TEST ISOLASI

Posted on February 4, 2009
Filed Under Motor listrik |

Bagian dari pekerjaan overhaul motor ialah test isolasi.
Test isolasi harus dilakukan terutama untuk mendapatkan indikasi apakah
motor ini masih layak dioperikan atau tidak. Pemeriksaan dan test perlu dilakukan lebih dulu, jika hasil cukup dapat di terima baru kemudian dapat dilakukan HP Test. Test lainya juga oerlu dilakukan yang hasilnya dapat membantu mengetahui sebagai indikasi kondisi  motor tsb. (IEEE Stds 95)
Inspeksi / Pemeriksaan :
Isolasi harus diuji tingkat degradasi atau kerusakan, al:
1. Kondisi pisik, cracking atau retak, pecah atau berubah warna sebagai indikasi dari thermal aging.
2. Kontaminasi pada coil dan sambungan2
3. Abrasi atau mekanikal stress
4. Partial discharge / corrona
5. Wedges, ikatan , ring , atau bagian2 lain lepas/kendor
6. Freeting pada support, bracing, crossing apa ada indikasi lepas,kendor atau berubah posisi.

IEEE Stds.43 memberikan panduan sbb:
DC Voltage utk Test Tahanan Isolasi

Winding Rated               Insolation Resistance Test
Voltage (V)*                Direct Voltage (V)
    <1000                     500
    1000 - 2500             500 - 1000
    2501 - 5000             1000 - 2500
    5001 - 12.000          2500 - 5000
    >12.000                  5000- 10.000
*rated voltage line to line utk 3 phase motor AC.’ Line to ground utk phase tunggal,  dan direct voltage utk DC motor.
Test voltage dilakukan 1 menit (ref IEEE Stds 43 sec 54

Rekomendasi “Tahanan minimum  pd 40.C
                    ( Satuan Mega Ohm)
 
Minimum Insulation             Test Speciment
Resistance
  IR(1min) = kV + 1       utk winding yg di buat sebelum 1970

 IR(1min) = 100          utk DC armature & winding yg di buat stelah 1970

IR(1min) = 5             utk hampir semua motor-wound coils rated < 1kV

Catatan:
1. IR(1min) adalah tahanan isolasi yg direkomendasikan, MegaOhm pad 40.C utk semua winding
2. KV rated mesin antar terminal voltage, dlm rms kV.
Ref IEEE Stds 43 table 3.

 

 

Comments

12 Responses to “TEST ISOLASI”

  1. Arie Ronny on February 25th, 2009 3:16 am

    Terima Kasih atas infonya pak. Materi ini sangat bermanfaat, terutama untuk saya yg pemula di bidang mechanical engineer.

  2. Ichang galatama on May 6th, 2009 5:09 am

    Terimakasih pak atas websitenya, saya sangat tertarik sekali.

  3. Mirza Aminudin on July 14th, 2009 9:50 am

    mau bertanya pak, jika direkomendasikan suhu 40degc untuk pengetesan megger, saya menghdapi sedikit kendala keterbatasan heater, jadi adakah cara untuk mengukur megger pada temp ruangan mis. 24 degc.mohon bantuanya pak
    Jawab:
    biasanya motor selalu dipasang heater, gunanya utk menjaga temp maka di-on-kan jika tidak jalan atau disimpan. jika akan di megger onkan dulu heaternya atau panasi dulu dgn lampu besar diarahkan ke motor. atau kalau punya lemari/ruang pemanas dan di set temperaturnya.

  4. Joko Pitoyo on July 27th, 2009 11:04 am

    Pak Marno, kalau untuk motor yang under water misalnya sump Pump, berapa tahanan isolasi yang direkomendasikan apakah sama dengan motor-motor yang tidak bersentuhan langsung dengan air?

  5. soemarno on July 29th, 2009 1:32 am

    PJoko.sama tapi tesnya tentu dlm kondisi diisi air.

  6. Aris on November 13th, 2009 2:09 am

    pak soemarno saya mau tanya soal greasing motor listrik pada saat overhaul. gimana cara meng-grease yang benar, pada saat bearing sdh dipasang pada shaft apakah dengan cara mengoleskan grease secara langsung pada bearing atau greasing dilakukan setelah motor di install? dan berapa banyak quantity greasenya? mohon bantuannya, terima kasih..
    Jawab:
    Saat overhaul, bearing yg open diisi dulu dgn grease yg sesuai grade yg cocok misal NLGI 2 kira2 50% ruangan, jangan campur grease yg beda. jalankan denganbuka drain bawah agar jika grease berlebih bisa keluar. juga monitor panasan bearing.

  7. Usman on December 1st, 2009 3:41 am

    Pak Marno, : Apa arti : a. Operating Amper b. Full Load Amper c. Locker Rotor Amper. Mohon bantuannya. Terima Kasih
    Jawab :
    a. Ampere actual saat operasi, ini tergantung beban,
    b. ampere saat motor diberi beban full 100%
    c. ampare saat motor diberi beban s/d tidak mampu putar rotor (terkunci)

  8. david on January 17th, 2010 1:38 pm

    mohon penjelasanya ttg;
    - apa yang disebut dgn batas daya
    - apa pula yang di sebut dgn batas energi.
    bagai mana perhitungannya jika pemakaian keduanya melebihi yang di tentukan Pln sbb dari pln tidak ada penjelasan saya ucapkan teima ksh.
    Jawab:
    maaf saya kurang tahu istilah PLN tsb. arti daya itu KVA atau KW, energy itu KWH.

  9. rudin on February 24th, 2010 12:32 pm

    pak.marno, berapa standart tahanan isolasi untuk stator motor 1072kw, teg 6000volt. trima kasih atas pejnelasannya
    Jawab: utk motor >12.000 V, test resistant 5000- 10.000 MegOhm

  10. anton on March 16th, 2010 9:59 am

    pak soemarno dimana saya bisa mendapatkan standart IEEE?? ada bukunya? atau bisa didownload melalui web?
    Jawab: standard IEEE itu kan banyak. jadi yg mana. memang sulit mendapatkannya, harus beli on line.

  11. nasir on May 22nd, 2010 5:04 pm

    pak saya ada kendala pada motor listrik 3 pasa apa bila body mengalami setrum, dan power selalu trip, pada hal ini motor baru loh. itu masalahnya apa ya? mita bantuannya pak
    pak bisa minta alamat email bapak soemarno
    Jawab: kalau body nyetrum, pasti ada yg short kebody, apa winding rusak/lecet ato conection nyentuh besibodi. karena arus langsung ground ya trip dan bisa nyetrom ke manusia. kalau motor baru ya komplain ke penjual minta ditest.

  12. Albert on August 31st, 2010 12:37 am

    Pak saya mo tanya: Apa maksud dari: IR(1min) = 5 utk hampir semua motor-wound coils rated < 1kV? Gimana caranya kita tahu bahwa motor tersebut < 1kv? Terima kasih.
    Jawab:
    IR=5 artinya tahanan yg direkomendasikan minimum harus 5 megaohm. < 1kv, artinya motor yg teganganya dibawah 1 kv (misal:440v ,220V, 660v)

Leave a Reply




  • Soemarno Adibroto
    Lahir di Blora 20 September 1947

    Dulu pada th 1972 ketika saya mulai bekerja pada umur muda 24 th di bagian maintenance sebagai supervisor, sulit bagi saya untuk melakukan pekerjaan dengan baik. karena sangat langka bahkan tidak ada buku atau referensi. Sehingga kadang kita tidak tahu berbuat apa yang seharusnya. Maka mulailah mencari sendiri2 pengalaman2 baru berdasar logika dan naluri untuk memperbaiki kebiasaan2 lama. Sejalan dengan waktu maka berkembanglah system atau, Tatacara Maintenance (Maintenance Mangement). Mengingat kesulitan saat itu menjadi pemula bekerja sebagai orang maintenance, maka saya ingin menuliskan apa yang bisa saya tulis terutama untuk para pemula, bagi yang ingin menulis juga sangat di harapkan bergabung, bagi yang ingin diskusi/tanya-jawab yang monggo.
    Semoga bermanfaat.