopling di inspek/PM dan aligment yang bagus.
Pipa di coba di check beberapa tempat dulu.
Kemudian jalankan dengan satu pompa saja dan adakan ctatatan2 al:
? Berapa flow actual: mungkin satu pompa sudah cukup
? Berapa tekanan di pompa dan tekanan di achir pipa
? Berapa arus mortor, voltage ,rpm dll
dari flow,head dsb dapat dihitung berapa perlu arus/kW. jika MotorDc yg 1Mw itu sudah boros, bisa dipertimbangkan beli satu motor dulu yg pas buat pompa tsb,kalau ada data atau perkembvangan baru silahkan info .Wassalam Soemarno
Terima kasih Pak atas artikelnya, sangat bermanfaat bagi kami.
Ada pertanyaan dari kami. Kami memiliki sebuah mesin yang menggunakan motor listrik dengan spec 1/4 HP, 1 Phase, 220 V. Ketika mesin kami jalankan dan ukur ampere-nya tertera 2 Ampere. Apakah motor listrik tersebut tidak standar ?
Terima kasih atas penjelasannya
P.Mukti.
Hitungdgn rumus listrik.A=w/v.pf-> A=0,25×746/220.0,85=1A .kalau V supply itu 220V dan arusdiukur 2A. jadi motor tsb.1/2HP. biasanya ada pabrik motor yang membuat satu design sama.tapi di name plate ditulis bermacam:1/4,1/2,1 hp. agar lebih murah ongkos produksi masal.
terima kasih atas artikelnya artikel tsb sangat membantu saya dalam bekerja semoga selalu ter-update
Assalam mualaikumWr. Wb
Salam mesin..Langsung saja saya mau tanya untuk mengetahui satndart temperatur bearing pada setiap pompa sentrifugal dengan berbeda kapasitas tegangannya. Misal untuk pompa 22 KW, 30 KW, 75 KW dll berapa temperatur satndar untuk bearingnya?Klo bisa di tampilkan tabelnya..Saya ucapkan terimakasih atas bentuannya…Wasalam mualaikum Wr. Wb.
Wassalamww.P bubun.temp.bearing tdk perlu melihat Kw motor. jadi berapapun kw bearing hrs dijaga pada temp.normal.temp normal antara 60-70.C. pada pompa dengan media panas, temp bearing sdikit agak tinggi.jika ada manual silahkan baca2.
Saya jg pernah baca kl gak salah .. untuk temperature bearing .. temp normal antara 30-40*C diatas temperature Ambient.
Jawab:
ini juga betul, jadi jika amb;30*C maka= 60-70*C. sebetulnya makin rendah ya makin baik. dan extremnya jika dipegang tangan beberapa saat tdktahan itu berarti sudah serius. harus do something.
Pa mohon penjelasannya, dikatalog motor saya sering melihat FLA,LRA dan RLA, mohon dijelaskan masing2x tsb. terimakasih
Jawab:
FLA=Full Load Amp.yaitu arus saat motor dibebani penuh LRA = Locked Rotor Amp.yaitu amp saat rotor dibebani s/d sudah tidak mampu putar. semua diperoleh saat test load. masih ada Lock Rotor Torque, Pull up Torque , Breakdown Torque dsb
Pak soemarno saya mau nanya mengenai motor saya Thosiba 1430 kw untuk compresor LPG masalah yang sekarang ini adalah temperature tidak stabil / normal, pada siang hari jam 09:00 s/d 16:00 load cuma 50 persen tapi kalau malam hari bisa mencapai 100 persen. tapi itu terlalu lama hanya 3 jam. tolong bantu kami untuk analisanya ,sebelumnya kami ucapkan terima kasih
Jawab:
maaf utk menganalisa itu butuh data2 : tekanan, temp gas masuk/keluar, temp pendingin masuk/kelua, temp ruang sekitar, I motor pd kondisi siang/malam. memang kondisi siang dan malam sngt sensitive terhadap LPG. terutama beda temp yg besar. cooler perlu diperhatikan apakah masih dlm kondisi baik, kotor/buntu dll.
Assalamu alaikm pak sumarmo, trima kasih atas artikel2nya, bermanfaat bnget. Langsung saja pak, saya punya motor Dc berkapasitas 700 kw, 1300 rpm, 750 v, arm 1000 A. pake dc drive, kasusnya di rotor terjadi gerakan axial (maju mundur), saya cek vibrasi body dan tapak motor bagus. Kelihatan bnget gerakan axialnya saat start awal dan naik speed, besar axial 1 -1.5 cm. Carbon brust udah d ganti.. Kondisi bearing de dan nde tidak kasar. Tolong saya minta dibantu solusinya. Trimakasih bnyak sebelumnya.
Jawab:1) mesin listrik motor/generator, tdk dipasang thrust(axial) bearing, karena selama operasi rotor dan stator terikat oleh magnetic center, memang selama start/menuju stop terjadi gerakan axial, kadang lumayan kelihatan. 2) penggerak gen/ mesinyg digerakan mtr tentu dipsng thrust. 3) kopling hrs bisa mencegah gerakan axial saling mempengaruhi/merusak. ini dasar analisa. semoga bisa membantu.