Test & Rekomendasi Motor Listrik
Posted on September 11, 2009
Filed Under Motor listrik |
Rekomendasi Urutan test
Untuk mencapai Program Predictive Maintenance motor listrik tercapai
secara effektive, Baker Instrument Co membuat rekomendasi mengenai urutan spesipik test motor. Secara umum, melakukan test dengan “urutan test secara progressive yang harus dilakukan”
Pengukuran atau test dapat mementukan diagnosa perbaikan atau repair.
Rekomendasi urutan test sbb :
1. Resistance Test
2. Meg-ohm test
3. HiPot Test
4. Surge
1. Coil Resistance Test
Tahanan coil di test atau diukur terutama untuk mengetahui kesamaan / balance atau tidak diantarai ketiga phasenya, perbedaan pengukuran dengan pengukuran sebelumnya dan perbedaan dengan yang tertera di name platenya. Jika ditemukam problem, maka motor harus diinspeksi untuk menemukan sebab problem tsb.
Problemnya mungkin :
· Hard Shorts / hubung pendek dengan core
· Hard Shorts / hubung pendek antar coil dalam phase atau
· Hard Shorts / hubung pendek antar coil antar phase
· Ukuran kawat/coil tidak sama/salah
· Connnection atau sambungan terminal kendor atau berkarat
Lebih jauh jika pengukuran dapat diterima maka HiPot atau Surge baru diperlukan
2. Megohm Test
Megohm test/tes tahanan dilakukan dengan voltage/tegangan berdasarkan tegangan kerja motor dan standard pabrikan atau pemakai sebagai panduan. Membandingkan hasil pengukuran dengan standard akan menggambarkan kondisi coil, Jika terukur tahanan atau resistansi rendah maka harus diadakan pemeriksaan lebih teliti, kemungkinan terjadi ground-wall pada insulasi.
Ground-wall al :
· Lapisan insolasi atau enamel kawat terbakar atau rusak
· Coil motor mungkin penuh kotoran, debu karbon, ada air/lembab atau kontaminan
· Koneksi pada coil2nya mungkin jelek.
· Insolasi yang digunakan untuk terminal connection ke juction-box mungkin salah ratingnya. Tidak perlu diadakan test lebih lanjut jika belum diketemukan mengapa megohm rendah dan di perbaiki
3. HIPOT Test
HiPOT test dilakukan menggunakan “test voltage” yang pada pokoknya lebih tinggi dari Megohm-test, tetapi , sekali lagi tergantung dari “voltase operasi motor”dan sesuai dengan standard tertentu atau panduan perusahaan pemakai.
Mencari hal yang diluar biasa : kebocoran arus tinggi, atau bocor tidak tetap/ sesekali, atau loncat naik-turun. Rusak atau bocor arus tinggi merupakan indikasi kerusakan ground-wall insulasi.
Periksalah : liner-slot, wedges, konduktor antara junction box dan coils dll.
4. Surge Test
Surge test dilakukan untuk setiap phase, juga memilih test voltage berdasarkan voltage operasi motor dan standard dan panduan perusahaan pemakai
Rekomendasi Test Voltage : HiPot dan Surge Test
Voltase Test untuk HiPot : motor, generator, transformator = dua kali voltase jaringan/operasi mesin tsb. ditambah 1000 volt.
Sesuai dengan NEMA MG-1, IEEE 95-1977 (untuk voltage lebih tinggi dari 5000 volts) dan IEEE 43-1974 ( test voltage kurang dari 5000 volts)
Contoh :
Motor 460 VAC -> tets voltase = 2 x 460 V + 1000V = 1920 V
Motor 4160 VAC -> tets voltase = 2 x 4160V + 1000V = 9320 V
Untuk winding baru atau rewound motor , test motor kadang ditambah dengan safety-factor 1,2 atau 1,7. Dimaksudkan untuk quality control yang lebih tinggi derajatnya untuk mendapatkan motor dengan kwalitas tinggi.
Contoh :
Motor460 VAC-> tets voltase = 2 x 460V +1000V x 1,2 = 2304 V atau
Motor 460 VAC -> tets voltase = 2 x 460V+1000V x 1,7 = 3464 V
Catatan : meski CRT sudah dikalibrasi tetapi sulit untuk mendapatkan besar voltase yang sama persis dengan permintaan test, jadi ambillah harga pembulatan yang terdekat.
(di ambil @ disarikan dari Baker Instrument Company. The Measure of Quality)
Prinsip Kerja :
Coil Resistance Testing
Coil Resistance Test atau Test Tahanan Coil prinsipnya sederhana mudah untuk dilakukan dan dapat langsung mengetahui kondisi konduktor dari winding. Tetst ini terdiri dari :
· menginjeksi arus listrik dengan besaran konstan ke winding
· mengukur voltage-droop dalam winding,
· kemudian menghitung resistansi menggunakan Hukum Ohm
Jika terjadi short didalam winding maka resistansi lebih rendah dari normal. Hasil penghitungan bisa dibandingkan dengan winding yang sama, atau catatan resistansi sebelumya atau data dari nameplate, sudah buruk atau masih baik.
Hasil pengukuran resistansi di pengaruhi oleh konduktivitas tembaga dan temperatur ruang. Maka agar hasil teliti harus ada koreksi karena temperature ruang.
Juga untuk mendapatkan akurasi hasil voltage-droop, injeksi arus listrik ke coil sekurang-kurangnya sebesar 10 Ampere.
Hight Voltage DC -Testing
Surge Testing
(tulisan akan dfilanjutkan)
Comments
10 Responses to “Test & Rekomendasi Motor Listrik”
Leave a Reply
Soemarno Adibroto
Pak soemarno terima kasih informasinya, data motor saya akan di check ulang sesuai recomendasi dari bapak.
ass ww wb pak sumarno,saya mau nanya masalah rangkaian listrik resistor dgn R1=10 ohm,paralel dg =20hm,kemudian seri dg R3=5ohm,paralel R4 15 ohm. pertanyaannya adalah , bagaimana cara menyelesaikan untuk menentukan daya resistor mana yang paling besar.dg tegangan konstant 100V. mohon penjelasannya ya pak?
Penjelasan;
Wassalam ww. gambar dulu agar ada jelas. masing2 pakailah rumus tahanan seri/paralel dan bisa cari masing I yg lewat R dgn rumus I=V/R maka daya ditiap R . = IxV atau Ikwadrat dikali arus.
wah terima kasih pak artikel-artikelnya,jadi banyak belajar nih..o ya pak saya bekerja dibagian maintenance di pabrik box ingin bertanya masalah dikit nih pak ,
1.apa saja perbedaan antara dc drive dan inverter itu?
2.lebih save mana diantara keduanya pada penggunaan daya listriknya?
3.dan bagaimana mengenai torsinya antara keduanya?
atas informasinya banyak terima kasih dan sukses selalu pak
Jawab:
DC mtr, arus searah, jadi bisa di beri tahanan atur sebelum masuk kemotor, start bisa lembut. inverter itu pengubah freqwensi ac, jadi rpm bisa disuaikan kebutuhan sebagai usaha utk menghemat listrik. Converter memang yg lebih save electric, torque itu sesuai dgn besar arusnya.
Asslm..wr.wb
pak sumarno sy ingin menayakan bagaimana cara mengukur resistansi pada feedermotor 220 v 50Hz dan apakah powernya dlm keadaan on atau off pada saat pengukuran menggunakan multimeter,mohon jawabannya krn sy seorang pemula yg masih butuh banyak belajar.
Jawab: mengukur tahanan motor harus off, perhatikan safety/breker offdan dilock.
salam kenal….semoga bisa banyak share pengalaman-pengalaman dan bagi2 ilmu tentang industri…
You gave great points here. I did some research on the subject and have found nearly all people agree with your blog.
Sent via Blackberry
ass.wr.wb pak sumarno saya sunarto ,ada 2 hal yang ingin saya tanyakan tentang problem saya ,yang per tama saya punya motor bearing nya panas nya tinggi ,padahal clearence rumah bearing sudah standard.yang ke dua bearing noist terus padahal waktu test solo run tidak ada noist .mohon bantuan bapak untuk menyelesaikan masalah saya ini .oh dan dan untuk pembelian buku allighment saya harus kirim ke mana& berapa .terimakasih atas bantuan nya wassalam
jawab:
mungkin saat solo run motor dlm kondisi rotor pd center magnitnya, saat dikopel kondisi tdk center. sebab: clearence axial copling kurang (tidak memberi rotor pd centernya), shg bearing ketarik axial, bisa cari? coba dulu? ada email selain yhoo. susah kirim file lewat yahoo.
Slamat siang pak Soemarno. Saya mau tanya,kemarin pihak kontraktor melakukan test proteksi motor dengan daya 2150 KW/6300 V / 996 rmp. Pada saat strat motor langsung trip ini berlangsung lebih dari 5 kali. Yang saya tanyakan seberapa besar dampak yang ditimbulkan terhadap belitan motor dan berapa kali standart strat - stop dan jedah waktu yang di ijinkan. terima kasih banyak atas jawabanya.
Jawab: start berkali sngat jelek pengaruhnya. cari di web ini berapa jedahnya, akibatnya.
siang pak.saya mau bertanya,pada blan 1 2011 saya akan melakukan prakerin(praktek kerja industri) yang saya tanyakan apa saj skill yg hrus saya persiapkan untuk melakukan pekerjaan tsb…apa saran bapak ?
Jawab: anda perlu tahu,industri apa yg dituju, pelajari prosec/mesin pabrik tsb. baca2 buku kuliah/lain yg berhubungan dgn proses pabrik tsb. kalau prakerin jangan jadi wartawan, tapi ikut kerja sungguhan. kalau perlu seperti tukangmekanic. saya dulu begitu.
Selamat Pagi Pak Marno, Tulisan yang sangat bagus dan cukup komprehensif. terima kasih. pertanyaan mengenai rekomendasi tes motor. Saat ini kami sedang melakukan perbaikan motor 4160 VAC,yang telah beroperasi sekitar 10 tahun.: apakah tes HIPOT harus dilakukan selama perbaikan ini? atau kah ada kondisi2 tertentu yang menyebabkan motor harus dilakukan HIPOT, mengingat saat pemeriksaan awal tidak ditemukan kondisi yang aneh di winding. Terima kasih untuk informasinya.
Salam Hangat Budi R
Jawab: P Budi. saran lebih baik di HIPOT, apalagi Motor voltage 4KV. cek kesehatan.