Test & Rekomendasi Motor Listrik

Rekomendasi Urutan test
Untuk mencapai Program Predictive Maintenance motor listrik tercapai

secara effektive, Baker Instrument Co  membuat rekomendasi mengenai urutan spesipik test motor. Secara umum, melakukan test dengan “urutan test secara progressive yang harus dilakukan”
Pengukuran atau test dapat mementukan diagnosa perbaikan atau repair.

 Rekomendasi  urutan test sbb :
1. Resistance Test
2. Meg-ohm test
3. HiPot Test
4. Surge

1. Coil Resistance Test
Tahanan coil di test atau diukur terutama untuk mengetahui kesamaan / balance atau tidak diantarai ketiga phasenya, perbedaan pengukuran dengan pengukuran sebelumnya dan perbedaan dengan yang tertera di name platenya. Jika ditemukam problem, maka motor harus diinspeksi untuk menemukan sebab problem tsb.
Problemnya mungkin :
· Hard Shorts / hubung pendek dengan core
· Hard Shorts / hubung pendek antar coil dalam phase atau
· Hard Shorts / hubung pendek antar coil antar phase
· Ukuran kawat/coil tidak sama/salah
· Connnection atau sambungan terminal kendor atau berkarat
Lebih jauh jika pengukuran dapat diterima maka HiPot atau Surge baru diperlukan
2. Megohm Test
Megohm test/tes tahanan dilakukan dengan voltage/tegangan berdasarkan tegangan kerja motor dan standard pabrikan atau pemakai sebagai panduan. Membandingkan hasil pengukuran dengan standard akan menggambarkan kondisi coil, Jika  terukur  tahanan atau resistansi rendah maka harus diadakan pemeriksaan lebih teliti, kemungkinan terjadi ground-wall pada insulasi.
Ground-wall al :
· Lapisan insolasi atau enamel kawat terbakar atau rusak
· Coil motor mungkin penuh kotoran, debu karbon, ada air/lembab atau kontaminan
· Koneksi pada coil2nya mungkin jelek.
· Insolasi yang digunakan untuk terminal connection ke juction-box mungkin salah ratingnya. Tidak perlu diadakan test lebih lanjut jika belum diketemukan mengapa megohm rendah dan di perbaiki

3. HIPOT Test
HiPOT test dilakukan menggunakan “test voltage” yang pada pokoknya lebih tinggi dari Megohm-test, tetapi , sekali lagi tergantung dari “voltase operasi motor”dan sesuai dengan standard tertentu atau panduan  perusahaan pemakai.
Mencari hal yang diluar biasa : kebocoran arus tinggi, atau bocor tidak tetap/ sesekali, atau loncat naik-turun. Rusak atau bocor arus tinggi merupakan indikasi kerusakan ground-wall insulasi.
Periksalah : liner-slot, wedges, konduktor antara junction box dan coils dll.

4. Surge Test
Surge test dilakukan untuk setiap phase, juga memilih test voltage berdasarkan voltage operasi motor dan standard dan panduan perusahaan pemakai

Rekomendasi Test Voltage : HiPot dan Surge Test
Voltase Test untuk HiPot : motor, generator, transformator = dua kali voltase jaringan/operasi mesin tsb. ditambah 1000 volt.
Sesuai dengan NEMA MG-1, IEEE 95-1977 (untuk voltage lebih tinggi dari 5000 volts) dan IEEE 43-1974 ( test voltage kurang dari 5000 volts)

Contoh :
Motor 460 VAC   -> tets voltase = 2 x 460 V  + 1000V = 1920 V
Motor 4160 VAC -> tets voltase = 2 x 4160V + 1000V = 9320 V

Untuk winding baru atau rewound motor , test motor kadang ditambah dengan safety-factor 1,2 atau 1,7.  Dimaksudkan untuk quality control yang lebih tinggi derajatnya untuk mendapatkan motor dengan kwalitas tinggi.

Contoh :
Motor460 VAC-> tets voltase = 2 x 460V +1000V x 1,2 = 2304  V atau
Motor 460 VAC -> tets voltase = 2 x 460V+1000V x 1,7 = 3464 V
Catatan : meski CRT sudah dikalibrasi tetapi sulit untuk mendapatkan besar voltase yang sama persis dengan permintaan test, jadi ambillah harga pembulatan yang terdekat.
(di ambil @ disarikan dari Baker Instrument Company. The Measure of Quality)
Prinsip Kerja :
Coil Resistance Testing
Coil Resistance Test atau Test Tahanan Coil prinsipnya sederhana mudah untuk dilakukan dan dapat langsung mengetahui kondisi konduktor dari winding. Tetst ini terdiri dari :
· menginjeksi arus listrik dengan besaran konstan ke winding
· mengukur voltage-droop dalam winding,
· kemudian menghitung resistansi menggunakan Hukum Ohm
Jika terjadi short didalam winding maka resistansi lebih rendah dari normal. Hasil penghitungan bisa dibandingkan dengan winding yang sama, atau catatan resistansi sebelumya atau data dari nameplate, sudah buruk atau masih baik.
Hasil pengukuran resistansi di pengaruhi oleh konduktivitas tembaga dan temperatur ruang. Maka agar hasil teliti harus ada koreksi karena temperature ruang.
Juga untuk mendapatkan akurasi hasil voltage-droop, injeksi arus listrik ke coil sekurang-kurangnya sebesar 10 Ampere.

Hight Voltage DC -Testing
Surge Testing
(tulisan akan dfilanjutkan)

48 Responses to Test & Rekomendasi Motor Listrik

  1. arya says:

    Pak Soemarno ysh,
    Untuk motor sebagai penggerak kompresor resiprocating, apakah ada standard yang mengatur tentang penyimpangan arus load motor nya? jika ada berapa ya Pak toleransi Naik turunnya arus beban tsb? Mohon penjelasannya. Salam,
    Jawab: maaf kurang tahu yg dimaksud. mungkin al, motor yg grade continue, dan safety factor tinggi.

  2. Pak soemarno terima kasih informasinya, data motor saya akan di check ulang sesuai recomendasi dari bapak.

  3. doni says:

    ass ww wb pak sumarno,saya mau nanya masalah rangkaian listrik resistor dgn R1=10 ohm,paralel dg =20hm,kemudian seri dg R3=5ohm,paralel R4 15 ohm. pertanyaannya adalah , bagaimana cara menyelesaikan untuk menentukan daya resistor mana yang paling besar.dg tegangan konstant 100V. mohon penjelasannya ya pak?
    Penjelasan;
    Wassalam ww. gambar dulu agar ada jelas. masing2 pakailah rumus tahanan seri/paralel dan bisa cari masing I yg lewat R dgn rumus I=V/R maka daya ditiap R . = IxV atau Ikwadrat dikali arus.

  4. bachtiar says:

    wah terima kasih pak artikel-artikelnya,jadi banyak belajar nih..o ya pak saya bekerja dibagian maintenance di pabrik box ingin bertanya masalah dikit nih pak ,
    1.apa saja perbedaan antara dc drive dan inverter itu?
    2.lebih save mana diantara keduanya pada penggunaan daya listriknya?
    3.dan bagaimana mengenai torsinya antara keduanya?
    atas informasinya banyak terima kasih dan sukses selalu pak
    Jawab:
    DC mtr, arus searah, jadi bisa di beri tahanan atur sebelum masuk kemotor, start bisa lembut. inverter itu pengubah freqwensi ac, jadi rpm bisa disuaikan kebutuhan sebagai usaha utk menghemat listrik. Converter memang yg lebih save electric, torque itu sesuai dgn besar arusnya.

  5. Shai says:

    ass. slm kenal sblmnya…nama saya sHai, sya ingin brtnya dg bapak. jika terjadi sHort didiameter dalam komutator selain memberikan tegangan Dc pada komutatornya, bagaimana lg caranya? trmksh wass.

  6. Herman says:

    Asslm..wr.wb
    pak sumarno sy ingin menayakan bagaimana cara mengukur resistansi pada feedermotor 220 v 50Hz dan apakah powernya dlm keadaan on atau off pada saat pengukuran menggunakan multimeter,mohon jawabannya krn sy seorang pemula yg masih butuh banyak belajar.
    Jawab: mengukur tahanan motor harus off, perhatikan safety/breker offdan dilock.

  7. Rafki Chandra says:

    Mohon penjelasannya mengenai maksud dari meger, Pak.
    Saya memiliki alat ukur meger dengan data 5000V/200000 MegOhm.
    1. Data tersebut maksudnya apa Pak?
    2. Jika kita gunakan untuk mengukur tegangan tembus kabel 20kV, pada harga pembacaan berapa sebagai patokan bahwa kabel tersebut layak atau tidak layak digunakan?

    Atas penjelasannya saya ucapkan terima kasih

  8. beben says:

    ass wr wb Pak Sum, saya ingin menanyakan tentang rewinding generator, bagaimana caranya dan langkah2 yang dilakukan…terimakasih

  9. Herman says:

    Ass..wr.wb
    pak sumarno,saya mohon bantuan bpk mengenai mslh yg saya hdpi,sudi kiranya bpk dpt membantu,
    pertanyaan saya:
    1.Bagaimana cara merangkai hubungan way-delta pada motor 3 fasa,?
    2.bagaimana cara membalik arah putaran motor?
    3.bagaimana cara mengetahui apakah motor list.tsb bagus atau sdh trbakar?
    Sblmnya saya ucapkan banyak terima kasih.
    Jawab:
    1.kalau terminal masih ada tanda/label ya ikuti gambar di name plate. sambung ujung2nya sesuai petunjuk.
    2.membalik putaran motor , dgn menukar 2 phase dgn terminal sumber.
    3.di ukur/ dimeger, kalau tahan renadah atau nol ya pasti sdh terbakar atau short.

  10. jaka says:

    salam kenal….semoga bisa banyak share pengalaman-pengalaman dan bagi2 ilmu tentang industri…

  11. VTR1000 Lady says:

    You gave great points here. I did some research on the subject and have found nearly all people agree with your blog.
    Sent via Blackberry

  12. sunarto says:

    ass.wr.wb pak sumarno saya sunarto ,ada 2 hal yang ingin saya tanyakan tentang problem saya ,yang per tama saya punya motor bearing nya panas nya tinggi ,padahal clearence rumah bearing sudah standard.yang ke dua bearing noist terus padahal waktu test solo run tidak ada noist .mohon bantuan bapak untuk menyelesaikan masalah saya ini .oh dan dan untuk pembelian buku allighment saya harus kirim ke mana& berapa .terimakasih atas bantuan nya wassalam
    jawab:
    mungkin saat solo run motor dlm kondisi rotor pd center magnitnya, saat dikopel kondisi tdk center. sebab: clearence axial copling kurang (tidak memberi rotor pd centernya), shg bearing ketarik axial, bisa cari? coba dulu? ada email selain yhoo. susah kirim file lewat yahoo.

  13. ketut suardana says:

    Slamat siang pak Soemarno. Saya mau tanya,kemarin pihak kontraktor melakukan test proteksi motor dengan daya 2150 KW/6300 V / 996 rmp. Pada saat strat motor langsung trip ini berlangsung lebih dari 5 kali. Yang saya tanyakan seberapa besar dampak yang ditimbulkan terhadap belitan motor dan berapa kali standart strat – stop dan jedah waktu yang di ijinkan. terima kasih banyak atas jawabanya.
    Jawab: start berkali sngat jelek pengaruhnya. cari di web ini berapa jedahnya, akibatnya.

    • ardiamsyah says:

      pastikan karakteristik protection terhadap beban (inv or defini).karena beban2 tertentu yg mempunyai momentum putar yg tinggi.

  14. ryan says:

    siang pak.saya mau bertanya,pada blan 1 2011 saya akan melakukan prakerin(praktek kerja industri) yang saya tanyakan apa saj skill yg hrus saya persiapkan untuk melakukan pekerjaan tsb…apa saran bapak ?
    Jawab: anda perlu tahu,industri apa yg dituju, pelajari prosec/mesin pabrik tsb. baca2 buku kuliah/lain yg berhubungan dgn proses pabrik tsb. kalau prakerin jangan jadi wartawan, tapi ikut kerja sungguhan. kalau perlu seperti tukangmekanic. saya dulu begitu.

  15. Budi R says:

    Selamat Pagi Pak Marno, Tulisan yang sangat bagus dan cukup komprehensif. terima kasih. pertanyaan mengenai rekomendasi tes motor. Saat ini kami sedang melakukan perbaikan motor 4160 VAC,yang telah beroperasi sekitar 10 tahun.: apakah tes HIPOT harus dilakukan selama perbaikan ini? atau kah ada kondisi2 tertentu yang menyebabkan motor harus dilakukan HIPOT, mengingat saat pemeriksaan awal tidak ditemukan kondisi yang aneh di winding. Terima kasih untuk informasinya.
    Salam Hangat Budi R
    Jawab: P Budi. saran lebih baik di HIPOT, apalagi Motor voltage 4KV. cek kesehatan.

  16. hakim says:

    Pagi pak, mau bertanya : Bagaimana cara yg plg tepat utk memperkirakan umur motor (predictive maintenance) tuk motor yg jarang mati krn di tempat saya kerja ada motor 6 kV utk scrubbing unit yg jarang sekali mati (walau pabrik shut down). Apakah satu2nya jalan utk melakukannya harus mematikan motor?

    Yg kedua: Bagaimana dg pengukuran Partial Discharge? Apakah jika saya lakukan tes PD tsb sdh cukup mewakili tes2 yg bapak sebutkan diatas?

    trimakasih

  17. chrisdy says:

    pak sumarno,saya baru aja gabung pak di forum bapak. apa bapak punya buku panduan sebagai seorang supervisor dan ass.chief/chief engineering mengenai sistem kerjanya,baik analisa biaya peralatan dan contoh perhitungan biaya listrik dan air gedung, oh iya pak buku2 bapak yang telah bapak posting di forum bapak apa saja ya pak??tolong ya pak,trims..,
    Jawab:
    buku soal supervisi itu umumnya bersifat umum, setiap tempat kerja bersifat spesifik, tapi diktoko banyak buku2 soal supervisor, bisa cari yg agak2 mirip dan bisa dikembangkan sendiri. banyaklah baca macam2 buku.

  18. iyo says:

    selamat pagi pak, saya mau bertanya kalau untuk pengetesan motor DC apakah sama seperti motor AC? terima kasih
    Jawab:ya hampir sangat sama.

  19. Mazzo says:

    PAk Marno kalo saya baca diatas tidak ada yang menjelaskan bagian mana saja yang ditest, misal kalo HIPOT untuk cable, misal yang saya ketahui adalah R di inject tegangan, S-T nya disambung jadi satu dan di groundkan, kemudian di flexible conduit yang melindungi kabel tersebut disambungkan dengan “return” yang ada di HIPOT tester.

    Apakah demikian prosedurnya.

    Kemudian untuk HIPOT Generator apakah satu terminal misal R di inject tegangan kemudian ST disambung jadi satu dan digroundkan, kemudian Return DC voltagenya disanbung dimana.

    Bisa dijelaskan untuk metode HIPOT untuk generator Pak Marno??

    Terima kasih

  20. jimmy says:

    malam pak..
    saya ada kendala ni.mohon petunjuknya. generator 400KVA (produksi patungan RRC dgn siemens ) 400V 50 HZ brushless. excitation nya memakai transformer( layaknya generator slip ring ). masalahnya adalah setelah saya rewind dan excitation nya saya ganti(karena rusak parah )dengan AVR, voltage drop menjadi 350 volt ketika di beban. padahal ketika tanpa beban volt,HZ semua normal, dan exciter voltnya 12VDC( artinya kan winding rotornya masih bagus )pertanyaanya;
    1. apakah AVR sy tidak cocok? spek AVR saya 90VDC 5A
    sementara spek di generatornya excit volt 110VDC

    2. biasanya saya jika menghadapi kendala di atas, sy menambahkan CT di AVR . dan ternyata berhasil. tetapi di generator yg kita bahas skrg tidak berpengaruh sama sekali. knp demikian pak ?

    trims sebelumnya pak

  21. andrian says:

    Asslm..wr.wb pak sumarno,saya baru aja gabung pak di forum bapak sy ingin menayakan bagai mana cara memperbaiki atau untuk tes / rekomendasi untuk kasus coil motor rusak (terbakar) dikarenakan masuk air (oli) ke dalam motor,, tes,, belitan motor cuma terbakar sedikit.. Mohon penjelasannya ya pak…. wslm…
    Jawab: waslm ww. cukup di ukur tahanan windingtiap fase, fase dgn body, dgn ohm meter atau megger. jika menunjuk nol atau mendekati nol, ya tentu saja harus di rewinding.

  22. jimmy says:

    malam pak, sekedar info dari pertanyaan sy sebelumnya, yg saya rewind adalah statornya. thanks before

  23. Arvin says:

    Pak Soemarno, Terima kasih pencerahannya, webnya bermanfaat sekali terutama buat teman-teman yang praktisi di lapangan. Semoga tambah banyak kontent yang baru pak.. Kami tunggu artikel berikutnya. Sukses selalu pak
    jawab :
    trima kasih sudah membaca, tentu ingin usahakan nambah isinya.

  24. Rizki says:

    Selamat siang pak, Pak Soemarno ini email saya yg lain rizkikamui@gmail.com,,Pesan untuk buku alignment praktis dan motor listrik pak,mohon dikirim ya pak.Bila sudah dikirim,mohon diberitahukan ke email r_a_r85@yahoo.com beserta jumlah uang transfer dan rekening bapak,Terimakasih Pak.
    jawab:
    kedua buku sudah terkirim dan;Utk file pdf alignment & Name plate bisa transfer 150.000 rupiah rek .Bank BCA , Soemarno Adibroto 2010241696 .
    salam. soemarno. terima kasih.

  25. priyo says:

    Yth.P.Sumarmo, saya punya elektromotor 380VAC, kalau saya MEGGER tahanan isolasinya hrs brp Pak,terima kasih
    Jawab: di web juga ada tulisan ini
    Winding Rated Insolation Resistance
    TestVoltage (V)* Direct Voltage (V)
    12.000 5000- 10.000
    *rated voltage line to line utk 3 phase motor AC.’ Line to ground utk phase tunggal, dan direct voltage utk DC motor. Test voltage dilakukan 1 menit (ref IEEE Stds 43 sec 54
    Rekomendasi “Tahanan minimum pd 40.C “satuan OHM”
    Minimum Insulation Test Speciment
    Resistance
    IR(1min) = kV + 1 utk winding yg di buat sebelum 1970
    IR(1min) = 100 utk DC armature & winding yg di buat stelah 1970
    IR(1min) = 100 utk hampir semua motor-wound ststor coils rated < 1kV
    Catatan:
    1. IR(1min) adalah tahanan isolasi yg direkomendasikan, MegaOhm pad 40.C utk semua winding
    2. KV rated mesin antar terminal voltage, dlm rms kV.
    Ref IEEE Stds 43 table 3.

  26. ijus says:

    pak, saya mau menanyakan beberapa permasalahan..
    perlu diketahui ditempat kami memiliki tegangan 3 phase 208vac/60hz
    1. jika kami memiliki peralatan yang bersifat resistif berupa pemanas dengan spesifikasi 3 phase 415vac daya 6000watt yang dihubungkan way. pertanyaan saya jika saya menghubungkan pemanas tersebut dengan hubungan Delta kemudian tegangan supplay 3 phase 208vac, apakah panas yang di hasilkan akan sama? kemudian bagaimana dengan ukuran kabelnya?apakah jauh lebih besar/sama jika saya menggunakan tegangan 3 phase 208…mohon penjelasannya terima kasih
    jawab: maaf jika hitungan ini salah
    alat 3 phs Y 415 Vac artinya spec teg /phase alat= 415:akar3=138,3Vac
    hitung watt perphase= 6000W/3=2000Watt
    hitung R perphase alat. I= W/V=………….->R=V/I=……….
    Supply 208V hubung delta –> I phase= 208/R=………
    watt phase= VxI=…………..
    selanjutnya silahkan hitung, kabel, juga apakah reisitang cukup kuat dialiri arus baru.

  27. jon says:

    P soemarno,
    kami ada 2 bh pompa yg baru dipakai sekitar 3 bulan namun sekarang rusak (rusak motornya) pompa jenis submerseable kapasitas 25&50 lt per dtk, head 30m dipakai u intake air dr sungai u diolah jd air bersih, motor rusak karena amperenya tinggi waktu valve dibuka, n sdh diperbaiki namun waktu dipasang ampere nya terlalu tinggi jadi kami kuatir akan putus lagi apakah bp bisa memberikan advise u perbaiki hal tsb mengingat lokasi di kalimantan tx
    jawab: apakah pernah diukur amperenya berapa? arus nameplate motor berapa? rusaknya motor terbakar atau masuk air? apategangan jaringan listrik sesuai dgn teg. motor?

  28. Sehubungan dengan banyaknya kasus-kasus kebakaran akibat korsleting listrik atau pemeliharaan fasilitas listrik yg kurang memadai, bersama ini kami memperkenalkan tehnology dalam bidang PREVENTIVE Maintenance, yaitu menggunakan photo infrared thermography untuk menganalisa distribusi panas yang berlebih (OverHeating) pada titik-titik sambungan kabel, komponen listrik (Breaker, Capacitor, Contactor, Fuse, dll.) Tehnology pemeriksaan ini sangat aman dipakai ( tidak ada effek samping, baik terhadap peralatan yg diperiksa ataupun lingkungan hidup disekitarnya ), effective ( langsung mendeteksi titik-titik overheatings & lokasinya ) dan efficient ( Pemeriksaan cepat, mudah dilakukan, dan tidak mengganggu operational peralatan yg diperiksa ).

    Technology infrared thermography mempergunakan camera infra merah untuk mendeteksi penyimpangan panas yang terjadi pada peralatan-peralatan listrik & mekanik ( ME ) yg sedang beroperasi . Setiap gejala kerusakan pada peralatan ME akan menimbulkan distorsi panas ( (Overheating ) dibanding suhu normal operasinya. Pada pemeriksaan infrared akan diketahui secara tepat lokasi yg bermasalah, kondisi peralatan / komponen, mutu sambungan / koneksi kabel-kabel, dan kondisi titik-titik singgung rotary equipments. Dengan demikian perbaikan dapat dilakukan sebelum peralatan-peralatan tersebut mengalami kerusakan / kebakaran.

    Manfaat ( benefits ) pemeriksaan infrared thermography antara lain adalah adalah :
    1. Preventive Maintenance : Mengetahui dengan tepat lokasi titik-titik yg mengalami overheatings sehingga perbaikan dapat dilakukan sebelum kerusakan tersebut terjadi.
    2. Fire Preventive : Mencegah bahaya kebakaran, karena setiap titik overheating yg tidak terdeteksi berpotensi u/ memicu timbulnya kebakaran ( terutama saat beban berlebih ).
    3. Mengetahui kondisi dari tiap-tiap peralatan ME yg sedang beroperasi ( dapat mendeteksi adanya overloading, kerusakan komponen karena lewat usia pakai, pemasangan yg tidak tepat ( kendor, shaft off-center ), pelumasan yg kurang baik, dll.
    4. Mengetahui kualitas sambungan / koneksi kabel / jaringan listrik ( mendeteksi koneksi yg kendor, kotor / berkarat, beban berlebihan atau beban tidak seimbang).
    5. Mendeteksi kebocoran pada pipa-pipa steam atau sambungannya ( Flanges, Valves )
    6. Laporan infrared dipakai sebagai acuan sebelum melakukan perbaikan / overhaul , sehingga persiapan kebutuhan suku-cadang dan tenaga kerja dapat dilakukan dengan baik.
    7. Sebagai audit-maintenance yg tranparant dan independent : Jika pemeriksaan dilakukan secara periodik ( setiap 6 bulan atau 1 x setahun ), seluruh data & kondisi peralatan serta perubahannya dapat terdokumentasi dg baik.
    8. Sebagai Pihak yg independent u/ Commisioning Test ( serah terima suatu proyek )
    9. Menurunkan premi assuransi karena kondisi tiap peralatan dapat diketahui dengan baik.
    10. Meningkatkan work-place safety dan Citra Management pengelola secara keseluruhan.

    Jenis peralatan ME yg biasanya diperiksa Hotel / Gedung / Pabrik antara lain :
    1. Panel-panel listrik ( Panel Induk, Panel Pembagi, Panel Control (Penerangan, AC, Mesin)
    2. Trafo , Genset, Boiler
    3. Pompa, Chiler/ AHU, compressor
    4. Lift ( Motor & Panel control )

  29. wijaya says:

    Pagi pak Marno, Bapak yang rumahnya cimahi atas ya ,terima kasih monggo
    Jawab : maaf saya tinggal di Malang Pak.

  30. Andrey says:

    Slmt malam, saya lagi bergelut dengan Tugas Akhir mengenai analisa overheating motor induksi 3 phase… menurut bapak data apa saja yang sekiranya perlu untuk diperoleh….untuk saya analisis… trims…
    Jawab: banyak yg harus anda baca/pelajari al termasuk dlm web ini.

  31. rizal dari karawang says:

    Dear pak Sumarno,
    perkenalkan sy seorang mech engineer d pabrik kertas krawang. Sy merasa kesulitan dlm melakukan alignment pompa,kompressors,centrifugal fans, dan shaft yg kategori besar spt turbin uap dan gas. Sy mau beli buku aligment dr bpk/ sngt sy butuhkan. No rek ny brp y pak?. Email sy Safrizalchan@yahoo.com

  32. ardian says:

    Selamat Sore Pak Sumarno.
    Kami ada masalah dengan genset di pabrik kami.
    kapasitas genset kami 300KVA, menggunakan gas engine sebagai penggeraknya dan dilengkapi dengan PMG pada generatornya.
    beban yang diberikan pada genset adalah compressor 3 phase dengan daya 160KW. kompressor kami dilengkapi dengan soft starter. Selama kurang lebih 3 tahun genset kami tidak ada masalah untuk mensuplai kebutuhan daya compressor kami. tetapi saat ini saat starting compressor tegangan pada genset drop sampai dengan 150 Volt. kami sudah mencoba mengganti AVR dengan yang baru, tetapi hasilnya tetap sama. mungkin pak sumarno punya pengalaman seperti yang kami alami, sehingga dapat menginformasikan kepada kami trouble apa saja yang memungkinkan terjadinya droping voltage saat genset diberi beban motor listrik. Informasi tambahan genset kami tidak ada masalah jika digunakan untuk mensuplai utility fasility di pabrik kami.
    Terima kasih atas sharing knowladge nya. Salam, Ardian
    Jawab: apa gorvernor diesel masih rsponsive, perlu di calibrasi? kemungkinan saat start compresor, disel tidak cukup mengimbangi putaran, shg putaran droop. monitor saat start, beri info lanjutnya

  33. Surya Bumi says:

    Yth. Bpk. Soemarno. Saya salut sekali dengan kepakaran bapak dalam bidang listrik. Saya juga belajar banyak dari website bapak ini. Saya perlu bantuan pak…
    Mobil-mobilan Remote Control (RC) anak saya sekarang sering berasap pada motor penggeraknya, terutama jika mobil dipaksa bergerak tapi terhalang benda lain sehingga tidak bisa bergerak. Saya membayangkan asap keluar dari motor karena panas tinggi karena motor tidak berputar tapi arus dialirkan terus. Pertanyaan saya, bagaimana solusinya supaya tidak timbul panas berlebihan saat motor dialiri arus tapi motor tidak berputar kerena halangan tadi. Motor yang digunakan adalah motor DC ukuran kecil. Terima kasih pak.
    jawab; maaf saya bukan pakar, orang biasa, yg masalah ini maaf tdk mampu menjawab, secara teori dipasang relay/fuse agar arus putus. sebab kalau arus terus mengalir yg seharusnya diubah jadi putaran menjadi diubah jadi panas.

  34. Amanbay says:

    Selamat Sore Pak Sumarno.
    Saya bekerja di salah satu pabrik, ada masalah mesin compressor saya.Dalam kondisi operasi selalu over temp. padahal kami sudah ganti oil filter, cuci filter coolernya menggunakan air cooling tower. tetapi masih Over temp.
    Mohon bantuan Bapak apa ada saran untuk msalah tersebut. Terimakasih
    jawab:ini compresor jenis apa ? yg overheat itu bagian apanya? casing, bearing housing, atau yg mana? saya belum bisa bayangkan.

    • agung wicahyoko says:

      salam pak sumarno
      saya punya permasalahan pada inventer siemen 30kw terbakar yang saya tanyakan adalah penyebab utama inventer tersebut terbakar disebabkan apa dikarnakan terbakarnya menimbulkan adanya api.
      mohon bantuannya bapak apa yang harus saya lakukan dalam pengecekannya.terimakasih atas waktunya.
      salam agung
      Jawab: Ada Kemungkinan:
      - krn koneksi (power, input atau output) yang kendor. Jika berada ditempat ber-environmental getar (meski sedikit), koneksi yang kendor akan memicu local overheating dan saat terjadi disconnection, akan terjadi bunga api dikoneksi tersebut dan dengan material disekelilingnya (kabel, plastic case etc) yang sudah panas duluan akan mudah tersulut
      - krn over load sementara proteksi power ke inverter jauh diatas kapasitas inverter dan parameter setting di inverter yang juga kurang tepat.
      - Dari inverter komponen. Kapacitor adalah sumber bencana jika mendapatkan tegangan lebih. Tengangan lebih, kecil kemungkinannya jika datang inverter yang gagal, tegangan regenerative dari load yang besar dan proteksi inverter terhadap tegangan regenerative di-disable (di set terlalu tinggi) bisa menyebabkan kasus ini.

  35. sulhanda says:

    salam pak.
    ada yang saya tanyakan ni mengenai motor listrik 30 kW,380 v,kabel dari motor ke panel 25mm2,kabel delta 10mm2,wye(60A) 6mm2
    contactor input(80A) n delta(80A),skrg lengket(.
    motor saya megger 500v nilai ohm dibawah 10M,lalu saya megger 5000v,
    nilai ohm bergerak naik. yang ingin saya tanyakan
    1.apakah motor mengalami gangguan dikarenakan lembab pada coil,apa yg perlu dilakukan utk perbaikan)
    2.bukankah penentuan ukuran kabel dan penentuan besar contactor wye kurang tepat,apakan ukuran kabel bisa disamakan 25mm2 semua,atau bagaimana baiknya.
    3.berapa suhu body motor yg aman apabila kami menggunakan sensor suhu dengan probe ditempelkan di body motor.
    4.berapat relay overload yang pas utk In = 41.3A.
    Terima kasih sebelumnya.
    jawab: besar kabel itu dibatasi oleh arus yg mengalir, jadi besar kabel samakan saja 25mm.
    Motor lepas rotor -> dioven atau panasi dgn lampu besar (500- 700W) kedalam stator dan di selmuti.-> megger . kelembaban itu buruk utk motor, biasanya dipasang heater di stator, jika stop heater hidup.

    • sulhanda says:

      saya bisa kirim foto kumparannya g pak,mohon pencerahannya,apakh coil itu selalu berwarna tembaga,gmn seandainya telah terkena grese,apakah warnanya tetap berwarna tembaga,atau bisa berwrna kecoklatan tetapi tdk berarti short.
      tria kasih banyak.
      jawab: silahkan kirim foto, bisa dgn email. sadibroto@ipmpaiton.com.

  36. ario says:

    salam kenal pak sumarno
    mau tanya pak
    pada motor dc dengn menggunakan drive dc ada istilah field current sama excitation.itu maksudnya gmn pak y
    mohon penjelasannya
    trima kasih

  37. sumardi says:

    Yth bpk sumarno, di kantor sy ada sumber daya sebesar 830 KVA saya ingin mengetahui seberapa besar daya yg telah terpakai(telah terbebani) yaitu dengan cara mengukur dng tang ampere di masing2 fase yaitu :R 405 amp ,S 395 amp dan T 380 amp untuk itu saya menggunakan rumus P=akar3xVxIxcos phi.Yang ingin sy tanyakan adalah I(kuat arus )yg mana untuk dimasukkan kedalam rumus tsb,atas pencerahannya saya ucapkan trmksh
    jawab: utk aman masukan yg terbesar. utk yg rata2 jumlah I dan bagi 3.

  38. sulhanda says:

    salam pak.
    saya mo nanya ni masalah nameplate motor apabila ada motor 3 phase,
    30kw,arus 50 A,starting bintang delta.yang ingin saya tanyakan apakah arus 50 A itu utk arus per coil pada hubungan delta,bukan arus line ya pak.soalnya saat di wye arus di line = arus masing2 coil.apa demikian pak.trims.

    satu lagi pak tentang kabel.misal kita punya kabel ukuran 2.5mm2 dgn merk tertentu punya kuat hantar arus 20A di tegangan 220v Ac.bagaimana seandainya kabel tersebut dipakai utk tegangan dc 12v dgn arus lebih dari 30A.apa bisa digunakan pak.
    trims pencerahannya

  39. agust poernomo says:

    Selamat pagi dan salam kenal pak. saya mau menanyakan
    1.untuk test motor solorun/ test tanpa beban itu biasanya berapa lama harus dilakukanya???
    2.round out dan face motor standardnya berapa
    3.dan hasil vibrasi untuk motor tanpa beban berapa mm/s dan pakai standard apa?
    4.berapa maximal temperature motor (deg C)untu motor insulation class F jika kita menggunakan alat infra red yang hanya bisa di tembak di area body motor tsb??
    Sebelumnya makasih pak, maaf pertanyaanya agak banyak :-)

  40. rachman says:

    Pak, mau tanya. Jika terjadi kesalahan pemasangan socket (RST N), yang seharusnya T malah di pasang ke N, apakah motor bisa terbakar? Ata hanya panelnya? (maaf saya sangat awam untuk electric motor). Thanks

  41. yulius says:

    Malam pak, sya mau nanya dikit,
    Ditempat saya ada CB merk mitsubishi type vacuum dgn teg rating 7,2 kV, sudah digunakan selama 1 tahun dan klien menginginkan untuk pengecekan kondisi vacuum.
    Mereka mengusilkan menggunakan vacuum checker,tp di t4 kami tidak ada.untuk itu kami coba mengajukan pengetesan contact resistance dan hipot ac untuk cb tersebut. Menurut pengalaman bapak apakah test iu sudah mewakili?apakah ada standard untuk test hipot CB?

    Mohon bantuan juga teman2 yg lain…bisa email ke yulius.armin@gmail.com

  42. andhika says:

    Salam pak,
    saya ingin menanyakan mengenai Hipot test dan surge test tp pada trafo,mgkin bs dibantu pak,
    apakah metode hipot test untuk trafo 2500 MVA 6kV/400 V sama dengan trafo 500 VA 6kV/220 V?
    untuk surge test,sy menggunakan baker d65r dan hasilnya pengetesan berupa gelombang sinusoidal.parameternya adalah kondisi gelombang,menurut pengalaman bapak,apakah ada parameter lain yg bisa dijadikan sebagai bahan untuk analisa?
    Terima kasih atas waktu nya,

  43. Nanu says:

    Pak Soemarno, Terima kasih atas semua artikel Informasi. Banyak memberikan pengetahuan.

  44. Nanu says:

    @ Agus Purnomo, saya hanya ingin share informasi saja : Untuk Motor dengan name Plate class F; kalau tidak salah Insulation 120 derajat Celcius, itu pada area lilitan (Stator)/ area bagian body motor tengah. Untuk bagian Bearing Depan (Coupling)dan bearing bealakang, kami memakai Maksimal temperature 80 derajat Celcius ( untuk motor: 30 s/d 100 HP). Alat Thermography: FLUKE THERMA IMAGER type : Ti32. Terimakasih.
    jawab: betul banget class F itu hanya utk sisi electric, tdk termasuk mecahanicalnya ( bearing, lubrikasi, kopling )

  45. hendro santosa says:

    salam pak
    saya mau tanya masalah pelumas gear box
    selain pelumas ato oli gear box apa ada juga gear box yg pendingin ny pakai grace ato stempet pak…
    jawab: ada juga tapi biasanya yg putaran rendah banget. alasan grease tidak bisa merata ke semua permukaan gear.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>