Analisa 4 hal anomali masalah oil
Posted on March 18, 2009
Filed Under Uncategorized |
Dalam permasalahan yang ter jadi:
1. tekanan oli rendah
2. tekanan oli tinggi
3. temperatur oli tinggi
4. temperatur oli rendah.
perlu lah di terlusuri secara step by step guna mencari sumber dari titik permasalahan yang terjadi sehingga perbaikan yang di lakukan itu kedepannya tidak terjadi lagi di kemudian hari.
Untuk point pertama ; tekanan oli rendah yang terjadi dapat di akibat kan oleh sistem, contoh :
- Apakah ada kebocoran secara external ( Seal, Piping,husing
pump,dll yang dapat menyebabkan terjadinya droping
pressure.
- Apakah ada kebocoran secara internal sistem, contoh : cootrol valve yang seharus nya mengatur tekanan sudah tidak berfungsi dengan baik atau rusak nya komponenen lain yang menyebabkan pelumas tidak dapat melakukan proses pressure sesuai keinginan.
- spefikasi dari pelumas yang tidak tepat contoh untuk oli gear, spesifikasi menyarankan memakai oli dengan ISO VG 220 namun yang di pakai ada 150 atau 460 kondisi ini jelas dapat mempengaruhi dari kinerja dari pelumas dan berdampak pula pada terjadi temp.yang tinggi akibat lapisan pelumas yang terlalu tinggi atau rendah.
untuk point masalahan temp. kondisi yang rendah jika terjadi pada pelumas HTO sangat tidak di harap kan karena fungsi dari Heat Transfer Oil adalah untuk memindahkan panas dan panas yang di bawa tersebut di gunakan untuk kerja dari mesin contoh: mesin printing dll. jika temp. terlalu tinggi dapat disebabkan karena terjadinya gesekan yang berlebihan , beban operasional yang over load, dll
jadi secara umum permasalahan yang terjadi perlu lah di telusuri secara baik guna mencari sumber masalah yang terjadi, dan hal yang terpenting juga hindari pelumas dari kontaminai yang dapat menyebabkan terjadinya degradasi pelumas yang berakibat menurunnya performace dari pelumas.
demikian penjelasan yang dapat saya berikan terkait masalah yang ada, mungkin rekan2 ada yang ingin menambahkan atau merevisi.
Regards
Eko yulianto
Dist. Lube Engineer PT. MItra Asmoco utama
(Untuk Mas Susanto teknik penerbangan, semoga terus mau outo develop))
(terima kasih P Eko sharingnya)
Comments
3 Responses to “Analisa 4 hal anomali masalah oil”
Leave a Reply
Soemarno Adibroto
Big Applause buat Bapak…….
Saya seorang pemula di maintenance pak, baru lulus kuliah.
Pak saya kerja di maintenance PLTU Batu bara, mau tanya.
Gimana sistem rotary yang cocok buat carrying idler dan return idler roll konveyor, mengingat milik kami begitu rapuh, kerusakan sering terjadi di tengah roll dan bearing.
Mohon pencerahan yang meluas.
Kita menggunakan 2 sumber bahan bakar, kalori rendah dan tinggi, dari 2 stock pile.
P Erick
Kalau melihat kejadian Carrying idler sering rapuh.
1. Material rollers, mungkinketebalan rollers.
2. Design roller itu sendiri seperti: berapa load yg disanggah,jarak antara idler roller depan dan belakang, sudut kemiringan roller, jarak rollers antara roller bersudut dan horizontal.
3. Bearing rollers sering rusak: Perkiraan,salah design dgn catatan PM sudah dilakukan sesuai procedure.(ini jarang terjadi)(cntribusi PSlamet)
Salam kenal P’ Soemarno, saya ingin mengganti oil heat transfer yang ingin saya tanyakan adalah:
1. Berapa lama biasanya life time oil heat transfer dengan pemakaian normal 5 hr kerja dan 8 jam kerja per hari.
2. Apa saja indikasi bahwa oli Heat transfer sudah harus diganti?
3. Apa saja kriteria oil Heat transfer yang baik?
Terima kasih atas pencerahannya. Salam Maintenance! Dedi Warda PT. Dharma Supermarket Equipment
Jawab:
maaf mungkin jawaban kurang pas, karena sy tidak tahu spec, kondisi operasi dll
1.Life time itu relative, bisa tahunan dan bisa kurang, tergantung bahan alat dan londisi operasi.
2.bocor,buntu, kotor yg tidak bisa dibersihkan, tidak mampu mendinginkan spt yg dikehendaki
3.heat resistance rendah, tahan karat, tidak mudah bocor, mudah dibersihkan, mudah dioperasikan.