Sekilas , Minyak Pelumas & Grease

Posted on December 22, 2008
Filed Under Maintenance |

Jika kita mempunyai mesin (mobil, pompa, turbine , motor listrik dll) mengharuskan kita untuk mengenal pengetahuan soal “lubricating oil” atau “pelumasan”. Paling tidak kita diharuskan mengetahui apa itu pelumas ,fungsinya & sifatnya, caranya bagaimana, bagaimana memilihnya. Hal ini perlu agar kita dapat mendapartkan hasil guna yang sebesar2nya dari mesin tsb.  Secara awam pastilah kita tahu, bahwa akibat kekurangan pelumas bearing bisa macet bahkan hangus, mengapa?
Dua bagian mesin yang saling bergesek (misal roda thd poros) perlu pelumasan, tujuannya agar licin dan sekaligus mendinginkan panas yang timbul akibat dua benda yang saling bergesek tsb.
Elemen mesin yang membutuhkan pelumasan al :
Gears,Cylinders,Flexible couplings,Chains,Cams  dan mutlak untuk berbagai macam Bearings : Plain, rolling element, slides, guides, ways.
Pelumasan yang berada diantara dua benda bergesek tsb, membentuk lapisan pelumas tipis dan disebut “lubricating oil film” .

Bentuk2 sbb: Thick Hydrodynamic film, Elastohydrodynamic film, Hydrostatic film, Solid film
Thick Hydrodynamic Films :
tebal  +/- 25 micron
utk beban ringan dan area yang agak luas
pemakaian pada  ; journal & thrust bearings
Elastohydrodynamic (EHD) Films
“elasto” berarti deformasi elastis pada kedua permukaan harus terjadi sebelum lapisan film terbentuk. Tekanan diantara permukaan pelumas dan logam sangat tinggi, karena pelumas dipaksa masuk kedalam contact area. Lapisan film sangat tipis, 0.25 - 1.25 micron
Biasanya terjadi pada ball/roller bearing (kontak antara ball  ball & races) & meshing gears .
Solid Films
Juga disebut boundary lubrication
Dipakai jika pelumas  minyak atau grease tidak bisa dipakai karena masalah sealing, masalah lingkungan dsb.
Umumnya memakai pelumas padatan seperti PTFE, MoS2, plastic bearings, polyethylene dsb.
Contoh : fan kecil, mesin jam tangan/beker/dinding.
Komposisi pelumas. Secara prinsip :
lubricating oil  :  terdiri dari base oil + additive
Grease            :  terdiri dari base oil + thickener + additive 
INDUSTRIAL FLUID
Didalam dunia industri telah diproduksi type2 pelumas sbb :
Ø Lubricating Oils  : pelumas berbentuk cair
Ø Lubricating Greases : pelumas berbentu semi cair
Ø Synthetic lubricants  : pelumas buatan atau rekasa tehnology
Hasil dari proses pemurnian/refinery  virgin oil, minyak mentah atau crude oil sbb:
1.Light products  : gas, gasoline, kerosene, solvents, fuel oil, diesel fuel, chemicals, asphalts
2.Heavy products; Lubricating oil & waxes
Minyak mentah
Berasal dari : Sisa-sisa binatang & tumbuhan laut yang mengendap dan tertimbun oleh lapisan lumpur dan tanah di dasar laut jutaan tahun yang lalu.Akibat tekanan dan temperatur yang tinggi, mengalami transformasi kimiawi yang menghasilkan hidrokarbon, yang berupa gas, minyak mentah, batubara dll.Minyak mentah ini di proses destilasi menjadi berbagai grade produk; al base oil.
Additive definisi :
Senyawa kimia yang ditambahkan pada pelumas untuk mendapatkan sifat-sifat tertentu yang lebih baik. Pada awal sebelum 1920 pelumas belum dicampur additive.
Pertama dipakai pada 1920, sekarang semua jenis pelumas mempunyai setidaknya 1 jenis aditive. Aditive dapat mempunyai efek samping yang buruk jika:  Dosis berlebih, dan atau  berinteraksi dengan aditive lainnya
Catatan : oleh sebab itu (praktisi lapangan ) sangat tidak menganjurkan untuk mencapur merk atau type lubrican yang berbeda. 
Macam2 additive.
Pour Point Depressants
Menghambat pembentukan struktur kristal wax (lilin), yang bisa menghambat kemampuan alir pelumas pada temperatur rendah
Viscosity Index  (VI) Improvers
Meningkatkan viskositas relatif pada temperatur tinggi
Dapat berfungsi sebagai Pour Point Depressant atau dispersant
Digunakan pada engine oils, automatic transmission fluids, multipurpose tractor fluids, & hydraulics fluid, juga beberapa jenis gear lubricant
Defoamants
Membantu untuk menahan pembentukan  gelembung busa /foaming
Molekul defoamant melekat pada gelembung udara dan membuat titik lemah.
Oxidation Inhibitor
menghambat oxidasi akibat pelumas yang dipanaskan (dalam mesin) bereaksi dengan udara.
Oksidasi akan menaikkan viskositas dan tingkat konsentrasi asam organic (SOOT formation)
Corrosion Inhibitor
Dua jenis korosi :
korosi akibat asam organik, dan korosi akibat kontaminan
Penggunaan material alkali (basa) dapat membantu menetralkan asam, Rust Inhibitor Membentuk lapisan film untuk mencegah air mencapai permukaan logam
Detergents & Dispersants
Menghambat dan mengurangi pembentukan deposit akibat rusaknya pelumas pada motor bakar internal.
Pembentukan deposit dapat mengganggu sirkulasi pelumas, menyebabkan piston ring lengket dan aus, mempengaruhi clearances dan fungsi-fungsi dari critical components.
Anti-wear Additives :
Mengurangi friksi, keausan dan scuffing pada kondisi boundary lubrication.
Terdiri atas : Mild wear & friction reducing additives
Extreme Pressure (EP) Additives
Catatan: tidak semua produsen pelumas menambahkan semua additive tsb diatas kedalam semua type produknya. Penambahan additive disesuaikan dengan peruntuknya agar mencapai nilai ekonomisnya. Misal hydrolic oil berbeda dengan turbine oil, dstnya.
Grease
Grease atau gemok adalah produk atau dispersi padatan/solid atau semifluida dari thickening agent dalam pelumas cair. Bahan lain yang dapat mengubah sifat pelumas dengan menambah(aditive). (ASTM D288 “Standard Definitions of Terms Relating to Petroleum”)
Dimana gease dipakai
Dipakai jika pelumas harus bertahan diposisinya (tidak berpindah)
Dipakai dimana kesempatan untuk relubrikasi terbatas atau terlalu mahal.
Dipakai jika pelumas tidak perlu berfungsi sebagai pendingin atau untuk membersihkan sistem
Umumnya dipakai pada putaran mesin <5000 RPM
Mengapa grease dipakai
Menyediakan pelumasan.
Mencegah korosi
Berfungsi sebagai SEAL untuk mencegah masuknya kotoran dan air
Menahan kebocoran, dripping, atau terlempar dari permukaan yang dilumasi
Grease yang baik syaratnya
Mempunyai sifat fisik yang sesuai untuk aplikasinya
Kompatibel dengan seal dan material lainnya yang terkena langsung
Dapat mentoleransi sejumlah kecil kontaminasi seperti kelembaban, tanpa kehilangan fungsinya.
Dapat menahan perubahan struktur akibat waktu pemakaian yang lama.Komposisi grease :
terdiri dari komponen cair + thickener/pengental + additive
Komponen cair : umumnya mineral oils
Pengental : Metallic soaps : calcium soaps, sodium soaps, aluminum soaps, lithium & barium soaps
Additives & modifiers : memperbaiki sifat2 lub oil sesuai dengan yang diinginkan pada pemakaian tertentu.

Molybdenum Disulfide & modified Teflon (PTFE) dipakai untuk heavy loads Synthetic Lubricants
Synthetic Material : diproduksi dari kombinasi bahan menjadi bentuk baru.
Istilah “Synthetic” pada pelumas dipakai untuk menjelaskan fluida dasar (base fluids), yang dibuat dengan proses sintesa (chemically combining) senyawa-senyawa dengan berat molekul yang rendah dan mempunyai viscositas memadai
Synthetic based lubricants adalah rekayasa manusia, agar mendapatkan struktur molekul tertentu dengan sifat-sifat yang dapat diperkirakan
Kebaikan
Dapat menghasilkan sifat-sifat yang tidak mungkin ditemui pada mineral oils (total non-flammability, tidak dapat tercampur dengan air
Service range temperature lebar, dan satabil pada temeprature rendah ataupun tinggi.
Klasifikasi  lubrikasi sinthetic
- Synthesized hydrocarbon
- Organic esters
- Polyglycols
- Phosphate esters
- Dll
(catatan : secara teknik tidak dianjurkan menambahkan atau mencampur lub.oil atau grease yang berbeda merk atau type, karena lebih banyak efek jeleknya dibanding baiknya. 
(akan dilanjutkan mengenai spesifkasi lubrication oil & grease)

 

Comments

32 Responses to “Sekilas , Minyak Pelumas & Grease”

  1. Andri on January 5th, 2009 7:00 am

    assalamualaikum wr.wb. salam kenal pak…., saya Andri…,anak teknik mesin konsentrasi perawatan & Perbaikan.. mau minta ulasan atw data tentang pompa sentrifugal pak…, bisa ga pak.., cz buat bahan Tugas akhir saya.., Oiya pak mau tanya…,
    1. Akibat yang ditimbulkan pada pompa sentrifugal akibat kerusakan bearing apa ya pak..?? cz kayanya saya mau ngangkat masalah itu.., sama minta buku referensinya ya.. pak kalo Terima kasih….,,
    Jawab:kerusakan bearing,jika dibiarkan makin parah berakibat merusakan : mekanical seal, impeller, poros,kopling,bearing mesin penggerak/motor. yang jelas kerusakan yg lebih fatal akan terjadi. dengan sistim pemeliharaan prediktive, tanda2 kerusakan bearing dapat diketahui lebih awal, sehingga tindakan perbaikan dapat segra direncanakan utk dilakukan.

  2. andika on January 8th, 2009 5:20 pm

    pak saya mau nanya untuk regreasing motor apakah faktor daya motor juga berpengaruh???misal antara 250kw,150kw atau 75 kw untuk frekuensi regresing.
    Jawab:
    Bisa di baca di “Regeasing Elec.motor”,di kolom tabel EPRI: interval regreasing ditentukan oleh al Rpm, HP, cara direct coupling, amb.temp, operasi cycle.

  3. susanto on March 16th, 2009 6:21 am

    Apa kabar Pak Soemarno. salam kenal pak, saya susanto anak jurusan Teknik Penerbangan di jogjakarta. saya sekarang sedang mendalami tentang mesin piston pesawat cessna 402-B khususnya tentang sistem lubrikasi. untuk sistem lubrikasi mesin kira-kira sama dengan pelumasan mesin mobil pada umumnya. yang saya ingin tanyakan akibat dari permasalahan yang bisa timbul didalam sistem pelumasan itu sendiri, serta cara mengatasinya. adapun permasalahanya seperti :
    1. tekanan oli rendah
    2. tekanan oli tinggi
    3. temperatur oli tinggi
    4. temperatur oli rendah.
    sekian pertanyaanya. untuk jawabanya terima kasih.

  4. soemarno on March 17th, 2009 12:10 am

    M.Susanto.Tekanan rendah mengakibatkan tekanan hydrodynamic utk menyangga beban kurang mencukupi, juga mungkin oil tdk mencapai tempat yg terjauh. Tekanan terlalu tinggi mungkin bisa menyebabkan pecah seal atau keluar dari area pelumasan.
    Temp tinggi, visvositas oil menjadi lebih encer,shg mengurangi tebal oilfilm disela yg dilumasi, timbul gesekan dan bertambah panas,aus. Temp sangat rendah(musim salju)visc.oil menjadi lebih kental,oilfilm mjdi>tebal.menjadi hambatan dua benda yang dilumasi,timbul berat berputar/ panas. oilyangbaik,tdk encer krna panas tidak kental/beku karena dingin.pabrik membuatoil double.visc misal ;20W/40. Yang paling penting ialah memilih spec/grade pelumas sesuai dgn peruntukanya.utk motorbakar,s teamturbine,gasturbine,gearbox,pompa dsb masing berbeda.buku manual akan membantu memilih oil yang cocok. juga hindari mencampur grade/merk berbeda.

  5. Ibnu Andhika on April 3rd, 2009 6:10 am

    Terima kasih untuk sharing & tulisan bapak, sangat bermanfaat

  6. hadi on April 24th, 2009 5:04 pm

    assalammuallaikum, salam kenal, saya hadi,mahasiswa aeronatika jogja. saya ingin menghetahui detail dari sistem pelumasan engine PW 120, untuk melengkapi tugas akhir saya pak, atas bantuannya saya ucapkan terima kasih.
    jAWAB: Sdr Hadi. maaf saya tidak dpt menjawab. jika kita ingin memplajari pelumasan mesin ini, sebaiknya, kita baca dulu manualnya, dari sini kita akan tahu mebih mendetail. yg secara umum saya bisa jawab, ya dasar/prinsip pelumasan. jika kita sudah masuk ke spesifik mesin hrs ada referensi manual.

  7. Mukti Widodo on April 28th, 2009 7:32 am

    Terima kasih tulisannya Pak, sangat bermanfaat.
    Saya ingin bertanya tentang minyak pelumas (Oli). Jika kita membeli oli untuk kendaraan bermotor di pasaran, ada beberapa kode API Service : SF, SG, SJ dan lain-lain. Apa artinya kode itu ? Bagaimana cara memilih kode tersebut agar cocok dengan kendaraan kita ?
    Terima kasih atas penjelasannya

  8. soemarno on May 1st, 2009 6:06 am

    PMukti. itu kode API spec berdasar tahun diberlakukan. ada sedilikt tulisan di web. ini

  9. reza on June 4th, 2009 4:56 am

    Terima kasih tulisannya Pak,cukup membantu. saya mau nanya…di setiap minyak pelumas mempunyai viskositas,dimana di indonesia byk yg menggunakan SAE….SAE tersebut mempunyai standar gak dalam (SI)

  10. soemarno on June 5th, 2009 7:24 am

    P Reza. SAE sudah dipakai sbg standard orang diseluruh dunia terutama utk otomotive lub.oil. ISOVG utk industrial oil. memang setiap negara punya standrd dan biasanya ditulis disetiap produk di negeri tsb. tapi memang hampir semua lebih tahu SAE & ISOVG.

  11. kaleb on June 15th, 2009 10:02 am

    pak …. say mahasiswa …. mw bertanya … tentang pergeseran mesin yang di pengaruhi oleh pelumasan…….terutama dalam hal ini mesin pesawat ….. makasi sebelumnya .. mohon di jawab ke email saya
    Jawab:
    maaf saya tidak mengerti pertanyaanya, & yg bergeser itu apanya mesin. pelumasan pd poros, jika mesin bekerja-poros akanterangkat sedikit akibat oil film.

  12. A.L. Hakim on July 31st, 2009 4:20 pm

    Assalaualaikum Pak, Saya kerja dibagian pemasaran pelumas. Saya punya masalah pada costumer gear box panas melewati 80 C.oli yang dipakai kekentalan 220 dg EP untuk aplikasi gear box pada mesin pembuatan genteng. mohon solusinya dari Bapak, trims

  13. soemarno on August 3rd, 2009 3:06 am

    PHakim. Wasalam.ww.sebab panas al karena terlalu kental atau terlalu encer. Sistem pelumasannya pakai dipompakan(force)atau natural?.kalau pakai force pakai viscositas encer,kalau natural pakai agak kental. please tambahan info.

  14. kuswanto on August 5th, 2009 4:14 pm

    pak salam kenal saya kuliah di jur.teknik penerbangan dan sekarang saya dalam proses menyelesaikan skripsi dengan judul analisa pengaruh viscositas oli MIL-L-23699 terhadap gaya gesek dan saya disini mengalami kekurangan data dan refrensi tentang rumus tentang perhitungan friction pada bearing turbine dan data spesifikasi oil MIL-L-23699 serta bearing turbine PT6A-62. Terimakasih,

  15. soemarno on August 7th, 2009 8:41 am

    MKuswanto.
    MIL-L23699,lubricating oil,base sinthetic utk gas turbine engine aircraft. bisa di cari di internet. PT6A-62,turbine,produksi Pratt&Withney canada. bearingnya:roller&ball.sayabelum dptkan carahitung mungkin cari di spec.oil diinternet. viscositas berubah karena panas,mempngrhi gesekan/friction. jenis sinthetic,visclebih stabil dr pengaruh panas

  16. m.ridwan on August 8th, 2009 11:04 am

    ass…pak!! salam kenal dari saya muhammad ridwan saya kuliah di universitas GUNADARMA jakarta jur.teknik mesin dan sekarang saya dalam proses menyelesaikan skripsi dengan judul hydraulically activated pipeline pigging dan saya disini mengalami kekurangan data yaitu dalam mencari nilai ketebalan minyak pelumas, karena dalam grafik menghitung kecepatan PIG saya harus mencari nilai ketebalan minyak pelumas tersebut, saya mohon bantuan bapak untuk memberikan nilai minyak pelumas tersebut. terima kasih.wassalam
    Jawab:
    ketebalan pelumas itu tergantung dari spec/viscositas yg dipilih, jadi harus tentukan dulu pelumas yg mana, barus kita coba cari detail specifikasi. mungkin juga jika ada pembaca yg bekerja sbg lub.engineer please bantu.

  17. Suharto on August 24th, 2009 1:40 pm

    assalamualaikum slm knal pak, saya mau nanya mengenai putaran motor bagaimana menghitung putaran jika diameter roda gigi input lebih kecil dari output apa akibatnya apakah putarannya naik atau rendah?contoh jika dia input = 120mm, dan dia ouput: 670 mm.
    jawab:
    putaran motor tidak perlu dihitung (tergantung jumlah kutub dan frequensi listriknya) sedang putaran roda gigi berbanding terbaik diameter atau jumlah gigi.

  18. Putra on December 21st, 2009 11:57 pm

    pak bedanya MFO dan IDO tuh apa ya?kapan dipakai IDO, kapan di pakai MFO?? Terima kasih
    Jawab:
    3 type fuel/solar:Automotive Diesel Oil(ADO),Industrial Diesel Oil(IDO), &Marine Fuel Oil(MFO), nama sudah tahu guna/beda.

  19. Dadang sutarman on December 23rd, 2009 3:16 am

    pa saya punya mesin bending type JINLI 32 BUZ 50042WC67.sekarang mesin tersebut pada silindernya bocor,tapi tetap di pakai,kira2 kalaw tidak cepat di perbaiki kerusakan apa yang akan terjadi?selain itu saluran pipa yang masuk ke silinder tersebut mudah bocor,apakah pengaruh dari silinder tersebut?mohon bantuannya pak?
    Jawab:
    apakah silinder hydroulic? kebocoran mengakibatkan tenaga menjadi lemah,oli terbuang,rugi tenaga penggerak(listrik). pipa bocor mungkin sudah menipis. sebaiknya diperbaiki, pipa diganti yg lebih sesuai.

  20. Dadang Sutarman on December 30th, 2009 8:19 am

    ya hidraulic.sekarang saya lagi nyari seal cylinder tsbt tp blum dapat,kira2 bapak punya teman ga yg punya mesin bending typenya sama dan saya lagi nyari buku mesin tsbt.
    Jawab:
    cara praktis, bongkar ,ambil sealnya, bawa ke vendor pembuat seal, dijiplak bentuk dan material. saat ini banyak pembuat seal dengan mesin yg computrize. misal:PT Aneka Sealindo,jl Demak Madya 13 Sby,0315454739. atau dicopot hydrulik cyl, bawa ke worshop hydraulic.

  21. edi sudrajat on January 4th, 2010 2:23 pm

    assalamualaikum,pa saya mahasiswa D3 teknik mesin bidang perawatan dan perbaikan Politeknik Negeri Bandung semester 5 dan sekarang saya lagi mencari judul tugas akhir mengenai pelumasan dan yang berkaitan dengan bidang perawatan mesin…sekiranya bapak punya ide untuk melengkapi judul tugas akhir saya tolong mengirimkan ke alamat email saya dan bisa menghubungi saya di no 08522495618…makasih sebelumnya pak….dan saya sangat mengharapkan balasannya.
    Jawab:
    proaktive maintenance pd lubrikasi mesin2 ( intinya system ini sangat banyak membri keuntungan)

  22. Dadang Sutarman on January 6th, 2010 2:02 am

    Pa CALTEX RANDO HD 68 sama tidak dengan TURALIX 32 dari PERTAMINA,klw tidak cocok nya dengan type apa?
    Jawab:
    Dapat dilbaca comparasilub oil di web ini. oli antiwear&hidroulik caltexRandoHD68 eqv dgn Turalik68 dan RandoHD32 eqv Turalik32. Biasanya fabrikan memberi nama/angka itu ada artinya (misal sbg angka 32=>viscositas32, turalik= turbin,hydrolik)

  23. Dadang Sutarman on January 18th, 2010 8:17 am

    Pa makasih banyak atas jawabannya?Pa klw grease buat WORM GEARBOX,TORSION BAR BEARING dan BACKGAUGE GUIDE BAR,BACKGAUGE LEADSCREW Bagusnya pake merk apa ya?
    Jawab:
    Merk itu relative, selama mencamtumkan test method dan spec menurut standard Nasional/ International semua OK, yg harus dilih adalah spec/ viscositas/ kekentalan yg cocok dgn kondisi pemakaian. al:putaran, ruang tempat bagian mesin, dll.

  24. benny limanto on January 28th, 2010 2:03 pm

    salam kenal pak, saya ingin memulai usaha membuat minyak gemuk/grease…apa bapak ada formulanya ? kalau ada tolong di bantu ya pak…. untuk itu sebelumnya saya mengucapkan banyak terima kasih.
    Jawab:
    maaf, mungkin saya tidak bisa/tahu membantu bidang apa,karena lub oil/grease itu harus memenuhi standard nasional/international, sehingga harus punya alat2 test/laboratoriom lengkap.

  25. Ilham Subekti on January 29th, 2010 3:11 am

    Salam kenal Saya salah satu maintenance crew di pertambangan batu bara Kutai Timur.Artikelnya mantap…pengetahuan tentang pelumasan dan jenisnya jadi bertambah,terima kasih pak atas sharingnya…
    Jawab: terima kasih, kembali. Maaf sudaf agak lama belum tambah. karena kesibukan kerja.

  26. wasito on April 7th, 2010 9:30 am

    Assalamu’alaikum wr.wb.
    Perkenalkan saya wasito bagian teknik diperkebunan sawit di sumut,saya sangat tertarik dengan artikel Bapak sehingga menambah ilmu dan wawasan khususnya pelumas & grease. Ingin saya tanyakan mobil perusahaan kami jenis Mitsubishi CD, PS 190 dan PS 220 kami menggunakan pelumas Mediteran super sae 40 dengan frekwensi pergantian 2.500 KM atau 20 hari kerja sementara rekomendari pabrik 5000 KM atau 3 bulan, apakah terlalu cepat kami ganti oli atau sesuai rekomendasi , apa yang kami perbuat biar biaya & pemakaian pelumas efesien dan efektif , mohon saran dan bimbingan
    Jawab: saya tidak tahu kondisi mobil, tapi 5000kw itu wajar,bahkan kami pernah coba lebih dari 5000Km. coba buat pengamatan oli bekas yg diganti setelah 2500Kw tempatkan botol bening, dan coba mobil dgn 5000km dan oli bekasnya tampung, seberapa kotor bandingkan. kalau bisa di kirim ke lab di test (watercontent, metal kontent, soot konten). oli meditran (mesin disel kendaraan) masih bisa minimal 5000km. (asal jangan kliru beli yg palsu)

  27. juliadi on May 6th, 2010 2:25 am

    sy jul, tanya pak, u menentukan kekentalan pelumas gearbox conveyor apa saja, apakah KW elmot berpengaruh
    jawab: viscositas/kekentalan oil utk gearbox/mesin ditentukan oleh system pelumasan al: 1) pelumasan force, yaitu oil dipompakan/dipancarkan, ini menggunakan visc yang agak cair: shell turbo oil 32, DTE light, energol thb 32 2) pelumasan natural, sebagian gear kecelup dan gear membawa keatas/muter oli utk pelumas. ini aga kental misal omala 68, blasia68. tapi putaran juga menjadi pertimbangan. Kw elmot tidak menjadi pertimbangan.

  28. Ferdi SSK on June 17th, 2010 6:33 am

    Pak Soemarno, nama sy ferdi, sy bkerja sbg purchasing di sebuah perusahaan kimia di sukoharjo-Jateng. sy ingin menanyakan masalah pemilihan grease bearing yg tepat. Untuk mencari toko penjual grease di kota solo memang banyak tapi yg jd masalah mereka tdk bs mnjelaskan &memilihkan grease yg tepat utk sy(alias asal jual saja). grease yg sy pakai dibutuhkan untuk bearing2 pd mesin yg bekerja pd suhu tinggi(> 100-200′C) dgn brbagai mcm rpm(s/d 1500 rpm). Tetapi kadang ada jg yg dipakai untuk alat2 umum di pabrik, spt bearing pd as rol conveyor, dsb. dulu grease yg sy pakai merknya Beltran, warnanya biru, tp pd ember/pail Beltran tsb tdk ada ktrngn kemampuannya. Merk yg dijual di Solo brmcm2 : FAG, SKF, Kyodoyoshi, Rotary, Timken, dsb. Mohon petunjuknya spy sy dpt memilih grease yg tepat. Terima kasih.
    Jawab: ukur dulu temp.dilokasi bearing (tdkdi mesin prosesnya) pastinya berapa. baca dulu manual mesin =grease apa yg direkomendasikan. setiap grease yg bermerk pasti ada keterangan berapa 0C bisa dipakai. kalau tdk ada manual, tanya ke pembuat bearing atau pembuat grease (enternet/email). pls coba.

  29. prihapen on June 28th, 2010 8:40 am

    Assalamu’alaikum Pak Marno Kami ada masalah tentang Bearing motor (type 6034) untuk penggerak kompressor dengan spec KV6.3, 3phase, 1000HP. NDE (backward bearing tanpa pendingin tambahan) terlalu panas mencapai 90degC sementara DE (front bearing) hanya sekitar 45 degC. Kami sudah lakukan pemeriksaan allignment dan penggantian grease sesuai rekomendasi vendor (semua ok), tetapi temperatur tetap tinggi. Kira-kira penyebabnya apa ya pak. Setelah kami ganti bearing dengan type 6034 C3, dengan beban yang sama ternyata temperatur turun setengahnya (untuk NDE), apakah penyebabnya kesalahan pemakaian bearing atau lainnya. Mohon penjelasan. Matur suwon Pri
    Jawab: solusi yg diambil berati sdh betul. artinya NDE memerlukan bearing C3 yaitu yg “Radial internal clearance greater than Normal”.
    CN Normal radial clearance;
    C2 Radial internal clearance smaller than Normal
    C3 Radial internal clearance greater than Normal
    C4 Radial internal clearance greater than C3
    C5 Radial internal clearance greater than C4

  30. Puji k on July 29th, 2010 4:41 pm

    Assalamualaikum,Salam kenal Pak.Saya Puji mahasiswa undip yang sedang kerja praktek.Mohon penjelasan pak,mengapa ball bearing direkomendasikan menggunakan oli pelumas SAE 40 atau visco 100?Bagaimana jika kta gunakan oli pelumas SAE 90 atau visco 220.Bearing ini digunakan pada pompa.Trima kasih sebelumnya dan terima kasih untuk tulisan Bapak yang bermanfaat bagi Kami.Wassalam.
    Jawab:angka 40 & 90 itu berbeda oil film (tebal lapisan beda jika ditumpahkan ke bidang datar) krn kekentalan beda. sedang clearence/celah antara ball dgn race itu terbatas, shg jika kekentalan malah panas.

  31. Puji k on August 2nd, 2010 11:08 am

    Trimakasih pak jawabannya,Saya mulai memahaminya.Apakah ada pengaruhnya dengan temperatur,maksud saya tebal film tadi.Mungkinkah ketebalan film SAE 90 berubah pada temperatur tertentu?Jadi menurut Bapak memanfaatkan oli bekas dengan viscositas 220 digunakan pada pompa yang rekomendasinya menggunakan SAE 40 (viscositas 100)bisa tidak?trimakasih Pak.
    jawab: syarat oil, tidak menjadi terlalu encer jika panas dan tidak kental jika dingin, rekomendasi itu sudah dihitung. jangan pakai minyak bekas, akan segra menghancurkan bearing anda.

  32. budi hendarto on August 14th, 2010 11:20 pm

    Assalamualaikum,Salam kena pak, saya Budi dari Palembang.
    Pak, saya mohon masukannya, bagaimana caranya kita dapat memperpanjang masa pakai pelumas? sehingga kita bisa optimal. saya berkhayal ada suatu alat untuk seperti transfusi darah, lengkap dengan filter, dan kita hanya inject additive nya sehingga kita bisa tidak perlu mengganti pelumas… oya pak, saya bertugas merawat gas engine, dimana gas fuel tersebut dari assosiate gas. Pak, mohon masukan dan pencerahannya mengenai khayalan saya tadi.:)) … terimakasih pak. wassalam..
    Jawab: ukt pelumas mesin cobustion (motor bakar bensin, diesel, gas engine). waktu pemakaian sangat terbatas, hanya filter yg sedikit perpanjang.sebab: selama combustion ada bocoran ke-carter. beda dgn pelumasan pada mesin rotary besar : steam turbine, compresor.dll dari reservoir oil dipompakan ke bearing2 setelah melalui filter. dgn pemeriksaan rutine, proses centrifuge dll, oli dapat dipakai 10 th /lebih.

Leave a Reply




  • Soemarno Adibroto
    Lahir di Blora 20 September 1947

    Dulu pada th 1972 ketika saya mulai bekerja pada umur muda 24 th di bagian maintenance sebagai supervisor, sulit bagi saya untuk melakukan pekerjaan dengan baik. karena sangat langka bahkan tidak ada buku atau referensi. Sehingga kadang kita tidak tahu berbuat apa yang seharusnya. Maka mulailah mencari sendiri2 pengalaman2 baru berdasar logika dan naluri untuk memperbaiki kebiasaan2 lama. Sejalan dengan waktu maka berkembanglah system atau, Tatacara Maintenance (Maintenance Mangement). Mengingat kesulitan saat itu menjadi pemula bekerja sebagai orang maintenance, maka saya ingin menuliskan apa yang bisa saya tulis terutama untuk para pemula, bagi yang ingin menulis juga sangat di harapkan bergabung, bagi yang ingin diskusi/tanya-jawab yang monggo.
    Semoga bermanfaat.