Metoda Dial Indikator

Posted on February 5, 2009
Filed Under Alignment |

Salah satu cara alignment sepasang mesin, dgn cara mengunakan “dial indicator”. dan dgn cara apapun, keahlihan tetap diperlukan untuk mendapatkan hasil yang akurat. Maka pemahaman,latihan dan ketrampilan

sangat diperlukan.
Metoda indicator ada 2 cara al:
I.  Rim & face dial indicator : kedua poros diputar bersamaan
II. Reverse dial indicator     : cukup memutar salah satu poros.
(Dengan Cara kalkulasi : matematis atau grafis)

Posisi dial
               Reverse                             Rim & face
Metode dial indicator adalah metode yang paling banyak di lakukan, karena ketelitian cukup dapat dipertanggung-jawabkan, terutama jika dilakukan dengan professional. Dan harga alat relative murah.
# cara lain : 
penggaris/mistar, lehih murah, mudah tapi sangat kasar.
optical, laser, lebih akurat, mudak tapi peralatan mahal, sehingga untuk pabrik dengan banyak mesin menjadi sangat ekonomis.
Keuntungan metode Dial:
1. Metode ini cukup akurat.
2. Cukup efisien untuk poros berdiameter besar maupun kecil
3. Dengan menggambar atau mudah melihat posisi kedua poros
4. Dapat dilakukan untuk kedua poros yang dapat diputar ataupun hanya satu
5. Alat cukup murah dibanding alat lacer atau alat lain,
6. Mudah di gambar, dibuat perhitungan2, sehingga pekerjaan dapat diselesaikan lebih cepat .
7. Cukup sesuai untuk mesin2 besar, putaran tinggi,
Kerugian2 :
1. Mengerjakanya harus sangat teliti / hati2, pemasangan dial harus kokoh, sehingga dapat dihindari salah baca / salah penunjukan.
2. Toleransi, run-out, sag harus diketahui atau di chek dulu.
3. Jika permukaan kopling tidak rata atau run-out nya besar, maka  penunjukan dial indicator menjadi tidak sebenarnya, sehingga selanjutnya  perhitungan2 menjadi salah.
4. Aksial clearence sangat mempengaruhi kesalahan.
Membaca dial merupakan hal yang paling dasar yang harus dipahami dan dimengerti oleh pelaksana, hasil bacaan salah akan mengakibatkan hasil salah & fatal.
Kesalahan seperti dibahas dihalaman depan banyak sebab mengapa penunjukan bisa salah.
Kesalahn utama di golongakan sbb :
· Pemasangan dial tidak kokoh : kendor, ada sag, tidak sejajar, posisi tidak tepat
· Kesahan pada alat  ada histiris, tidak lancar naik-turun plunjer
· Pemahaman membaca dial salah, terbalik-balik, pemahaman skala salah sehingga hasil perhitungan atau penggambaran salah.

Metode Rim & Face
Pasanglah pemegang dial pada mesin yang mudah diputar dan dial-indicator jarum menunjuk pada face (muka) dan rim (lingkar kopling) pada mesin yang diam. Semua langkah prealignment ABC ( run-out, soft-foot, sag, safety,)  tsb. diatas sudah dilakukan.
Persiapan.
Untuk perhitungan cara matematis maupun grafis, harus diambil ukuran :
· Jarak antara kopling diambil dari titik jarum menunjuk = c
· Jarak kaki mesin2, atau jarak baut kaki. = a, b, d, e
· Diameter lingkaran kopling yang dilalui jarum dial
· Siapkan alat tulis atau kertas-millimeter
· Lakukan langkah  persiapan seperti tsb. diatas : check soft foot, run out, sag, pipe strain, dll.
· Periksalah semua peralatan yang diperlukan dalam kondisi baik.
· Pasanglah pemegang / bracket pada mesin yang mudah diputar, cukup kokoh tidak goyang atau kendor, agar tidak terjadi salah baca atau salah tunjuk.
· Pemasangan seperti gambar, bracket pada salah satu poros mesin dan dial ke muka dan lingkaran kopling mesin lain.
· Reset pada angka 0 dial-indicator ke posisi jam 12
· Jika memungkinkan putar kedua kopling bersamaan, untuk mendapatkan hasil yang lebih akurat.
· Putarlah poros dan bracket dengan pelan ke posisi jam 3, 6 & 9 . catat pengukuran ini bisa (positif atau negatif)
· Kembali ke posisi jam 12 (seharusnya dial akan menunjuk  ke 0 lagi), jika tidak kembali 0 berarti ada kesalahan tertentu.
· Untuk mendapatkan hasil yang lebih teliti, pengukuran harus dilakukan 2 s/d 4 kali, kemudian di rata2.
· Untuk koreksi posisi. Pilihlah mesin yang mudah digeser, dan yang paling sedikit ekses teknis, misal : tidak menimbulkan pipe strain.
Perhitungan cara ini ada dua macam, yaitu matematis dan grafis dan akan dibahas pada bab2 berikut.

Keuntungan cara Rim & Face
1. Cukup satu poros’shaft yang perlu di putar, sehingga sangat baik untuk me-align pasangan mesin dimana salah satunya sulit diputar ataupun mesin yang tidak memiliki thrust bearing.
2. Baik untuk alignment motor listrik tidak memiliki bearing aksial, tidak perlu diputar, karena jika diputar dapat menimbulkan kesalahan penunjukan dial-indicator.
3. Cukup cocok untuk kopling dengan diameter besar, karena ada ruang untuk penempatan dial-indicator
4. Dengan mudah bisa melihat/menggambarkan posisi poros.

Kerugian
1. Sulit mendapatkan data yang akurat pada muka kopling jika rotor mempunyai thrust bearing yang hydrodinamis, karena permindahan aksial.
2. Sulit juga untuk motor listrik yang tidak mempunyai thrust bearing, karena jika di putar akan lari kearah aksial atau maju-mundur.
3. Biasanya memerlukan melepas spool kopling.
4. Agak sulit digambar untuk kalkulasi perpindahan.
Memasang dial ganda.

Dial ganda

Dengan memasang dua pasang seperti gambar diatas adalah cara yang sangat cerdik untuk menghemat waktu. Dengan sekali putar menghasilkan dua penunjukan kemudian di rata2, sehingga menghasilkan angka yang lebih teliti, tetapi harus lebih hati2 dalam mencatat dan kalkulasi agar tidak terjadi
A. Formula Matematis Rim & Face
Untuk melakukan alignment dapat dikalkulasi secara matematis. Putarlah kedua mesin jika memungkinkan tapi jika tidak mungkin sebaiknya pasanglah dial pada mesin yang mudah diputar, jarum pada mesin yang akan direposisi

Perhitungan

F =  Pengukuran diambil pada permukaan kopling di jam 6.
H =  Diameter kopling , pengukuran  diambil pada permukaan kopling .Y = setengah nilai dari pembacaan dial, dimana bracket dipasang pada shaft driver, dan pengukuran diambil dari shaft driven unit
Rumus diatas hanya pilih salah satu ,yaitu mesin yang mudah direposisi : apakah motor atau pompa.
Rim face dial
 Contoh perhitungan matematis

Vertical F = (+2 - 0)     = +2   (bawah - atas)
  Y = (-13 - 0)/2 = - 6 1/2

A = 240 mm jarak dari titik pengukuran dial indicator di hub kopling pompa kekaki motor OBdr (outboard)
B = 130 mm jarak dari titik pengukuran dial indicator di hub kopling pompa kekaki motor IBdr (inboard)
C = 30 mm jarak dari hub ke hub kopling (diukur dari titk ke titik dial)
D = 130 mm jarak dari titik pengukuran dial indicator di hub kopling motor kekaki pompa IBdr (inboard)
E = 240 mm jarak dari titik pengukuran dial indicator di hub kopling motor kekaki pompa OBdr (outboard)
H = 50 mm diameter hub kopling ( diukur lintasan dial indicator)

Dengan rumus diatas kita masukan harga2 tsb. kita cukup memilih salah satu mesin yangakan di reposisi, terutama dipilih yang mudah dan tidak ada hambatan pipe strain, atau hambatan lainnya.
Petunjuk.
· Pemasangan dial indicator harus cukup kokoh, tidak goyang atau tidak berubah saat di kopling diputar.
· Pengukuran2 harus diukur secara sangat teliti.
· Pengukuran dengan dial indictor perlu dilakukan beberapa kali, kemudian harga di-rata2
Contoh matematis
horizontal
Horizontal

Catatan : pilihlah salah satu mesin saja yang akan di reposisi 

Vertical

Vertical
Dari hasil tsb. dalam table maka kita melakukan  reposisi :

Vertical
Kanan kiri
Horizontal
Dari hasil tsb. dalam table maka kita melakukan  reposisi :
Vertical
Selanjutnya jika kita ingin melakukan vertical  reposisi motor sbb:
IBdr (inboard driver =kaki dalam motor) menambah shim = 11,7 mm
OBdr (outboard driver =kaki luar motor) menambah shim = 16,1mm
Jika yang direposisi vertical pompa :
IBdn (inboard driven=kaki dalam pompa) mengurangi shim = 2,5 mm
OBdn (outboard driven =kaki luar pompa) menambah shim = 1,9 mm
Untuk Horizontal reposisi motor :
IBdr (inboard driver =kaki dalam motor) menggeser kekiri = 0,5 mm
OBdr (outboard driver =kaki luar motor) menggeser kekiri = 0,5mm
Horizontal reposisi pompa :
IBdn (inboard driven/ pompa) menggeser kekanan = 0,5mm
OBdn (outboard driven/ pompa) menggeser kekanan = 0,5 mm
Catatan:
cara tsb diatas relative cocok untuk mealignment:
1.dua mesin yang salah satunya sulit/tidak dapat diputar porosnya.
2.dua mesin yang salah satunya tidak dipasang thrust bearing sehingga jika diputar porosnya bergerak banyak kearah axial (mengacaukan pembacaan dial)
3. Perlu tahu anatomi mesin, terutama susunan bearing, koneksi mesin, jenis kopling, clearence beraing&kopling, center-point motor dll.
 (bersambung dgn cara lain)

Comments

17 Responses to “Metoda Dial Indikator”

  1. rustamaji on February 26th, 2009 2:38 pm

    makasih blognya pak sangat berguna sekali tuk menambah wawasan saya, meskipun saya sering melakukanya re aligment mesin2 turbin, cuman kalo yang aligment vertikal itu gimana pak? trus kalo yg di rubah bearingnya yang ada sepatunya 45 derajat seperti pada steam turbin , re aligmentnya gimana pak? makasih tangapanya pak muga bisa sharing2.thx boss

  2. soemarno on February 26th, 2009 11:46 pm

    PRustamaji. apakah ini bearing,yg ada sepatu4posisi atas/bawah kiri/kanan.jenis ini dengan memindahkan atas kebawah,jika kurang tinggi dst. tapi ada pengechekan lain yg perlu. nanti saya tulis yg lebih detail.

  3. Iip Primansyah on April 28th, 2009 4:29 am

    Bagaimana cara mengadjusment Sleeve Tsugami NC Lathe BM-16 type,agar menghasilkan roundness yang bagus (below 2 um)

  4. soemarno on May 1st, 2009 6:08 am

    Mas Iip. Maaf saya belum bisa menjawab. mungkin harus membaca dengan cermat manual mesin tsb.

  5. dusti andino on August 31st, 2009 2:00 am

    kalau ingin mendapatkan dial indikator ini dimana bisa saya dapatkan
    Jawab: di toko teknik pasti ada. di kota besar mis:surabaya jl raden saleh ada beberapa toko2 teknik

  6. Yhan on November 20th, 2009 8:48 am

    Makasi atas blokx…
    wah,kbtulan nich lg addah tgas buat persentasi ttg alat ukur ini…
    makasih ya pak…

  7. datyo on February 4th, 2010 5:55 am

    terima kasih infonya pak, sangat membantu karena saya ada problem kopling pompa di tempat saya nggak beres. berhubung back ground saya arsitek, maka informasi ini sangat berguna sekali.
    jawab: apakah sudah punya buku alignment dari web ini?

  8. Beben on April 19th, 2010 12:49 am

    Yth P’Soemarno saya ingin beli buku praktis Alignment, mohon khabar karena saya perlu sekali, alamat email saya : ebensgr@yahoo.com, brp harga bukunya sekarang, terima-kasih banyak
    Jawab: sudah saya kirim apakhah sdh sampai?

  9. roel on May 11th, 2010 2:31 am

    Yth Pak Soemarno, kalau untuk perawatan atau perbaikan pompa membran bagaimana pak ? terima kasih.
    Jawab: jika liquidnya kotor/kimia yg mudah mengeras, hrs rajin2 bersihkan in/out valve nya, dicharge saluran & valve jangan buntu agar membrane tdkpecah.

  10. Jimmi Samanta on May 14th, 2010 9:20 am

    Salam kenal pak Soemarno, saya baru pertama kali baca website ini dimana sharing dan ilmu yang bapak bagikan sangat penting sekali pada dunia industri seperti di tempat saya bekerja pak,untuk itu saya mau beli buku bapak mengenai Alignment dan name plate motor,apa masih bisa dikirim pak? berapa biaya yg harus saya transfer pak? Terimakasih Jimmi S
    Jawab: file sdh terkirim, semoga bermanfaat. pls beri kabar jika sdh diterima. kadang bisa tdk nyampai. Terima kasih.

  11. Bart Sitoraja on May 18th, 2010 5:50 pm

    Ass, salam kenal. Saya tertarik dengan buku bapak mengenai nameplate dan aligment, hanya mengenai aligment kok ga ada daftar isinya? Skalian pak, mw tanya mengenai pengukuran tahanan elektromotor. Untuk elektromotor yang agak besar (75KW), tahanan koilnya kecil sekali dan kalau diukur dengan multimeter dengan skala x1 ohm terbaca 0; kalo menggunakan avometer digital angkanya malah berubah-ubah. Apa ada alat khusus? Trus untuk mengukur vibrasi bearing pake alat apa?
    Jawab: apa anda mau bukunya? mengukur R dgn megger tentu tidkterbaca karena R kecil. mengukur dgn AVO, kalau koneksinya sempurna pasti tidak berubah2. alat pengukur vibarsi -> vibrasimeter.

  12. Bart Sitoraja on May 23rd, 2010 9:14 am

    sudah kirim 100rb ke rek bank mandiri tgl 23 mei 2010, mohon dikirimkan buku aligment dan nameplate elektromotor.
    Skalian tanya. Motor 3 phasa; 1.5KW; 220/380V; rpm 1400; 6.4/3.7A mau dijalankan dengan 1 phasa 220V.
    1. Berapa ukuran kapasitor yang dibutuhkan (MFD/Volt)?
    2. Berapa daya, amper, rpm setelah perubahan (kira2)
    3. Apakah start kapasitor dapat digunakan sebagai run kapasitor. Trimakasih.
    Jawab: sdh dikirm, jika nyampai kabari.trima ksih. saya belum pernah coba, tapi mtr 3 phs di jadikn 1 phs,winding stator 3 phasa ,balance terhadap posisi rotor. kalau diambil 1 phs jadi nggak balance ke rotornya. bisavibrasi besar. 3 phasa 4 wire maka daya 1 fasanya jadi 1/3-nya. Dan kalau 3 phase 3 Wire maka 1/V3-nya. alternative lain hrs mengubah urutan sambungan winding,(jika terminalnya bisa diurai), mungkin bisa datang ke bengkel rewinding.

  13. Amrina on June 13th, 2010 1:47 pm

    Siiippp, makasih pak ilmunya, moga makin banyak aja share kayak guini,,,,

  14. daniel on August 4th, 2010 2:32 am

    pak, dimana saya bisa mendapatkan buku itu,adakah ditoko buku(judulnys apa)atau belinya cuma bisa ama bapak(kalau ama bapak gimana caranya)
    jawab: berikan email selain yahoo. yahoo sering tidak bisa.

  15. daniel on August 7th, 2010 2:03 pm

    pak,saya daniel,email saya\; bretigan83@gmail.com.tolong kirmkan teknik alignmentnya/buku praktisnya,
    jawab: sudah kami kirim. kabari jikanyampai. trima kasih semoga bermanfaat.

  16. Warsol on August 17th, 2010 4:11 pm

    Assalamualaikum,pak Soemarmo
    saya warsol pekerjaan teknisi,saya ingin mendapatkan buku praktis alignment yg ditulis oleh pak soemarmo,bagaimana cara mendapatkannya?ini email saya: jagatwar@gmail.com
    Jawab: wassalamualaikum ww. sdh dikirim ke email tsb, semoga bermanfaat

  17. Setyo Wirawan on August 26th, 2010 3:02 pm

    Assalamualaikum,pak Soemarmo
    saya telah transfer ke rek. bpk (tgl 26-08-2010)untuk buku praktis alignment.email saya: masgendon@gmail.com trma kasih bnyak atas bantuan dan sharingnya Wassalam
    Jawab: wassalamualaikum ww. sdh dikirim semoga bermanfaat, jika sdh .

Leave a Reply




  • Soemarno Adibroto
    Lahir di Blora 20 September 1947

    Dulu pada th 1972 ketika saya mulai bekerja pada umur muda 24 th di bagian maintenance sebagai supervisor, sulit bagi saya untuk melakukan pekerjaan dengan baik. karena sangat langka bahkan tidak ada buku atau referensi. Sehingga kadang kita tidak tahu berbuat apa yang seharusnya. Maka mulailah mencari sendiri2 pengalaman2 baru berdasar logika dan naluri untuk memperbaiki kebiasaan2 lama. Sejalan dengan waktu maka berkembanglah system atau, Tatacara Maintenance (Maintenance Mangement). Mengingat kesulitan saat itu menjadi pemula bekerja sebagai orang maintenance, maka saya ingin menuliskan apa yang bisa saya tulis terutama untuk para pemula, bagi yang ingin menulis juga sangat di harapkan bergabung, bagi yang ingin diskusi/tanya-jawab yang monggo.
    Semoga bermanfaat.